Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KABAR BAHAGIA


Pagi ini Ari yang tampak lebih sehat dari sebelum nya.Dia terlihat sedang melakukan latihan menembak.Alan pun ada disana,dia yang langsung melatih Ari untuk latihan menembak.Alan ingin membuat Ari sebagai tangan kanan nya.Maka dari itu Alan melatih Ari dengan sangat disiplin.


"Semakin hari kemampuan lu semakin baik Ri." ucap Alan sambil menepuk bahu Ari.


"Thank's Lan.Ini semua berkat lu." jawab Ari sambil meletakan senjata yang ia gunakan untuk latihan menembak.


"Hari ini kita jalanin Rencana kita." ucap Alan tegas.


"Iya." jawab Ari singkat.


"Gue udah suruh orang-orang gue untuk melakukan nya.Jadi lu tinggal tunggu laporan nya." ucap Alan.


"Iya,gue mau semua berjalan sesuai rencana."


"Iya,lu lihat aja nanti."


...


Sementara di rumah Reno,Aruni yang sedang merasa tak enak badan terlihat sangat pucat.


"Sayang kamu yakin ga mau saya antar kedokter?" tanya Reno sambil memeluk pinggang istri nya.


"Ga usah mas.Aku cuma kecapean,istirahat sebentar juga pasti enakan." jawab Aruni sambil terus memakaikan dasi dileher suami nya.


"Oke,tapi janji ya hari ini kamu istirahat,jangan melakukan pekerjaan apa pun.Terus kalau ada apa-apa langsung hubungi saya." ucap Reno protektiv.


"Iya mas ku sayang." jawab Aruni sambil tersenyum.


Selesai memakaikan dasi Aruni mengajak suami nya untuk sarapan.


Aruni tampak mengambilkan sarapan untuk suami nya dan juga diri nya.Ditengah-tengah sarapan Aruni menghentikan sarapan nya.Dia meletakan sendok nya padahal makanan dalam piring nya belum habis.Reno yang melihat tingkah istri nya itu mulai panik.


"Sayang,kamu kenapa?" tanya Reno sambil memegang tangan istri nya.


"Ga tau mas,aku ngerasa ga berselera makan,rasa nya aku kenyang banget." ucap Aruni sambil mengusap perut nya.


"Ya udah kamu mau makan apa?biar saya minta bu Sri untuk siapin ya?"


"Ga usah mas aku udah kenyang."


"Tapi kamu kelihatan pucat banget.Saya ga kekantor ya?"


"Ga usah mas,kamu kerja aja.Aku bener-bener ga apa-apa."


"Serius?"


"Iya mas,insyaallah aku baik-baik aja dirumah.Kamu jangan khawatir ya."


"Ya udah sekarang kamu istirahat.Ayo saya antar kekamar.Dan jangan menolak."


Aruni pun patuh dengan perintah suami nya.Dia kembali kekamar nya dengan di papah oleh suami nya.


Sesampainya dikamar Aruni langsung diminta naik keatas ranjang oleh Reno.Dia merebahkan tubuh nya diatas ranjang.


"Pokok nya hari ini kamu jangan turun dari kasur,kalau butuh apa-apa langsung panggil bu Sri atau Inah ya?"


"Iya mas."


"Ya udah saya berangkat dulu.Kamu baik-baik ya dirumah."ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.


"Iya mas,kamu hati-hati ya."ucap Aruni sambil mengecup punggung tangan suami nya.


"Iya,assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sepeninggal Reno kekantor,Aruni yang memang merasa tidak enak badan kemudian mencoba memejamkan mata nya untuk beristirahat. Dia berusaha memejamkan mata nya,walau pun sebenar nya mata nya tak ingin dipejamkan.


Tok...tok..tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Aruni.


"Masuk." ucap Aruni dengan suara serak.


"Non,non baik-baik saja?" tanya Bu Sri yang datang dengan membawa nampan berisi teh manis hangat dan bubur.


"Saya ngerasa agak pusing,dan juga mual bu." jawab Aruni lemah.


"Ini bibi bawakan teh manis hangat dan bubur.Non makan dulu ya."


"Nanti aja bu,Runi pusing bang..." tiba-tiba Aruni berlari menuju toilet.


"Hoeeek.." dan terdengar suara Aruni memuntahkan sesuatu.


"Non,non masuk angin ya." ucap bu Sri sambil memijit-mijit tengkuk leher Aruni.


"Ga tau bu,rasa nya mual banget."Jawab Aruni sambil mencuci mulut nya dengan air wastafel.


"Yaudah non istirahat aja dulu." ucap bu Sri sambil memapah Aruni ketempat tidur nya.


"Non diminum dulu teh anget nya." ucap bu Sri sambil menyodorkan segelas teh hangat sesaat setelah Aruni berada di ranjang nya.


Aruni pun menerima teh hangat itu dan meminum nya sedikit.


"Non maaf,apa ibu perlu telepon tuan untuk mengabarkan kondisi non Runi?"


"Ga perlu bu,saya ga mau buat mas Reno khawatir."


"Ya udah kalau begitu non istirahat aja,ibu pijitin ya,biar ngilangin rasa mual nya."


"Iya bu trimakasih ya."


"Iya non sama-sama.Oh iya maaf non kalau boleh tau,non Runi terakhir datang bulan kapan ya?"


"Emm..ga tau ya bu,Runi lupa.Memang nya kenapa bu?"


"Ini sih baru perkiraan ibu aja ya non,kaya nya non Runi hamil."


"Hah,yang bener bu?"


"Kaya nya bulan lalu,tapi tanggal nya lupa.Kaya nya sih sudah lewat tanggal nya bu."


"Nah kan,kalau tebakan ibu sih kaya nya non Runi hamil,buat pastiin non coba tes aja non pake alat tes kehamilan."


"Saya ga punya bu."


"Nanti ibu suruh Inah beli,kalau sudah ada nanti ibu antar lagi kesini.Sekarang non istirahat aja dulu.Nanti ibu kesini lagi ya."


"Iya bu,terimakasih ya bu."


"Iya non,ibu keluar ya."


Dan dijawab Anggukan oleh Aruni.Aruni kemudian mencoba memjamkan mata nya.Dia meresa sangat pusing dan juga lelah.


...


Malam hari nya Aruni yang sedang berada dalam pelukan suami nya kemudian memberikan sebuah kotak kecil berwarna putih kepada suami nya.


"Ini apaan?" tanya Reno sambil mengambil kotak itu.


"Buka aja mas." ucap Aruni sambil tersenyu.


Reno pun membuka kotak itu dengan sangat hati-hati.Dan ketika dibuka kotak itu berisikan sebuah alat tes kehamilan yang tadi di gunakan oleh Aruni.


"Ini.." tanya Reno sambil mengangkat alat tes kehamilan itu.


"Iya mas,itu alat tes kehamilan."ucap Aruni pelan.


"Terus?" tanya Reno yang masih bingung.


"Lihat deh garis nya ada berapa?"


"Ada dua...masyaallah,kamu hamil Run?" tanya Reno sambil memeluk istri nya.


"Iya mas,aku hamil." jawab Aruni sambil tersenyu.


"Alhamdulillah yaallah.Terimakasih sayang,saya seneng banget."


"Iya mas,aku juga seneng banget.Tapi buat pastiin lagi,kita harus kedokter mas."


"Iya sayang,besok pagi kita kedokter nya."


"Iya mas."


"Yaallah sayang ini beneran ya.Saya masih gemeter ini." ucap Reno yang memperlihatkan tangan nya yang bergetar.


"Insyaallah mas.Kita akan punya anak."


"Makasi banyak ya sayang." ucap Reno sambil memeluk erat istri nya.


...


Keesokan pagi nya,Reno yang telah membuat janji dengan seorang dokter dirumah sakit milik keluarga nya.Mengajak Aruni untuk memeriksakan kandungan nya.


Namun ketika akan berangkat kerumah sakit tiba-tiba Aruni mengalami mual yang sangat parah.Hingga ia pun beberapa kali muntah.


"Sayang kita ga usah kerumah sakit ya.Biar dokter nya saya panggil aja kerumah."


"Ga usah mas,aku kuat kok.Kita kerumah sakit ya."


"Kamu yakin?"


"Iya mas."


"Ya udah kita berangkat sekarang ya?"


"Iya mas."


Reno dan Aruni pergi kerumah sakit dengan diantar oleh supir.Dalam perjalanan Reno terus saja mengusap-usap lengan istrinya yang berada dalam pelukan nya.


Hampir 45 menit kemudian mereka tiba di lobby rumah sakit.Disana Reno sudah disambut oleh beberapa orang staf rumah sakit.Reno dan Aruni langsung memasuki Poli kandungan.Mereka bertemu dengan dokter kandungan yang memang sudah dijadwalkan untuk memeriksa Aruni.


"Ni ya pak,bu.Calon dede nya baru sebesar biji kopi.Yang arti nya baru sekirar dua minggu usia nya." ucap sang dokter sambil mengeser-geser alat USG di perut Aruni yang masih datar.


"Jadi istri saya beneran hamil dok?" tanya Reno antusias.


"Iya pak,usia kandungan nya baru sekitar dua minggu."jawab sang dokter.


"Kira-kira anak saya laki-laki atau perempuan dok?"tanya Reno polos.


"Untuk jenis kelaminnya belum terlihat pak,nanti diusia enam belas minggu baru terlihat pak." jawab Sang dokter sambil tersenyum.


"Lalu untuk saat ini apa yang harus saya dan istri saya lakukan?" tanya Reno pelan.


"Saya akan memberikan beberapa vitamin agar istri bapak tidak merasa mual dan juga pusing. Karena usia hamil nya masih sangat muda jadi diharapkan si ibu jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat,terus juga jangan sampai si ibu merasa setres ya pak."


"Baik dok.Oh iya dok maaf untuk hubungan suami istri apa masih boleh dilakukan ?" tanya Reno poloa tanpa malu-malu.


Sentara Aruni yang merasa malu hanya dapat menundukkan kepala nya.Dan sang dokter pun tersenyum mendengar nya.


"Masih boleh pak,asal hati-hati dan pelan-pelan saja." jawab sang dokter dengan senyum lebar nya. "Ada lagi yang mau ditanyakan pak?"


"Sudah cukup dok."


"Baik kalau begitu pemeriksaan hari ini cukup,ini resep obat nya,silahkan ditebus diapotim.Dan bulan depan kembali lagi ya pak bu."


"Baik dok."jawab Reno dan Aruni bersamaan.


Reno dan Aruni pun keluar dari ruangan dokter kandungan.


Reno kemudian menuju apotik untuk menebus obat yang sudah diresepkan dokter.


next bab ya..