
Reno telah sampai di halaman parkir rumah tuan Baskara.Reno segera memarkirkan mobil nya disana.Dan kemudian turun dengan membawa parcel buah yang ia bawa.
"Ada suara mobil parkir didepan,mobil siapa ya bu?" tanya kak Rini yang sedang menggendong anak nya.
"Ga tau,coba kamu lihat sana." ucap Ibu,dan bersamaan dengan itu terdengar suara ketukan pintu.
Kak Arini yang mendengar nya pun langsung berjalan menuju pintu depan untuk segera membuka nya.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu terdengar didalam rumah.
Kak Arini yang memang sedang berjalan menuju pintu pun ,langsung membuka pintu.
"Assalamualaiku." ucap Reno memberi salam ketika pintu dibuka oleh kak Rini.
"Waalaikumsalam,Eh..Reno.Mari masuk." ucap kak Rini mempersilahkan.
"Terimakasih."ucap Reno sambil berjalan dibelakang ka Arini.
"Silahkan duduk dulu." kak Rini mempersilahkan.
"Terimakasih, ibu sama Aruni ada kak?" tanya Reno sopan.
"Sebentar ya,kakak panggilin dulu." ucap kak Arini ramah.Dan dijawab amggukan oleh Reno.
Ka Arini segera melangkahkan kaki nya kedalam untuk menemui ibu dan adik nya.
"Siapa Rin.?" tanya ibu ,ketika berpapasan dengan kak Rini di depan kamar Aruni.
"Oh,itu Reno bu." ucap Kak Arini. "Oh iya bu,Reno mau ketemu ibu juga.Ibu temuin dulu gih,biar aku panggil Aruni nya." ucap kak Arini menyarankan.
"Oh,gitu.Yaudah ibu kedepan dulu.Kamu bangunin Adik mu pelan-pelan ya." ucap ibu mengingatkan.
"Siap bos." ucap kak Arini.
Ibu kemudian melangkahkan kaki nya menuju ruang tamu untuk menemui Reno.
"Eh,ada nak Reno.Maaf lama menunggu ya." ucap ibu menyapa Reno.
" Engga kok bu,baru aja tiba." ucap Reno sambil bersalaman dengan ibu,kemudian menyrahkan parcel buah yang ia bawa.
"Duh,nak Reno ini repot-repor segala,bawa parcel." ucap ibu sambil menerima parcel nya.
"Engga repot kok bu." jawab Reno sopan.
Sementara di kamar Aruni.
"De..bangun,diluar ada Reno tuh." ucap kak Arini sambil mengguncangkan tubuh Aruni.
"Aah,kakak ganggu aja deh,aku masih ngantuk tau."ucap Aruni dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ish,bangun buruan.Diluar ada Reno." ucap kak Arini sambil menggoyangkan tubuh Aruni.
"Suruh pulang aja lah.Ngapain sih dia kesini?" tanya Arini pelan
"Ihh,ko gitu.Kakak bilangin ayah ni." ucap kak Arini mengancam.
"Akh,kakak. Jangan dong!! iya ni aku bangun." ucap Aruni sambil beringsut duduk di ranjang nya.
"Yaudah,buruan cuci muka dulu terus temuin ya.Jangan dibiarin nunggu lama-lama,nanti digondol kucing." ucap kak Arini sambil berjalan keluar kamar.
"Ish apaan sih kakak,emang dia ikan asin apa?!" ucap Arumi sambil berjalan ke kamar mandi.
Kak Arini berjalan menuju kamar nya untuk memberikan anak nya pada suster nya.Kemudian kak Arini kembali menuju dapur untuk membuat minuman untuk Reno.
"Eh,de..de..tunggu." panggil kak Arini ketika melihat Aruni yang tengah berjalan menuju ruang tamu.
"Kenapa kak?" ucap Aruni sambil membalikan tubuh nya.
"Nih bawa kedepan,kasih sama Reno.Kakak mau ngelonin baim." ucap kak Arini.
"Oh,iya." jawab Arini sambil berjalan keruang tamu.
Aruni membawa nampan berisi minuman untuk Reno.
"Diminum dulu." ucap Aruni sambil menaro minuman kehadapan Reno.
"Silahkan diminum nak Reno." ucap ibu mempersilahkan.
"Iya,terimakasih." jawab Reno . "Begini bu,saya mau ijin.Mau ajak Aruni keluar sebentar." ucap Reno sesaat setelah meneguk minuman nya.
"Oh,gitu.Boleh saja,tapi sebelum magrib harus sudah pulang ya.Sebab Aruni masuk kerja malam." ucap ibu memberi tahu.
"Baik bu."jawab Reno sopan.
"Iya bu." ucap Aruni pelan."Sebentar ya." ucap Aruni pada Reno.Dan dijawab anggukkan kepala oleh Reno.Kemudian Aruni pun melangkahkan kaki nya menuju ruang kamar nya untuk ganti baju.
"Maaf kalau ibu,sok tahu.Tapi ini kan masih jam dua siang.Apa nak Reno tidak bekerja?" tanya ibu ragu-ragu.
"Iya bu,hari ini saya sengaja mengosongkan jadwal karna besok saya akan ada perjalanan bisnis ke jepang selama lima hari." ucap Reno menjelaskan.
"Oh,sperti itu.Ibu kira kamu sengaja bolos kerja karena mau ketemu Aruni."ucap ibu."Oalah..ibu lupa kamu kan yang punya perusahaan.Masa dibilang bolos ya." ucap ibu sambil tertawa.
Tak lama Aruni keluar dengan menggunakan outfit yang sanagat pas pada diri nya.
Reno yang melihat Aruni langsung terpana.Pasal nya Aruni saat itu terlihat lebih cantik dari biasa ya.
"Ayo!" seru Aruni
"Sudah siap?" tanya Reno dan langsung dijawab dengan anggukkan kepala oleh Reno.
"Ya,sudah bu kami pamit dulu ya." ucap Reno seraya mencium punggung telapak tangan ibu.
"Bu,Runi berangkat ya." ucap Aruni sambil mencium punggung telapak tangan ibu nya.
"Iya,hati-hati dan pulang nya jangan lewat magrib ya." ucap ibu.
"Iya.Assalamualaikum." jawab Aruni.
Aruni dan Reno telah berada didalam mobil,Reno mengemudikan mobil nya dengan keceparan sedang.
"Kita mau kemana?" tanya Aruni pada Reno.
"Keapartemen saya." jawab Reno pelan.
"Mau ngapain?!" tanya Aruni panik.
"Ya mau ngapain aja,udah gede ini." ucap Reno menggoda Aruni.
"Eh,jangan macem-macem ya.Kita tuh bukan muhrim!" ucap Aruni semakin panik.
"Sebentar lagi kan jadi muhrim."jawab Reno santai.
"Eh,enak aja.Tapi kan belum." ucap Aruni sambil menatap Reno.
Reno yang tahu sedang di tatap oleh Aruni berusaha sok cuek.
"Pokok nya kalau kamu macem-macem.Aku laporin sama ayah.Biar kamu masuk penjara." ucap Aruni mengancam.
"Ga akan.Ayah mana mau calon menantunya masuk penjara." ucap Reno sambil tersenyum. "Hallo." ucap Reno ketika sambungan telepon nya sudah tersambung.
"Sudah disiapkan seperti apa yang saya minta?" tanya Reno pada seseorang yang dia hubungi. "Good." ucap Reno dan langsung menutup sambungan telepon nya.
Suasana didalam mobil pun langsung terasa hening. Karena kedua insan itu sudah larut dalam fikiran nya masing-masing.
Dua puluh lima menit kemudian mobil Reno sudah memasuki parkiran besment apartemen nya.
"Yuk,turun."ajak Reno. Aruni tak menjawab nya. Dia ragu dan takut.
"Lho! kenapa diam aja?" tanya Reno yang melihat Aruni belum membuka seatbelt nya. Aruni tak menjawab perkataan Reno dia masih diam mematung.
"Aruni Pratiwi,ayo turun." ajak Reno.Aruni tak menggubris perkataan Reno. " Hei,tenang aja saya ga akan berbuat macem-macem sama kamu.Saya masih punya moral kok,tenang aja." ucap Reno memberi pengertian.
"Janji ya."ucap Aruni pelan.
"Iya,maka nya kalau punya otak tuh dibersihin. Ga kotaor pikiran nya!" seru Reno sambil menyentil kening Aruni.
"Aw..sakit tau." pekik Aruni sbil mengusap-usap kening nya.
"Udah buruan turun sebelum saya berubah fikiran." ucap Reno sambil keluar dari mobil.
Aruni kemudian turun dari mobil dan berjalan mengejar Reno.
Mereka menaiki lift untuk bisa sampai ke unit apartemen milik Reno. Didalam lift kedua insan itu tidak saling bicara.Mereka diam seribu bahasa. Sampai pada pintu lift terbuka Reno memulai membuka suara.
"Ayo." ajak Reno sambil melangkahkan kaki keluar lift.Dan Aruni pun mengekor di belakang nya. Mereka berjalan beriringan hingga kedepan pintu unit apartemen milik Reno. Sesampainya Reno didepan unit apartemen nya,dia segera menekan tombol pada pintu nya.Dan tak lama pintu pun terbuka.
"Ayo masuk." ucap Reno.Namun Aruni yang diajak masuk masih mematung di tempat. " Kenapa masih disitu.Mau masuk ga atau saya tutup pintu nya ni." ucap Reno datar.
Aruni pun mulai melangkahkan kaki nya ragu.
"Tenang aja saya bukan orang jahat." ucap Reno .
Dan Aruni melanngkah masuk kedalam unit apartemen milik Reno.
lanjut bab berikut nya ya..