
Sandi masih bersiap di kamarnya,
Hari ini dia akan menuju rumah Anisa dengan kedua orang tuanya.
Sementara orang tuanya sudah siap dan menunggunya di bawah.
" Mi,, dimana Sandi lama sekali dia "
" Sebentar Pi, Mami panggil dulu "
Mami Santi pun berjalan menuju kamar putranya,
" Kak,, "
" Ya Mam "
" Ayok dong, Sudah siang ini "
" Ya Mam "
Sandi yang terlihat sedang memakai jam tangannya pun segera berjalan keluar.
-
Mereka menggunakan dua mobil, Sandi mengendarai mobilnya dan kedua orang tuanya menggunakan mobil sendiri.
Tidak butuh waktu lama mobil mereka berhenti di sebuah rumah sederhana, Sandi langsung turun begitu juga dengan kedua orang taunya.
" Ini rumah Anisa " Ucap Mami Sandi dan Sandi mengangguk
" Kita masuk saja " Ucap Papi Atmaja
Mereka berjalan masuk,,
Sandi mengetuk pintu rumahnya, terdengar suara Anisa dari dalam rumah.
" Permisi,, Nis ini Gue " Ucap Sandi
" Ya Mas sebentar "
Anisa membuka pintu rumahnya, dia kaget saat melihat Sandi bersama seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya.
" Mas Sandi " Ucap Anisa
" Nis kenalin ini Orang tua gue "
" Halo Anisa Tante "
" Santi Mami nya Sandi "
" Halo Anisa Om "
" Atmaja Papi nya Sandi "
" Oh ya silahkan masuk Om, Tante " Ucap Anisa tersenyum
Mereka berjalan masuk,,
" Silahkan duduk Om Tante "
" Nis,, siapa yang datang " Ucap Bu Widya dari dalam
Bu Widya kaget dan menatap Anisa,,
" Bu,, ini orang tua Mas Sandi " Ucap Anisa
" Tante, kenalin ini Orang tua saya "
" Maaf sebelumnya jika kedatangan kami ke sini membuat Bu Widya juga Anisa bingung, Namun kami sebagai orang tua Sandi hanya ingin mengantarkan anak kami untuk melamar anak Ibu,, Anisa " Ucap Pak Atmaja
Anisa membulatkan matanya,
Sandi sama sekali tidak menceritakan semuanya bahkan saat kemarin mereka bersama pun Sandi tidak bicara.
" Bu Widya pasti Sangat kaget, tapi Sandi meminta kami datang apa Sandi tidak memberitahu Anisa " Ucap Mami Santi
" Ti - tidak Tante "
" Kak "
" Maaf Mih, Aku lupa " Ucap Sandi menggaruk tengkuknya
" Jadi bagaimana Bu Widya, apa lamaran anak kami " Lanjut Atmaja
" Maaf sebelumnya, Saya sangat kaget dan memang saya sama sekali tidak tau akan hal ini, namun sebagai orang tua saya hanya bisa menyerahkan semua keputusan kepada Anisa, karena kelak mereka yang akan menjalankannya "
Anis hanya menunduk,
Jantungnya berdetak sangat kencang bahkan ingin rasanya dia menjerit karena kaget namun tidak mungkin dengan situasi sekarang apa lagi di saat dirinya bersama kedua Orang tua Sandi
" Anisa " Ucap Bu Widya
" I- Iya Bu "
" Jadi bagaiman Nak, Apa kamu mau menerima Lamaran Sandi " Ucap Santi tersenyum
Anisa menatap Bu Widya yang nampak tersenyum, dia kemudian beralih menatap Sandi yang juga menatapnya.
Dia pun menghela napas dan mengangguk.
" Syukurlah,, " Ucap Santi
Anisa menunduk dan tersenyum,
Sandi tersenyum dengan jawaban Anisa,,
" Kak,, cincinnya "
" Oya Mam, lupa "
" Kamu tuh,, Minta Papi Mami melamar kekasih kamu, kamu malah lupa " Ucap Pap Atmaja dan semu tertawa
Sandi mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membukanya.
Terlihat sepasang cincin di sana,
Sandi memakai pada jari manis Anisa begitu pun sebaliknya.
Kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia begitu juga dengan Anisa dan Sandi yang tampak jelas jika mereka sangat bahagia.
" Astaga,, Sebentar Pa Bu " Ucap Bu Widya
Dan tidak lama Bu Widya kembali dengan membawa nampan berisi teh dan menyuguhkannya.
" Silahkan Pa, Bu Nak Sandi, Maaf hanya teh"
" Jadi merepotkan " Ucap Mami Santi
Mereka menikmati teh hangatnya dengan berbincang di sana,
Namun Sandi dan Anisa terus saling pandang hati mereka sedang berbunga saat ini apalagi Anisa, dia sangat bahagia karena kekasihnya serius dengannya bahkan dia sama sekali tidak pernah berpikir jika akan secepat ini Sandi melamarnya.