Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 128


Semua sudah berada di Rumah Sakit, Lona sudah mendapatkan penanganan dan luka di lehernya pun sudah di jahit untuk lukanya tidak dalam, namun kondisi Lona saat ini masih belum sadar karena obat bius yang sengaja di berikan dokter.


Sementara di ruangan lain, Semua menunggu Zicko yang sedang dioperasi untuk mengangkat peluru di tubuhnya.


Mama Mia, Sandi serta Lio berada di sana menunggu.


Terlihat Mama Mia terus menangis dan terpukul dengan semua yang menimpa Putra nya, dan Sandi terus menenangkannya.


-


Tian dan Biyanka terus menunggu Lona, mereka duduk di samping Lona yang masih terbaring dengan selang inpus di tangannya dan selang oksigen di hidungnya.


Biyanka terus menggenggam tangan Lona, air matanya tak henti menetes di pipi mulusnya, sama sekali tidak di sangka jika Lona akan mengalami hal seburuk ini.


" Sayang,, Jangan menangis Oke, Ade sudah di sini " Ucap Tian mengusap bahu Biyanka


" Tapi Mas, Kamu lihat putri kita, dia mengalami semua ini"


" Mas, bagaimana jika Lona sadar dan menanyakan Zicko " Ucap Biyanka menatap Wajah Lona.


Tian menghela napasnya,


Sudah pasti jika Lona akan menanyakan keadaan Zicko, sementara sekarang Zicko masih di operasi pengangkatan beberapa peluru di tubuhnya.


" Honey,, Maafin Papa tengah lengah menjaga Ade, Maaf Papa datang terlambat dan akibatnya kalian seperti ini,,


Coba saja Papa datang lebih awal pasti tidak akan terjadi semua ini"


FLASHBACK


Tian, Sandi juga Lio sudah sampai di tempat dimana salah satu anak buah Zicko mengantarkan Galang sesuai perintah Zicko, namun setelah Zicko membawa Galang, dia sama sekali tidak boleh ikut atau pun memberitahu tentang semua ini.


Namun, karena khawatir keselamatan Zicko, dia tetap menghubungi Sandi dan menunggunya datang.


Sekitar 15menit,


Tian, Sandi juga Lio sampai di sana mereka segera mencari keberadaan Zicko dengan melihat Gps dari ponselnya, dan membutuhkan waktu untuk sampai di sana serta halangan dari beberapa anak Buah ayah Galang selalu menyerang mereka menjadikan mereka lebih lama sampai.


-


Lona menggerakan jarinya,,


Biyanka yang terus menggenggam tangan Lona langsung mendongak, dan terlihat Lona mengerjabkan matanya,,


" Honey,, kamu sudah sadar sayang, mana yang sakit " Ucap Biyanka


" Mam, Ade dimana,, "


" Kamu di Rumah Sakit Sayang "


" Leher Ade sakit Mam "


" Kamu jangan banyak gerak ya, biar Mama panggil Dokter "


Biyanka akan beranjak, namun Lona menahannya..


" Mam, dimana Kak Zicko Mam.. Kak Zicko baik baik saja kan " Ucap Lona


" Ade,, Ade tenang ya Zicko bail baik saja "


" Engga Mam,, Ade mau ketemu Kak Zicko"


Lona terus memberontak, bahkan inpus di tangannya pun langsung di tarik.


" Ade mau ketemu Kak Zicko Mam "


" Astaga Ade,, " Ucap Tian yang baru saja masuk.


" Pa,, Kak Zicko baik baik saja kan " Ucap Lona menatap Tian


" Ade tenang ya, luka kamu masih basah Sayang, kamu jangan banyak gerak "


" Pa, dimana Kak Zicko,, Ade mau ketemu " Ucap Lona terisak


Tian memeluk tubuh Lona erat, dia tidak tega melihat putrinya seperti ini,,


" Pa, Ade mau ketemu Kak Zicko " Ucap Lona dalam pelukan Tian


" Iya Honey,, kita lihat Zicko tapi kamu tenang ya"


Tian terus mendekap Lona dan mengusap rambutnya.


Biyanka tidak kuat melihat putrinya seperti ini, dia pun menangis.


" Kak Zicko " Ucap Lona


" Kita lihat Zicko, Ade hati hati " Ucap Tian membopong tubuh Lona duduk di kursi roda.


-


Sementara di depan ruang Operasi, semua masih menunggu dan berharap Zicko akan baik baik saja.


Operasinya berjalan sangat lama, banyak peluru yang masuk ke dalam tubuh Zicko dan Dokter harus ekstra hati hati mengangkatnya.


Tian mendorong kursi roda menuju dimana sedang menunggu Zicko, Lona masih sangat lemah dan tidak mungkin dia berjalan.


Biyanka terus menggenggam tangan Lona, air matanya masih saja terus mengalir.


Tian pun sama, wajahnya sangat sendu melihat putrinya yang seperti ini.


" Ade " Ucap Lio langsung menghampiri Lona dan memeluknya


" Are Oke Honey " Ucap Lio memeluknya erat


" Bang, dimana Kak Zicko " Ucap Lona


Lio langsung melepaskan pelukannya, dia menatap wajah Lona yang sangat lemah bahkan luka di lehernya membuatnya sangat sakit, dari dulu Lona selalu di jaga bahkan sama sekali tidak pernah lecet walaupun sedikit namun sekarang Lona mendapatkan Luka hatinya sangat hancur melihatnya.


" Tante Mia " Ucap Lona


Lio beranjak, dan Tian kembali mendorongnya mendekati Mia yang juga masih terus menangis.


" Lona,, " Ucap Mia langsung memeluk Lona


" Tante, dimana Kak Zicko, bagaimana keadaannya " Ucap Lona


" Zicko masih di dalam Sayang, kita berdoa yang terbaik untuk Zicko ya "


Air mata Lona menetes begitu deras di wajahnya, dia tidak menyangka akan terjadi semua ini dengannya juga dengan Zicko.


Kejadian yang sangat membuatnya syok bahkan membuatnya terluka.


Ceklek,,


Pintu ruangan terbuka, dan terlihat seorang Dokter yang berjalan keluar,,