Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
HONEYMOON#Part 2


Pagi hari di kota Paris,saat itu Reno dan Aruni baru saja melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.


Selesai menjalankan kewajiban mereka Aruni kembali keatas tempat tidur.Karena saat itu udara disana sangat dingin,karena hujan yang turun dari semalam.


"Mas,hari ini kita schedule kemana?"tanya Aruni saat diatas tempat tidur.


"Dikamar aja ya,lebih enak." jawab Reno sambil memeluk istri nya.


"Ish,ngapain kita jauh-jauh kesini kalau cuma mau dikamar." ucap Aruni kesal.


"Hahahaha,jangan ngambek dong,hari ini kita Pont des Arts,mau ga." ucap Reno lembut.


"Tempat apa itu mas?" tanya Aruni yang memang tidak pernah mendengar nama itu.


"Itu adalah jembatan gembok cinta,disana nanti akan ada ribuan bahkan mungkin jutaan gembok tergantung yang bertuliskan nama pasangan yang sudah datang kesana,dibawah nya juga ada aliran sungai.Pokoknya romantis deh,bagai mana mau ga?" ucap Reno menjelaskan.


"Mau mas.Mas,aku laper." ucap Aruni pelan.


"Ya udah kamu siap-siap dulu,habis itu kita makan." ucap Reno sambil membelai lembut rambut istri nya.


"Siap bos."ucap Aruni sambil beranjak dari kasur nya.


Reno dan Aruni pun keluar dari kamar mereka,dan menuju restoran hotel untuk sarapan disana.


Reno dan Aruni menempati sebuah meja makan dekat dengan jendela.Yang menyuguhkan sebuah pemandangan yang sangat indah.


"Mas,terimakasih banyak ya,kamu udah ngajak aku kesini."


"Iya,sama-sama.Saya pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk kamu."


"Ah,mas Reno.Kamu tuh bikin hati aku meleleh deh mas."


"Masa sih?"


"Iya beneran."


"Tapi semua itu engga gratis lho."bisik Reno.


"Mas Reno minta bayaran sama aku?uang kamu kan lebih banyak dari aku mas?!" ucap Aruni kesal.


"Saya ga minta pakai uang."bisik Reno lagi sambil mengarahkan pandangan nya pada bagian vital Aruni.


"Ish,mas Reno mesum." ucap Aruni sambil mencubit pinggang suami nya.


"Aww,sakit..sakit,iya..iya ampun." pekik Reno sambil berusaha melepaskan cubitan Aruni yang seperti capit kepiting.


"Awas ya kalau begitu lagi ngomongnya!" seru Aruni sambil melepaskan cubitan nya.


"Iya-iya.Ampun deh cubitan kamu panas banget sih?!"


"Makanya jangan macem-macem."


"Hemm."


Reno dan Aruni pun melanjutakan sarapan mereka.Selesai sarapan Reno dan Aruni segera keluar dari hotel.Mereka berencana akan mengunjungi Pont des Arts atau jembatan gembok cinta.


Reno dan Aruni menuju Pont des Arts,mereka menaiki mobil mewah yang memang sudah di sewa Reno selama mereka berada di kota paris.


"Bonjour monsieur et madame(Selamat pagi tuan dan nona)." ucap supir yang akan mengantar Reno dan Aruni dalam bahasa prancis.


"Bonjour (selamat pagi)." jawab Reno dalam bahasa prancis juga.


"Où allons-nous ce matin monsieur(Kemana tujuan kita pagi ini tuan)?" tanya sang supir.


"Nous visiterons Pont des Arts(kami akan mengunjungi Pont des Arts)." jawab Reno.


"Ok monsieur, pouvons-nous y aller maintenant (baik tuan,apa kita bisa berangkat sekarang)?" tanya sang supir lagi.


"Bien sûr, conduisez prudemment hein(Tentu berkendaralah dengan hati-hati ya)?" ucap Reno.


"Oui monsieur(baik tuan)." ucap sang supir yang langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Mas,tadi kamu ngomong pakai bahasa Prancis ya?" tanya Aruni kemudian.


"Iya." jawab Reno sambil tersrnyum.


"Wah,kamu keren banget mas!" ucap Aruni kagum.


"Ah,biasa aja.Jangan buat saya Ge'Er dong." jawab Reno sambil tersenyum.


"Tapi kamu memang beneran hebat mas,kamu bisa bahasa korea,bahasa ingris,bahasa jepang, sekarang bahasa prancis.Kamu luar biasa mas!" ucap Aruni yang merasa kagum dengan kemampuan suami nya.


"Masih ada lagi,bahasa mandarin,jepang,arab,jerman,afrika,saya bisa.Hahaha." ucap Reno sambil tertawa.


"Masyaallah mas,seriusan?" tanya Aruni tak percaya.


"He'eh." jawab Reno sambil tersenyum.


"Mas,kapan-kapan ajarin aku dong." ucap Aruni memohon.


"Iya nanti ya, pelan-pelan kamu saya ajarin beberapa bahasa asing." jawab Reno lembut.


Tak terasa Reno dan Aruni sudah tiba di Pont des Arts. Mereka segera turun dari mobil dan segera melangkahkan kaki mereka menuju jembatan indah itu.


Sebelum mereka sampai di jembatan,Reno melihat ada penjual gembok disana.Reno kemudian membeli sebuah gembok dan kemudian langsung minta di ukirkan nama mereka berdua diatas gembok itu.


"Monsieur c'est une serrure(Tuan ini gembok nya)." ucap penjual gembok itu sambil menyerahkan gembok beserta kuncinya.


"Merci." ucap Reno sambil menerima gembok itu dan menyerahkan uang 20euro.


"Mas kamu beli gembok ini untuk apa?" tanya Aruni bingung.


Reno dan Aruni berjalan menyusuri Pont des Arts sambil terus bergandengan tangan.


Bukan hanya Reno dan Aruni,banyak para muda mudi bahkan orang-orang tua yang sedang memadu kasih mereka di atas jembatan gembok cinta.


"Nah,disini aja ni kosong." ucap Reno sambil berjongkok untuk memasangkan gembok yang bertuliskam nama nya dan Aruni disalah satu sisi jembatan. "Nah,sudah terpasang.Terus menurut aturan orang-orang disini,kita harus melempar kuncinya kedalam sungai ini.Agar cinta kita dapat abadi selamanya.Karena hati kita sudah terkunci satu sama laim oleh gembok ini." ucap Reno menjelaskan.


Kemudian Aruni dan Reno pun melempar kunci gembok mereka kedalam sungai. Setelah melempar kunci gembok kedalam sungai,Reno kemudian memeluk erat istrinya.


"Semoga cinta kita semakin tumbuh setiap hari nya.Supaya kita bisa terus mencintai selama-lama nya.Aruni saya mencintai kamu."ucap Reno pelan sambil terus memeluk istri nya.


"Iya mas.Aku juga mencintai kamu mas." jawab Aruni pelan yang masih dalam pelukan suami nya.


Cukup lama Aruni dan Reno saling berpelukan. Sampai akhir nya Reno melepas pelukan nya,karena mendapat cubitan kecil dipinggang nya dari Aruni.


"Aww..sakit." rintih Reno pelan.


"Lagian meluk nya lama banget.Malu kan mas banyak orang." ucap Aruni pelan.


"Heheheh..iya maaf,lupa kalau lagi diluar." ucap Reno sambil tertawa.


Reno dan Aruni pun melanjutkan perjalanan mereka,sambil terus bergandengan tangan.


Mereka kemudian memasuki sebuah kedai Es krim di sana.


Reno dan Aruni menikmati es krim khas kota paris. Cukup lama Reno dan Aruni berada di kedai Es krim tersebut.


Jam makan siangpun tiba Reno dan Aruni memutuskan untuk makan siang disebuah restoran tak jauh dari Pont des Arts. Reno dan Aruni menempati meja di sudut restoran dengan view pemandangan jembatan yang indah.


"Mas,terimakasih banyak ya.Kamu udah bawa aku kesini." ucap Aruni sambil menyandarkan kepala nya di bahu suami nya.


"Iya sama-sama.Pokok nya sebisa mungkin saya akan memberikan yang terbaik untuk kamu." ucap Reno sambil membelai lembut pipi istri nya.


Reno dan Aruni menlanjutkan perjalanan mereka. Reno memutuskan mengajak Aruni ke Galeries Lafayette,sebuah pusat perbelanjaan orang-orang kalangan atas kelas dunia. Banyak barang-barang branded disana seperti Chanel, Louis Vuitton dan Hermes.


Reno dan Aruni masuk kedalam Galeries Lafayette.Disana mereka disuguhkan oleh berbagai toko yang menjual barang-barang branded.


Reno dan Aruni memasuki sebuah toko branded terkenal.Disana terdapat banyak tas-tas,sepatu,pakaian dan aksesories lain nya.


"Kamu suka?" tanya Reno pada Aruni yang sedang memegang sebuah hand bag.


"Ah..engga mas." jawab Aruni sambil meletakan kembali hand bag tersebut.


"Kenapa?kurang bagus?Pilih yang lain aja." ucap Reno sambil memegangi tangan istri nya.


"Ga usah mas.Kita cari di tempat lain aja yu mas."


"Kenapa?disini ga ada selera kamu ya?"


"Iya mas."


"Ya udah,yuk kita ketoko lain."Ajak Reno sambil menggandeng tangan Aruni.


Reno dan Aruni pun keluar dari toko itu.Dan berjalan menuju toko yang lain. Reno mengajak Aruni memasuki sebuah toko branded lain nya.


Disana pun sama terdapat pakaian,tas,sepatu dan aksesoris lain nya.


Aruni hanya dapat menghela nafas,saat melihat bandrol harga yang tertera pada prodak yang ia pegang.


Reno yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


"Ambil aja yang kamu mau.Saya yang bayar." bisik Reno sambil meraih pinggang istri nya.


"Ish,mas Reno ngagetin aja sih." ucap Aruni. "Ga usahlah mas,sayang uang nya." jawab Aruni.


"Ga apa-apa,hari ini adalah hari kamu.Jadi saya akan penuhin semua kemauan kamu." ucap Reno pelan.


"Ga usah mas,itu bukan kebutuhan mendesak.Jadi untuk saat ini aku belum butuh mas." jawab Aruni sambil berjalan.


"Tunggu!" ucap Reno sambil menarik tangan Aruni.


"Kalau ga ada yang kamu beli,saya justru akan marah sama kamu.Karena itu berati kamu merendahkan saya." ucap Reno tegas.


"Lho merendahkan bagai mana mas,aku cuma ga mau buang-buang uang.Kan sayang uang nya."


"Iya itu sama saja kamu menganggap saya tidak mampu.Saya bukan tipe orang yang suka berhemat,dan saya bukan tipe orang yang takut kehabisan uang."


"Sombong banget sih mas kamu ngomong nya.Aku tuh cuma ga mau ngabisin uang kamu."


"Kalau uang saya habis untuk kamu ga masalah. Karena kan memang saya bekerja untuk kamu dan calon anak kita nanti."


"Iya mas,aku tahu.Tapi kan sayang mas,itu mahal banget."


"Kalau saya bilang beli,itu tanda nya saya masih punya banyak uang.Jadi sekarang saya minta kamu pilih apapun barang yang kamu mau.Jangan sampai saya yang pilihin."


"Ish,ternyata kamu mah orang nya tukang maksa ya mas."


"Ga apa-apa lah,kan demi kebaikan."


"Tapi mas.."


"Pokok nya ga ada tapi-tapian.Sekarang kamu pilih apa yang kamu mau,jangan pikirin bayar nya ya."


"Emm.." jawab Aruni sambil berjalan menjauhi Reno. "Ish,mas Reno ni,selalu aja maksa."gumam Aruni.


Reno yang mendengar ucapan istri nya itu hnya dapat tersenyu.


Akhirnya hari itu Aruni membeli beberapa tas,pakaian,sandal,sepatu dan aksesoris.Reno benar-benar memanjakan istrinya dengan barang-barang mewah yang ada disana.


Next bab ya...