Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MENGANTAR PULANG


Aruni dan Reno saling diam,selama dimobil mereka diam seribu bahasa.Mereka larut dalam fikiran nya masing-masing.


"Sekali lagi saya minta maaf ya."ucap Reno yang masih merasa tidak enak hati.


Aruni tak menjawab perkataan Reno.Dia masih fokus memandang keluar jendela.Aruni masih kesal karena sudah dibentak-bentak oleh Reno. Aruni memang sedikit dimanja oleh keluarga nya.Dan di rumah Aruni tidak ada satu orang pun yang suka bicara keras.Maka dari itu Aruni lebih sering baper bila ada yang berbicara keras.


Reno yang merasa di cuekin mulai uring-uringan. Dia mulai merasa gelisah.Sesekali Reno menoleh kearah Aruni.Dan tampak Aruni masih meliahat kearah luar jendela.


Reno kemudian menepikan mobil nya.


"Aruni Pratiwi.Kamu masih marah sama saya?" tanya Reno lembut.


"Enggak." ucap Aruni sambil masih memalingkan wajah nya kearah luar jendela mobil.


"Saya minta kamu tatap saya ketika bicara." ucap Reno tegas sambil meraih tangan Aruni.


Aruni pun menuruti kemauan Reno.Sekarang wajah mereka saling berberhadapan.


"Saya minta maaf ya." ucap Reno sambil menatap lekat wajah Aruni.


"Iya.Tapi jangan diulangin lagi ya."jawab Aruni sambil menganggukan kepala nya.


"Kamu juga,jangan pernah membantah saya. Karena saya paling ga suka dibantah." ucap Reno dingin.


"Kalau yang kamu larang itu sesuatu yang salah bagai mana?apa aku harus nurutin juga?!" ucap Aruni kesal.


"Ya ga gitu juga cebol." ucap Reno sambil menyentil kening Aruni.


"Aw...sakiiiit." pekik Aruni sambil mengusap-usap kening nya." Kamu tuh kebiasan,nyentil jidat akiu terus! trus apa tadi?cebol?!siapa yang cebol?!" ucap Aruni kesal.


"Lah siapa lagi yang ada di dalam mobil cuma kamu sama saya,kalau saya ga mungkin karena tinggi badan saya hampr 190cm." ucap Reno bangga.


"Trus..iish,nyebelin banget sih.!" ucap Aruni sambil mencubit lengan Reno.


"Aduh,aduh sakit." ucap Reno mengaduh kesakitan.


" Makanya jangan sembarangan kalau ngomong." ucap Aruni.


"Iya,iya maaf." ucap Reno sambil mengusap pucuk kepala Aruni. "Jalan lagi ya." ucap Reno kembali. Dan Aruni hanya menganggukan kepala nya.


Mereka berdua kembali diam.Reno fokus menyetir mobil nya sementara Aruni menatap lurus kedepan.


Dua puluh lima menit kemudian mereka telah sampai di halaman rumah tuan Baskara.Saat itu waktu menunjukan pukul lima sore.


"Masuk dulu yu,kaya nya ayah udah pulang tuh." ucap Aruni sambil membuka seatbelt.


Kemudian dua insan itu keluar dari dalam mobil secara bersamaa.


"Assalamualaiku." ucap Aruni saat masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalamwarahmatulahi wabarolatu." ucap ayah yang memang sedang berada di ruang tamu.


Kemudian Aruni dan Reno pun memdekati ayah nya untuk bersalaman.


"Silahkan duduk nak Reno." ucap ayah mempersilahkan.


"Iya yah." jawab Reno sopan. "Maaf yah,baru nganter Runi pulang jam segini." ucap Reno lagi.


" Iya ga apa-apa.Yang penting kan belum lewat magrib." ucap ayah. "Ngomong-ngomong kata ibu,kamu mau dinas ke jepang?apa benar?" tanya ayah.


"Iya yah,sekitar lima harian disana."jawab Reno.


"Ooh,berarti hari ini kalian ngadain perpisahan dulu toh?" ucap ayah seraya tersenyum.


"Ish,ayah apaan sih." ucap Aruni malu-malu.


"Lho bener kan apa yang ayah bilang.Kalian bikin perpisahan ya." ucap Ayah.


Reno dan Aruni hanya tersenyum.


"Kalau gitu saya permisi pulang dulu yah,soal nya masih ada urusan." ucap Reno seraya berpamitan.


"Oh,iya silahkan." ucap Ayah mempersilahkan. "Jangan lupa pulang dari jepang bawa oleh-oleh ya." ucap Ayah sambil tersenyum.


"Ayah,apan sih.Bikin malu tau." ucap Aruni sambil menyenggol lengan ayah nya.


"Iya yah,nanti saya bawain." ucap Reno sambil tersenyum. " Saya pulang dulu yah,Assalamualiaikum." ucap Reno sambil berjalan menuju pintu.


"Waalaikumsalamwarahmatullahi wabarakatu." ucap Aruni dan Ayah secara bersamaan.


Setelah kepulangan Reno,Aruni langsung mendapat interogasi dari kakak dan juga ibu nya. Mereka bertanya banyak hal,mulai dari Aruni kemana sampai ngapain aja.Mereka tanyakan.


Dan Aruni dengan sabar menceritakan semua nya.


Keluarga Aruni,terutama ayah dan ibu Aruni sangat senang karena Aruni dan Reno mulai dekat.Karena ayah dan ibu nya,beserta tuan dan nyonya Herlambang memamng merencanakan perjohohan yang terkesan bukan seperti perjodohan.Mereka menginginkan putra putri mereka layak nya sepasang kekasih yang sedang mempersiapkan Pernikahan. Dimana bisa nya akan ada ribut-ribut kecil sebagai bumbu nya.Dan ternyata rencana mereka berjalan mulus sampai saat ini.Terlihat dimana Reno mulai menaruh hati pada Aruni.Begitu pun sebalik nya.Orang tua dari Reno dan Aruni sengaja tidak banyak melibatkan diri dalam menentukan pilihan untuk acara pernikahan Reno dan Aruni.Mereka sepenuh nya menyerahkan pada Reno dan Aruni. Biar terkesan lebih natural kata mereka.


maaf cuma sedikit ya..Next bab ya