
Hari semakin sore dan Lona sudah akan pulang dari kampusnya bersama kedua sahabatnya Anisa dan Meylan.
Mereka berjalan keluar menuju parkiran karena Anisa dan Lona akan menebeng Reno.
" Jadi Loe kembali ke Cafe Nis " Ucap Meylan
" Ya Dong Mey, kan gue harus kerja "
" Ya Udah kalian ikut gue aja, biar balik bareng gue "
Lona dan Anisa mengangguk, mereka terus berjalan sambil terus bercerita.
-
Sementara di Luar kampus, terlihat mobil sport putih yang sedang menunggu seseorang dan ada dua orang berada di dalam.
Ya,, mereka adalah Lio dan Biyanka yang sengaja akan menjemput Lona.
Ketiga gadis cantik sampai di parkiran dan sudah terlihat Reno yang menunggu mereka berdiri di depan mobilnya sambil memainkan ponselnya.
" Ade belum keluar Bang " Ucap Biyanka
" Sepertinya Mam,, tapi coba Abang masuk ya takut Ade udah pulang lagi "
" Mama tunggu gak papa kan "
" Oke "
Lio keluar mobil dan berjalan masuk, jangan salah semua mata tertuju kepadanya banyak diantara mereka menatap bingung kedatangan laki laki tampan di sana dan mereka sama sekali tidak mengenalinya.
Untung saja Lio menoleh kearah parkiran dan terlihat Lona yang sedang berdiri di sana, Lio berjalan mendekat.
" Honey " Ucap Lio tersenyum
Lona yang merasa tidak asing dengan suara langsung menoleh, dia terkejut saat melihat Lio yang sudah berdiri tersenyum kearahnya.
" Abang " Ucap Lona sambil berlari
" Astaga " Jangan lari lari nanti jatuh " Ucap Lio saat Lona memeluknya
Lona sama tidak menjawab, dia terus memeluk erat Lio yang sangat dirindukannya.
Sementara Meylan, Anis dan Reno kembali turun.
" Loh Bang,, Loe di Jakarta " Ucap Reno
Lio tersenyum dan melepaskan pelukan Adik perempuannya.
" Kalian apa kabar "
" Baik kita Bang, Abang kapan sampai "
" Udah dari jam 1 "
" Ya Udah gue duluan ya, Yuk Dek kasih Mama nunggu di Mobil " Ucap Lio mengacak rambut Lona
" Mama juga ikut " Ucap Lona dan Lio mengangguk
" Guys,, gue duluan ya.. Bye "
" Bye Lon "
Lona langsung memeluk manja lengan Lio dan berjalan menuju mobilnya, banyak pandang mata yang tidak menyangka jika laki kali tampan yang mereka kagumi merupakan kakak dari Lona.
Biyanka langsung tersenyum saat melihat kedua anaknya berjalan, dia pun membuka pintu mobilnya dan keluar.
" Mama " Ucap Lona tersenyum
" Hai Honey "
" Ih,, kenapa kalian gak bilang mau jemput Ade terus kenapa Abang juga gak kasih kabar kalau mau ke Jakarta " Ucap Lona cemberut
" Jelek " Ucap Lio menarik hidung Lona
" Aw,, Sakit Abang "
" Kita pulang yuk " Ajak Lio
Biyanka dan Lona mengangguk, setelah membuka pintu untuk ke dua wanita spesialnya Lio berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi.
Lio pun melajukan mobilnya meninggalkan kampus.
" Mam,, " Ucap Lona
" Ya Honey "
" Gimana kalau Kita ke Kantor Papa "
" Boleh tuh De, sekali kali kita kasih Papa Surprice "
" Gimana Mam "
" Iya Boleh,, kita ke Kantor Papa "
" Yey " Ucap Lona senang, Biyanka hanya menggeleng mendengar putrinya yang sangat senang akan bertemu dengan Papa nya.
*****
Sementara di Kantor Tian merasa sangat emosi mendengar jika Putra nya akan ada yang mencelakai dan dia langsung menyuruh anak bauhnya untuk mencari tau siapa dia dan apa motif di balik semua itu.
Tian berdiri menatap keluar jendela dengan emosi yang sudah memuncak walaupun Lio tidak terluka namun tetap saja Tian akan sangat marah dengan siapa saja yang ingin melukai keluarganya.
-
Biyanka, Lio dan Lona berjalan masuk, seluruh Karyawan menunduk saat melihat istri dan Anak dari Bos mereka datang ke kantor.
" Selama sore Nyonya, Tuan Muda, Nona Muda" Ucap beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka
Dan masih sama seperti dulu, Biyanka selalu saja ramah kepada siapa pun begitu juga kedua anaknya yang selalu diajarkan untuk tidak sombong.
Ben yang baru saja keluar dari ruangan Tian langsung menghampiri mereka dan tersenyum,,
" Selamat Sore Nyonya, Abang,, Lona "
" Sore Pak Ben "
" Sore Om ben "
" Mas Tian ada di dalam "
" Ada Nyonya, Mari silahkan " Ucap Ben
" Biar kami sendiri, Pak Ben bisa kembali kerja saja Pa "
" Baik Nyonya "
Biyanka berjalan menuju pintu dan membukanya, terlihat Tian masih berdiri di depan jendela kaca memandang luar.
" Ehem " Deheman Biyanka membuat Tian menoleh
Tian menoleh dan kaget saat melihat istri dan kedua anaknya berdiri tersenyum kepadanya.
" Sayang,, Abang,, Ade " Ucap Tian
" Papa " Ucap Lona langsung mendekat memeluknya
Tian membalasnya dan mengecup kepala Lona,,
" Sayang " Ucap Tian mengecup kening Biyanka saat Lona melepaskan pelukannya
" Pa " Ucap Lio dengan memeluknya
" Kenapa kalian gak kasih kabar mau kemari hem " Ucap Tian
" Gak Boleh " Ucap Lona
" Boleh dong,, Papa malah seneng, kita duduk di sana "
Mereka duduk di sofa ruangan Tian, sebisa mungkin Tian menyembunyikan emosinya di depan keluarganya.
Dia tidak mau mereka tau apalagi Biyanka yang pasti akan sangat khawatir.
Tian menatap Lio yang terus menggoda Lona, dia merasa lega karena putranya tidak terluka sama sekali.