
Pagi hari Aruni sudah siap dengan gauan brokat yang dipadupadan kan dengan kain satin sebagai pemanis nya,dengan warna hijau tosca.
Gaun itu merupakan seragam bridesmaid yang diberikan oleh Ines untuk acara pernikahan nya.
"Sayang,bagai mana kita berangkat sekarang?" tanya Reno yang memeluk Aruni dari belakang.
"Masyaallah,suami ku ganteng banget." jawab Aruni yang melihat pantulan bayangan diri nya dan Reno di cermin.
Reno yang menggunakan kemeja dengan warna yang senada dengan Aruni,serta celana bahan berwarna hitam tak lupa sepatu pantopel nya.Yang membuat Reno terlihat sangat tampan dan juga macho.
Reno tak menjawab ucapan Aruni,dia hanya memberikan kecupan manis di b*b*r sang istri.
"Mas,jangan macem-macem deh.Aku udah dandan cantik gini ,jangan sampe make up aku berantakan karena kamu." ucap Aruni setelah Reno melepaskan pungutan nya.
"Iya sayang,maaf ya.Kita jadi berangkat sekarang?" tanya Reno sambil terus memeluk istri nya.
"Jadi dong,aku kan mau menyaksikan prosesi ijab qobul nya Ines dan calon suami nya." jawab Aruni sambil membenarkan kerah kemeja suami nya.
"Yaudah yu kita berangkat sekarang nyonya Aruni." ucap Reno sambil memberikan lengan nya untuk digandeng oleh Aruni dengan senyum menawan nya.
"Baik tuan Reno." jawab Aruni sambil tersenyum riang dan menggandeng lengan suami nya.
Pasangan suami istri itu pun melangkahkan kaki mereka bersamaan menuju luar rumah.
Dia halaman parkir mobil Reno telah siap,Reno menggendarai mobil nya sendiri kali ini. Tentunya masih dengan pengawalan ketat untuk berjaga-jaga,karena memang sampai saat ini Alan belum ditemukan.
Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.Sesekali ia juga mencium punggung tangan kanan istri nya.Reno nampak begitu menikmati moment itu,Reno seperti tak ingin lagi kehilangan istri nya.Bagi nya kehilang Aruni sama dengan kehilangan separuh jiwa nya.
"Mas,kamu nanti disana jangan jauh-jauh dari aku ya!"ucap Aruni tegas.
"Lho kenapa?" tanya Reno belaga polos.
"Ya pokok nya ga boleh,terus juga jangan tebar pesona." ucap Aruni lagi.
"Sayang,suami kamu tuh pesona nya sudah bertebaran dimana-mana.Jadi saya ga perlu lagi tebar pesona karena memang sudah bertebaran."jawab Reno sambil tersenyum tetapi tetap fokus menyetir.
"Ish,GE ER banget si." ucap Aruni sambil menyebikan bibir nya.
"Ga apa-apa GE ER sama istri sendiri ini." ucap Reno tersenyum.
...
Reno dan Aruni pun telah tiba disebuah pelataran parkir gedung serbaguna tempat acara pernikahan Ines dan sang kekasi digela.
Memang bukan di gedung mewah atau hotel berbintang,tapi dekorasi nya semua tampak indah dan mewah.
"Mas dekorasi nya bagus ya?" ucap Aruni sambil melangkah sambil bergandengan tangan dengan suami nya.
"Iya sayang." jawab Reno sambil tersenyun.
Aruni dan Reno berjalan sambil terus bergandengan menuju tempat acara.Beberapa kali Reno membalas sapaan dari beberapa orang yang bekerja di rumah sakit milik nya.
Reno dan Aruni sudah berada di dalam gedung resepsi.Mereka menempati kursi yang sudah disediakan untuk tamu oleh pihak WO.
Acara hampir dimulai,Ines dan sang kekasih sudah duduk di tempat yang disediakan untuk melaksanakan Ijab dan Qobul.
Ines tampak sangat cantik dengan kebaya berwarna putih tulang membalut tubuh nya.
Aruni yang menyaksikan sahabat nya yang sebentar lagi akan melepas masa lajang nya tak kuasa menahan haru.Apa lagi saat Ines meminta ijin menikah kepada kedua orang tua nya.
Air mata Aruni tak dapat dibendung lagi,akhir nya air mata Aruni pun tumpah membasahi pipi nya.
"Sayang,kamu menangis?" tanya Reno ketika melihat sang istri menangis.
"Hah,i..iya mas.Aku ikutan terharu mas,inget waktu kita nikah dulu." jawab Aruni sambil mengelap air mata nya dengan tisu.
"Sudah jangan menangis,nanti cantik nya hilang." ucap Reno sambil mengusap tangan istri nya.
"Kamu bisa aja mas." jawab Aruni sambil tersenyum.
Akhir nya prosisi ijab qobul Ines pun berjalan dengan lancar.Semua merasa lega dan senag,akhir nya Ines resmi menikah dengan pujaan hati nya.
Para tamu undangan pun satu persatu mulai menyalami kedua mempelai untuk memberikan ucapan selamat serta doa restu.
Sampai akhir nya tiba giliran Reno dan Aruni, mereka pun tak mau kalah dengan tamu undangan yang lain.Mereka berdua pun menaiki panggung pelaminan untuk memberikan doa restu mereka kepada kedua mempelai.
"Ines selamat ya,sekarang kamu sudah jadi istri Nes.Jangan nakal-nakal lagi ya." goda Aruni sambil memeluk sahabat nya itu.
"Terimakasih ya Run,tenang aku sekarang ga akan nakal lagi." jawab Ines masih dalam pelukan sahabat nya.
Tak lupa Aruni pun memberikan ucapan selamat kepada suami Ines.Begitu pun dengan Reno dia menyalami kedua mempelai juga dan tak lupa dengan doa restu dan tentunya amplop yang berisikan sejumlah uang tunai yang lumayan banyak untuk kedua mempelai.
Selesai memberikan doa restu Aruni dan Reno kemudian berjalan menuju kursi tamu yang sudah disediakan.
"Sayang kamu mau minum?" tanya Reno pada sang istri.
"Iya mas."jawab Aruni pelan.
"Ya sudah kamu tunggu disini ya.Saya ambilin dulu minuman nya." ucap Reno yang dibalas anggukan kepala.Reno pun kemudian berjalan menuju meja yang menyediakan minuman.
Reno pun sampai didepan meja yang berisikan minuman.Saat Reno hendak mengambil minuman nya,tiba-tiba ada seorang wanita yang menggunakan pakaian seragam bridesmid menyenggol Reno.Hingga membuat lengan baju Reno terkena minuman yang wanita itu bawa.
"Aduh sorry ya aku gak sengaja."ucap wanita itu sambil berusaha membersihkan lengan kemeja Reno.,dengan suara yang dibuat-buat.
Reno memilih untuk pergi dari sana dengan membawa dua gelas minuman untuk dirinya dan sang istri.
Sementara sang wanita yang merasa terabaikan terlihat kesal dengan menghentak-hentakkan kedua kaki nya.
Reno berjalan mendekati Aruni dengan dua gelas minuman yang ia bawa.
"Sayang ini minum nya." ucap Reno sambil memberikan satu gelas minuman kepada istri nya.
"Terimakasih ya mas." ucap Aruni sambil menerima minuman yang diberikan oleh suami nya. "Mas tadi aku lihat kamu disana ngobrol sama perempuan,siapa mas?" tanya Aruni pelan.
"Saya gak kenal." jawab Reno singkat.
"Tapi kayak nya tadi dia pegang-pegang kamu?" tanya Aruni muali curiga.
"Iya dia sengaja numpahin minuman ke baju saya." jawab Reno sambil menunjukan kengan baju nya yang basah akibat kerkena tumpahan minuman tadi.
"Yaallah mas,jadi kotor baju kamu.Sini aku bersihin." ucap Aruni sambil membersihkab lengan baju suami nya dengan tisu. Reno pun mengulurkan tangan nya agar Aruni bisa lebih leluasa membersihkan lengan baju nya.
"Ish,siapa sih tu perempuan?ngeselin banget udah numpahin minuman dibaju kamu?" ucap Aruni yang tampak kesal.Sementara Reno yang melihat istri nya sedang kesal hanya dapat tersenyum.
"Kenapa kamu malah senyum-senyum mas?" tanya Aruni yang melihat suami nya tengah tersenyum.
"Enggak,kamu kalau lagi ngomel gitu ngegemesin."jawab Reno sambil berbisik ditelinga istri nya.
"Ish apa sih?" ucap Aruni sambil mencubit lengan suaminya.
"Aww.." pekik Reno sambil mengusap-usap lengan nya.
Aruni dan Reno tengah menikmati makanan yang disuguhkan dalam acara pesta pernikahan itu.
Tiba-tiba saja seorang wanita menghampiri Reno sambil meletakan sebuah tisu di meja tempat Reno dan Aruni makan.Wanita itu adalah wanita yang sama dengan yang mumpahkan minuman pada Reno tadi.
Wanita itu meletakan tisu berisi no telepon dihadapan Reno sambil mengerlingkan mata nya dan lalu pergi. Aruni yang melihat itu merasa sangat kesal, Aruni langsung mengambil tisu itu dan membaca pesan apa yang dituliskan wanita itu kepada suami nya.
Rupanya wanita itu menuliskan "Call me 08xxxxxxxxxx"
"Ish,ni perempuan maksud nya apa si?!" Ucap Aruni sambil menatap tajam suami nya.Dan Reno pun hanya mengangkat bahu nya tanda tak tahu.
"Awas aja tuh perempuan,kalau sampai dia macem-macem,aku bikin jadi perkedel dia." ucap Aruni lagi sambil meremas tisu yang diberikan wanita tadi.
"Iya sayang,kalau perlu kamu geprek juga kaya ayam geprek." ucap Reno sambil tetap mengunyah.
"Ini tuh karena kamu tebar-tebar pesona pasti deh mas." ucap Aruni yang membuat Reno seketika terbatuk-batuk. "Ish kamu ini mas,maka nya kalau makan pelan-pelan."ucap Aruni lagi sambil memberikan suami nya segelas air minum.
Reno kemudian meminum air yang diberikan istri nya hingga tandas.Reno kemudian mengelap mulut nya dengan tisu,lalu bersandar pada sandaran kursi.
"Maka nya mas,jangan kebanyakan tebar pesona." ucap Aruni dengan bibir yang sudah mengerucut,sementara Reno hanya menggelengkan kepala nya.
"Mas,kita pulang yuk,aku udah ga mood." ucap Aruni sambil berdiri.
"Kamu yakin mau pulang,kata nya mau nunggu sampai acara selesai?"
"Ga jadi,aku mau pulang aja.Dari pada nanti ada sesuatu lagi yang kamu terima dari wanita itu." ucap Aruni sambil menunjuk kearah wanita tadi dengan dagu nya.
"Yaudah,kita pulang ya." ucap Reno sambol merangkul pinggang istri nya.
Aruni dan Reno pun memutuskan untuk pulang, mereka pun berpamitan kepada kedua mempelai.
Reno merangkul pinggang Aruni untuk berjalan bersamaan menuju parkiran.
Namun tiba-tiba mereka berdua dihadang oleh wanita tadi.
"Maaf,aku yang tadi numpahin minuman dibaju kamu.Kenalin nama ku Irma." ucap sang wanita itu sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.
"Maaf ya mbak,ga usah ganggu-ganggu suami saya.Lagian suami saya udah lupa ko malasah minuman yang tumpah.Jadi ga usah sok cari alasan untuk ngobrol sama suami saya." ucap Aruni sambil berdiri di hadapan Reno untuk menghalangi wanita itu menatap Reno.
"Saya ga ganggu suami situ kok,saya cuma mau minta maaf." jawab wanita itu santai.
"Yaudah suami saya sudah maafin mbak nya, jadi jangan ganggu kami lagi ya." ucap Aruni sambil menarik tangan Reno,dan meninggalkan wanita itu sendiri.
"Mas,pawang nya galak banget kaya singa!" teriak sang wanita sambil berlalu pergi.
Aruni yang mendengar itu langsung merasa sangat kesal hingga tak menghiraukan Reno lagi.
Sepanjang perjalanan menuju rumah,Aruni hanya terdiam tak bersuara,dengan muka masam nya.
"Sayang,kenapa kok kamu jadi diem gini?" tanya Reno sambil melirik istri nya sekilas.
"Aku kesel sama kamu mas,kamu kaya keenakan gitu digodain sama emba-embak tadi." ucap Aruni kesal.
"Sayang,mana ada saya seperti itu."
"Terus kenapa kamu ga marah waktu aku dikatain kaya singa?!"
"Sayang bukan saya tidak membela kamu,saya diam karena saya tahu kamu itu bukan singa.Kamu tuh bidadari surka ku." ucap Reno sambil meraih tangan istri nya dan mengecup nya.
Hingga membuat Aruni seketika itu pula menjadi luluh dan gak jadi ngambek.
next bab ya..
Terus dukung author ya..jangan lupa like,komen dan vote nya..terimakasihšš