
Pagi ini Aruni bangun sedikit agak kesiangan, karena sehabis shalat subuh dia ketiduran dan akhir nya dia kesiangan.Karena jam sudah menunjukan pukul 9.30 pagi.
Aruni yang baru selesai sarapan langsung menuju kamar nya yang saat ini sedang di tata ulang oleh mbak Sisca sang designer interior.
"Hallo mbak Sisca,bagai mana mbak?udah sampai mana ni pengerjaan nya?" tanya Aruni saat menemui mbak Sisca.
"Hai mbak Aruni,ini mbak sudah hampir 95% selesai.Tinggal pasang bingkai dan lampu serta kelambu saja mbak." jawab mbak Sisca menjelaskan.
"Oke deh mbak Sisca,aku percain semua nya sama mba Sisca ya.Aku tinggal dulu ya mbak kebawah." ucap Aruni sopan.
"Baik mbak Aruni." Jawab mbak Sisca sambil tersenyum.
Aruni pun kemudian meninggalkan kamar nga yang sedang di renovasi.
...
Sementara ditempat lain,Reno yang baru saja bangun dari tidur nya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Untuk kemudian dia akan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
Karena negara tempat Reno berada saat ini perbedaan waktu nya hampir lima jam dengan negara asal nya.
Reno memjalanan kan kewajiban nya sebagai seorang musli.
Selesai menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim,Reno langsung meraih ponsel nya.Untuk meminta Ali agar kekamar nya.
Tok...tok..tok..
Sura ketukan pintu kamar Reno,yang diyakini itu adalah Ali yang mengetuk nya.
"Masuk Al." ucap Reno dari dalam.
Cekleek..Ali pun membuka pintu kamar Reno dan menyembul masuk kedalam.
"Maaf tuan ada apa?"tanya Reno saat memasuki kamar Reno.
"Apa schedule kita hari ini?" tanya Reno kepada Ali.
"Schedule kita hari ini hanya tinggal membuat kesepakatan kontrak kerja dengan perusahaan milik tuan Bernady ." ucap Ali sambil memberikan sebuah map coklat berisi kontrak kerja sama yang harus ditanda
"Setelah itu tak ada lagi?" tanya Reno sambil menerima map yang diberikan oleh Ali
"Tidak ada lagi tuan semuanya sudah kita kerjakan kemarin, dan hari ini kita cukup menandatangani berkas kerjasama setelah itu kita free." ucap Ali menjelaskan.
" Oke selesaikan semua hari ini, setelah itu kamu booking tiket pesawat untuk kita pulang. karena saya ingin memberi kejutan kepada istri saya." ucap Reno memberi perintah kepada Ali
" Baik tuan." jawab Ali patuh.
" Oke kamu boleh kembali." ucap Reno pelan.
Ali pun keluar dari kamar Reno dan dan kembali ke kamarnya.
Siang harinya Reno dan Ali pergi menuju perusahaan tuan Bernady. mereka melakukan meeting di perusahaan tuan Bernadi untuk membicarakan dan menandatangani kontrak kerjasama.
cukup lama Tuan Bernardi dan Reno melakukan meeting. Hingga jam makan siang pun tiba dan mereka akhirnya makan siang bersama.
Setelah makan siang dan berkas kerja sama telah di tanda tangani, Reno pun keluar dari perusahaan tuan bernady dan langsung menuju bandara untuk lakukan penerbangan di pukul tiga sore.
Reno sengaja pulang lebih awal untuk memberikan kejutan kepada istrinya. Dia pun tidak memberitahukan pada istrinya bahwa hari ini ia akan kembali ke tanah air.
"Baik tuan." jawab Ali singkat.
Reno dan Ali pun menggunakan pesawat komersial kelas satu.Reno sengaja menggunakan pesawat komersial untuk kembali ke tanah air nya agar istri nya tidak mengetahui kepulangan nya.
...
Sementara itu ditempat berbeda,Aruni sedang membaca sebuah novel dikamar nya.Ini kali pertama Aruni tidur lagi dikamar nya dan Reno,setelah direnovasi.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Aruni sudah merasakan kantuk yang teramat. Dia pun memutuskan untuk tidur agar besok pagi lebih fresh.Karena besok suami nya akan pulang.Aruni tidak ingin terlihat kurang tidur didepan suami nya.
Aruni pun mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur big size miliknya.
"Mas Reno kira-kira lagi ngapain ya,Kok dia seharian ini nggak menghubungi aku sih?" tanya Aruni pada diri nya sendiri.
" Apa aku coba menghubungi mas Reno duluan aja ya?" tanya Aruni pada dirinya sendiri lagi.
Aruni pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas untuk menghubungi suaminya. Aruni pun mulai melakukan panggilan telepon kepada suaminya.
" Loh kok nomornya mas Reno nggak aktif sih?" gumam aruni saat panggilan teleponnya kepada suaminya tidak terhubung.
" Aku coba sekali lagi deh." komam aruni lagi sambil terus mencoba menghubungi suaminya lewat sambungan telepon.
" Ish,mas Reno kemana sih kok nomornya malah nggak aktif gini?" aruni yang tampak kesal.
" Oh iya aku coba hubungin Ali aja deh?" gumam Aruni yang kemudian menekan nomor telepon Ali pada ponselnya.
"Dih,dua makhluk ini kemana sih,kok ponsel nya gak aktif bisa barengan?" ucap Aruni pelan.
Aruni mulai kesal,dia pun menaruh lagi ponsel nya diatas nakas.Dan dia kemudian langsung merebahkan diri untunk tidur.Aruni pun menarik selimut hingga sebatas dada.
Tak lupa Aruni pun mematikan lampu tidur diatas nakas.Dan dia mulai memejamkan mata.
...
Sementara itu ditempat berbeda Reno yang tengah diatas pesawat tengah memejamkan mata nya untuk sekedar mengistirahatkan tubuh nya.
Sementara Ali dia sibuk memeriksa berkas kerjasama yang tadi sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Ali tampak serius memeriksa berkas-berkas itu dia membolak-balikkan dan membaca secara detail berkas tersebut.
"Al, bagaimana keadaan Natasya?" tanya Reno pada Ali sambil terus memejamkan matanya.
" Masih belum ada perkembangan tuan, terakhir saya menghubungi ayahnya,Natasya masih belum sadar dari komanya." ucap Ali sambil memasukkan lembaran-lembaran berkas kerjasama itu ke dalam map.
" Lalu, untuk anaknya sendiri bagaimana?" tanya Reno lagi sambil tetap memejamkan matanya.
" Untuk anaknya sendiri sudah pulang beberapa hari yang lalu ke rumah.Namun tetap masih dalam pengawasan dokter yang tetap harus kontrol ke rumah sakit." jawab alih tampak membuang muka ke arah jendela pesawat.
" Kamu harus sabar Al,karena saya yakin setelah ini pasti kamu akan mendapatkan bahagia.Ingat selalu ada pelangi setelah badai." ucap Reno yang kali ini membuka matanya sambil menatap Ali.
" Iya tuan,terima kasih banyak." jawab alis sambil menatap ke arah Reno juga.
Kemudian seketika itu pun suasana menjadi hening, Reno dan Ali keduanya saling diam.Reno meminjamkan kembali matanya sementara Ali memandang keluar jendela.
next bab ya say..