
Lona terbangun pagi pagi sekali, rasanya dia sangat ingin jalan jalan pagi di sekitar Komplek rumahnya.
Jam masih menunjukan pukul 5 pagi, Lona beranjak menuju kamar mandi membasuh wajahnya dan gosok gigi.
Sementara Zicko, tangannya menggerayang mencari seseorang di sampingnya namun dia tidak menemukannya.
" Lona kemana, ini masih sangat pagi " gumam Zicko dengan suara parau bangun tidur.
Pandangannya tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka dan Lona berjalan keluar dengan senyuman manis di wajahnya..
" Sayang,, Kamu mau kemana pagi pagi gini"
" Aku mau jalan jalan deket komplek Kak,, Temenin Yuk "
Zicko menatap jam yang masih jam 6 pagi, namun akhirnya dia pun mengangguk..
" Aku cuci muka dulu ya " Ucap Zicko mengusap rambut Lona
Lona duduk di tepi ranjang, perutnya yang sudah mulai membesar membuatnya sering kelelahan.
" Yuk,, " Ucap Zicko dengan memakai pakaian santainya
Lona mengangguk dan menggenggam tangan Zicko keluar kamarnya.
Semenjak perut Lona yang sudah besar, Zicko dan Lona pindah kamar di lantai bawah karena Lona yang sering kelelahan saat menaiki tangga menuju kamarnya.
-
Zicko dan Lona berjalan jalan dekat Komplek, ternyata begitu banyak orang orang yang berolah raga di sana bahkan ini pertama kalinya mereka keluar pagi.
Lona selalu tersenyum saat berpapasan dengan orang, dan beberapa mereka ada yang menyapa mereka.
" Permisi Bu " Ucap Lona ramah saat melewati beberapa orang yang sedang duduk
" Silahkan Non " Ucap mereka yang juga ramah.
Zicko menatap wajah Lona,,
" Sayang,, Kita istirahat dulu ya.. Kamu capek kan"
" Kita duduk di sana " Lanjut Zicko menunjuk taman komplek dan Lona mengangguk.
Mereka duduk di kursi taman, Lona meluruskan kakinya yang terasa pegal dan sedikit bengkak.
Sebenarnya Zicko merasa khawatir dengan kaki Lona yang membengkak namun menurut Dokter itu hal yang wajah di alami oleh Ibu Hamil.
" Pegel kakinya Yang "
" Iya Kak,, "
Zicko memijat Kaki Lona dengan penuh kasih, bahkan pemandangan mereka sukses membuat siapa saja yang melintas menatap takjub.
Banyak diantara mereka yang kagum melihat keharmonisan dan keromantisan mereka berdua.
Zicko yang terlihat sangat menyayangi istrinya.
Hingga seorang Ibu menghampiri mereka dengan senyumannya.
Lona menatap Zicko, pasalnya mereka tidak mengenalnya namun Lona memang selalu ramah dia pun tersenyum dan mengangguk.
" Terlihat suaminya sangat menyayangi,, Berapa bulan Nak "
" 6bulan Nek "
" Jaga Istri dan Anaknya, Jangan pernah sakiti istrinya yang sedang hamil "
Zicko menatapnya bingung namun kemudian mengangguk.
" Ya Sudah nenek duluan ya "
" Sikah kan Nek "
Lona terus menatapnya, namun dia kembali menatap suaminya yang masih memijat lembut kakinya.
" Mas,, Aku haus "
" Em,, Kamu tunggu di sini jangan kemana mana,, Aku beli minum dulu ya "
Lona mengangguk dan melihat Zicko berjalan menuju sebuah warung kecil dekat taman.
Lona menatap sekeliling, ternyata tidak hanya dirinya yang sedang hamil dan jalan jalan beberapa orang di sana juga terlihat hamil.
Pandangan Lona beralih menatap seorang anak kecil perempuan yang sedang bermain boneka, Lona tersenyum..
Dia membayangkan jika anaknya sudah lahir dan sudah besar pasti akan sangat menggemaskan.
" Sayang,, Kamu Lihatin apa " Ucap Zicko
" Anak kecil itu sangat Lucu dan menggemaskan Kak,,
Zicko melihat arah yang Lona tunjuk dan dia pun melihat seorang anak perempuan yang bermain di sana.
" Aku yakin anak kita akan sangat lucu seperti dia Yang " Ucap Zicko mengusap perut Lona
" Aw,, " Rintih Lona saat merasakan gerakan dari dalam perutnya.
" Sayang kenapa "
" Anak Kamu Kak,, " Ucap Lona tersenyum
Zicko tersenyum dan mengusap perut Lona,
" Sayangnya Daddy jangan nakal di perut Mommy ya Nak, kasihan Mommy kesakitan"
Zicko membuka tutup botol dan memberikan nya kepada Lona.
" Minum dulu Yang "
" Makasih Mas "
-
Zicko dan Lona masih betah berada di sana melihat begitu ramai orang yang masih berolah raga mungkin karena hari sabtu dan beberapa dari mereka yang libur kerja.