Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 129


Dokter keluar dari dalam ruang Operasi dengan wajah yang sangat lelah, bagaimana tidak, Operasi berlangsung lama..


Semua berjalan mendekat, Sandi terus membatu Mia..


" Bagaimana keadaan Anak saya Dok" Ucap Mia


Dokter menatap mereka dan menghela napasnya panjang,,


" Kami sudah melakukan yang terbaik untuk Pasien,, ada 4 peluru yang menembus tubuh Pasien saat ini "


" Astaga " Ucap Mia terisak


" Gak mungkin, Kak Zicko " Ucap Lona menangis


" Terus bagaimana keadaannya Dok" Ucap Sandi


" Pasien dalam masa kritis, salah satu peluru hampir menembus jantungnya, kita berdoa yang terbaik untuk pasien "


Bruggg..


Tante Mia jatuh pingsan dan untung Sandi cepat menangkapnya..


" Tante Mia " Ucap Sandi


" Kak Zicko " Teriak Lona dia terus terisak bahkan dia melupakan luka di lehernya yang masih basah..


" Ade Ade,, Honey.. Kamu tenang sayang, Zicko akan sembuh Oke " Ucap Tian memeluk tubuh Lona


Sementara Lio, memeluk Biyanka yang juga menangis melihat Lona, juga mendengar kabar Zicko.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Lona sudah berada di ruang inapnya, dia terus menangis bahkan sama sekali tidak mau makan atau pun minum,,


Biyanka sangat sedih melihat putrinya seperti ini, hatinya hancur.


Tidak berbeda jauh dengan Tian juga Lio, mereka sangat sedih melihat Lona.


Tiba tiba ponsel Tian berdering dan terlihat dari Ben yang menelponnya,


Dengan segera Tian keluar ruangan.


" Apa kamu sudah mendapatkan informasinya" Ucap Tian


" Sudah Tuan, yang menculik Non Lona juga menyerang Mas Zicko adalah Ayah dari Galang Saputra, Mario Saputra " Ucap Ben


" Galang Saputra, Bukannya dia dulu pernah membuat masalah dengan Lona saat di Sekolah dulu"


" Benar Tuan, dan Galang kuliah di kampus yang sama dengan Non Lona, selama ini Galang selalu membuat keributan dengan Non Lona, hingga Mas Zicko dan Mas Sandi menjebaknya dan mengurungnya beberapa hari hingga Ayah Galang kembali ke Jakarta dan membalasnya"


Tian mengusap wajahnya kasar,. Ternyata Mereka masih mencari masalah dengannya bahkan setelah bertahun tahun.


" Tuan,, " Ucap Ben di seberang


" Kamu urus semua "


" Baik Tuan, Saya akan langsung memakamkan mereka "


" Pa " Ucap Lio yang keluar dan duduk di samping Tian


Tian menoleh dan tersenyum..


" Papa kenapa "


" Engga Bang, Papa gakpapa, bagaiman keadaan Ade "


" Ade masih belum mau makan Pa,, "


Tian mengusap bahu Lio, terlihat jelas Lio sangat khawatir dan sebagai seorang Ayah, Tian harus kuat menghadapi semua karena masih ada anak juga istrinya yang membutuhkannya.


" Kita masuk ya " Ucap Tian dan Lio mengangguk


Mereka masuk ke dalam dan melihat Lona yang masih saja terus menangis,


" Honey,, " Ucap Tian


" Pa, Ade takut Kak Zicko kenapa kenapa, Kak Zicko akan bangun kan Pa "


" Pasti Honey,, Zicko akan kembali bersama kita. Sekarang Ade makan minum obat ya"


Lona menggeleng, namun dia merasakan sakit di lehernya..


" Aw sakit,, " Rintih Lona memegang lehernya


Tian, Biyanka juga Lio panik karena luka Lona kembali berdarah, Lio pun segera memanggil Dokter.


-


Tian memeluk Biyanka yang sangat sedih, dia terus menangis tanpa henti.


" Mas, Lona Mas "


" Sst,, Ade akan sembuh sayang, Kamu tenang ya "


Dokter yang memeriksa Lona keluar,,


" Bagaimana keadaan Lona Dok " Ucap Lio


" Lukanya kembali terbuka karena Non Lona terus bergerak,Namun saya sudah memberikannya obat penenang dans sekarang Non Lona sedang tidur "


" Astaga " Ucap Biyanka kembali menangis


" Sayang kamu tenang ya "


" Maaf Tuan,Nyonya saya minta agar Non Lona tidak banyak gerak karena akan kembali melukai lehernya dan jahitannya akan kembali terbuka, Dan itu akan membahayakan "


" Baik Dok terima kasih " Ucap Tian


Tian terus mendekap Biyanka yang menangis, bahkan Tian sendiri menyeka air mata yang juga keluar dari matanya.


Lio dia kembali duduk, menundukan kepalanya dan dia pun terlihat menangis.