Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
SANG MANTAN


Sementara ditempat berbeda,Aruni sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja.Hari ini dia masih memdapat jatah keja shift malam.


"Ibu,Runi berangkat ya?Ayah mana bu?" tanya Aruni pada ibu yang sedang ada di dapur.


"Ayah masih belum pulang dari mesjid kaya nya." ucap ibu.


"Ooh,yaudah Runi berangkat aja ya bu." ucap Aruni sambil mencium tangan ibu nya.


"Iya,hati-hati ya." ucap ibu menasehati.


"Iya bu." jawab Aruni sambil berjalan keluar rumah.


Aruni pun segera menstater motor matic kesayangan nya.Kemudian dia mulai mengendarai motor matic kesayangan nya itu.


Aruni berkendara dengan hati-hati.Dia mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang.


Kurang lebih dua puluh menit kemudian,Aruni telah sampai di pelataran parkir khusu karyawan rumah sakit tempat nya bekerja.


Aruni segera memarkirkan kendaraan nya. Dia tampak celingukan.Melihat kesekeliling.Aruni sedang mencari sosok sahabat nya yaitu Ines.


"Biasanya Ines udah datang.Mana ya?" ucap Aruni pada diri nya sendiri.


Aruni yang tidak melihat keberadaan Ines langsung melangkahkan kaki nya ke dalam loker.


"Ines." panggil Aruni ketika melihat Ines dilorong rumah sakit.


"Apa?" tanya Ines ketus


"Ih,kok ketus gitu sih.Aku kan dah minta maaf. Besok aku traktir nasi kuning mang jajang ya." ucap Aruni sambil nyengir.


"Emm." jawab Ines sambil manyun.


"Jangan marah lagi dong sayang." ucap Aruni sambil merangkul Ines.


"Iya,engga." ucap Ines sambil tersenyum.


Kedua sahabat itu pun langsung berjalan bersama-sama menuju loker.


Ketika Aruni sedang di loker tiba-tiba ponsel nya berdering. Dan ketika dia melihat layar ponsel nya tertera nama Ari disana.


"Siapa yang telepon,Run?" tanya Ines yang melihat telepon Aruni berdering.


"Ari." jawab Aruni sambil memperlihatkan layar ponsel nya pada Ines.


"Ga usah diangkat deh.Nanti malah jadi masalah." ucap Ines.


"Iya." ucap Aruni sambil menonaktifkan handphone nya.


"Udah yu,masuk." ajak Ines pada Aruni


"Ayo." jawab Aruni.


Kedua sahabat itu pun lantas melangkahkan kaki mereka keruangan IGD.Karena hari ini mereka bertugas di IGD rumah sakit tersebut.


Aruni dan Ines langsung mengerjakan tugas nya masing-masing.


"Mba Aruni,ada yang cari. Orang nya di lobby ya" ucap seorang scurity yang bertugas didepan lobby rumah sakit.


"Hah?! Siapa pa?" tanya Aruni kaget.


"Ga tau mba.Cuma dia bilang mau bicara penting." ucap scurity itu lagi sambil ngeloyornpergi.


"Ines siapa ya kira-kira?" tanya Aruni pada Ines.


"Ga tau.Coba lu liat dulu sana." ucap Ines.


"Ya udah,gue liat dulu ya." ucap Aruni dan di jawab anggukan oleh Ines. "Dokter,Runi ijin sebentar ya kedepan." ucap Aruni pada dokter jaga yang ada saat itu.


"Iya." jawab singkat dokter itu.


Aruni yang sudah mendapat ijin dari atasan nya itu.Segera keluar menuju lobby untuk menemui siapa orang yang mencari nya itu.


Betapa terkejut nya Aruni ketika ia sampai di lobby rumah sakit.


"Aruni." Panggil orang itu ketika melihat Aruni.


"Mau ngapain lagi kamu kemari?" tanya Aruni ketus pada orang tersebut.Yang tak lain adalah Ari.


"Ari minta maaf ya,karena udah ganggu Aruni kerja." ucap Ari sambil berjalan pelan menuju Aruni.


"Stop!!" pekik Aruni yang merasa takut. Aruni melihat sekeliling. Dia melihat disana ada scurity yang berjaga,Aruni melangkahkan kaki mendekati scurity itu,untuk mencari perlindungan apa bila Ari melakukan tindakkan yang diluar batas seperti waktu dirumah Aruni beberapa waktu lalu. Aruni masih merasa trauma dengan kejadian itu.


"Tapi Ru."ucap Ari sambil melangkah.


"Aku bilang stop!Jangan maju lagi." ucap Aruni sedikit bergetar.


"Eh,mas jangan bikin ribut disini ya!" ucapa scurity yang ada di samping Aruni.


"Iya,aku udah maafin.Sekarang aku minta kamu pergi dari sini." ucap Aruni dengan suara yang masih bergetar.


"Ari tau,Ari salah sama Runi.Karena kejadian waktu dirumah.Ari minta maaf ya." ucap Ari lagi.


"Iya,iya..udah ya." ucap Aruni yang sudah merasa muak. "Pa,saya mau masuk.Kalau ada yang cari saya lagi.Bilang aja saya ga ada." ucap Aruni pada scurity yang berjaga dan lalu pergi meninggalkan Ari.


"Runi..Aruni..!" teriak Ari memanggil Aruni.


"Eh,mas jangan buat keributan disini.Atau saya tindak tegas ni." ucap scurity yang bertugas dilobby rumah sakit.


Aruni berjalan cepat menuju ruang IGD,tempat nya tadi sedang bekerja. Sesampainya Aruni di ruang IGD yang tampak sepi itu,Aruni langsung menuju meja yang dimana ada Ines disana. Aruni langsung duduk di sebelah Ines dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Lu,kenapa Run?" tanya Ines khawatir.


Aruni tak langsung menjawab pertanyaan Ines,dia lantas langsung memeluk Ines dan menumpahkan semua Air mata nya disana.


"Hei..lu kenapa?" tanya Ines yang makin panik karena mendengar Aruni menangis.Suara tangisan Aruni memang tak begitu kencang. Hanya orang yang disebelah nya yang bisa mendengar nya.


Aruni melepaskan pelukan nya pada Ines.Dia mencoba mengatur nafas nya.


"Tenang dulu.Atur nafas pelan-pelan." ucap Ines mengarahkan.


"Ari..tadi dateng Nes." ucap Aruni dengan terbata.


"Ari?! Mau ngapain dia kesini?" tanya Ines geram.


"Dia mau minta maaf kata nya." ucap Aruni pelan.


"Setelah dia ngilang lama,terus dia udah nikah juga, sakarang dia datang lagi mau minta maaf?jangan dimaafin Run,ini cobaan kamu mau nikah.Mantan balik lagi." ucap Ines menggebu-gebu.


Aruni tau Ines salah mengartikan,Ines pikir Ari hanya melakukan kesalahan karena dia menghilang dan dan sudah menikah. Ines belum tahu kalau Ari telah melakukan tindakan pelecehan pada Aruni. Aruni yang mendengar ucapan Ines hanya tersenyum sambil menganggukan kepala nya.


"Makasi ya Nes." ucap Aruni pelan.


"Iya,pokok nya jangan kasih kesempatan lagi sama si Ari b****s** itu." ucap Ines menyemangati. Dan hanya dijawab anggukan oleh Aruni. Aruni sengaja tidak menceritakan kejadian yang dilakukan Ari pada nya waktu dirumah nya.Karena menurut Aruni itu adalah Aib nya.


...


Sementara di tempat lain. Ari yang tengah kesal karena merasa di tolak oleh Aruni,mengendarai mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata.


"Sial!" pekik Ari sambil memukul stir mobil nya.


Ari menyandarkan satu tangan nya pada pintu mobil sambil memijit-mijit kening nya.


Ari yang sedang kesal pun memutuskan untuk pergi ke club malam.


Ari masuk kedalam salah satu club malam kalangan atas yang terkenal disana. Ari melangkahkan kaki nya menuju meja bartender.


Dia duduk disana dan memesan minuman.


Tiba-tiba ada seseorang menghampiri nya.


" Udah lama?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Seno sahabat baik Reno.


"Eh,lu Sen.Ga baru aja gue sampe." ucap Ari.


Ari dan Seno adalah sepupu. Ayah Seno adalah kakak dari ibu nya Ari.Maka nya mereka terlihat sangat akrab.


"Tumben lu kesini.Ada apa?" tanya Seno.Pasal nya Ari jarang mengunjungi club malam.Dia lebih sering langsung memesan wanita malam dan dibawa kehotel.Dia tak suka berada ditempat keramaian.


"Biasalah lagi suntuk." ucap Ari.


"Oh iya.Gue mau tanya,lu waktu abis main futsal,ketemu Reno lagi dan berantem?" tanya Seno.


" Iya." jawab Ari singkat.


"Kenapa?emang dia ada buat salah sama lu?" tanya Seno penasaran.


" Dia ngerebut pacar gue." jawab Ari kesal.


"Masa si,setau gue Reno bukan tipe yang mau punya masalah karena perempuan. Dan dia juga udah mau nikah beberapa minggu lagi." tutur Seno menjelaskan.


"Iya,yang mau dia nikahin itu cewe gue!" seru Ari.


"Tapi kan lu dah punya bini. Ngapain lu masih ngeributin calon istri orang?" tanya Seno.


"Gue udah bilangkan,gue ga cinta ama j****g itu. Dia yang udah ngejebak gue." ucap Ari makin kesal.


"Ya tapi kan dia udah jadi istri lu,dan ibu dari calon anak lu.Coba bersikap lebih dewasalah, jangan kaya gini terus.Lu makin lama makin tua. Jadi harus lebih pintar dalam bersikap.Difikir dulu baru bertindak." ucap Seno menasehati.


" Akh,lu ga usah banyak omong.Gue lagi ga pengen denger ceramah lu." jawab Ari sambil menenggak minuman nya.


next bab ya...