
Aruni yang sedang memarkirkan motor matic kesayangan nya dipelataran parkir khusus karyawan rumah sakit,tiba-tiba merasa terkejut. Karena Ines yang tiba-tiba menepuk pundak nya.
"Adtagfirllah aladzim." ucap Aruni kaget.
" Yaampun segitu kaget nya,Run.Kaya abis luat hantu aja." jawab Ines sambil tersenyum.
"Abis nya lu ga ada suaranya,tiba-tiba tepuk pundak gue.Siapa coba yang ga kaget." ucap Aruni kesal.
"Iya maaf ya udah ngagetin." ucap Ines sambil mengantupkan kedua telapak tangan nya didepan wajah nya. " Masuk yu." ajak Ines pada Aruni.
Kedua perawat yang bersahabat itu segera melangkahkan kaki nya kedalam rumah sakit menuju loker mereka.
"Run,kapan rencana nya kamu nyebar undangan?" tanya Ines ketika mereka sudah sampai di dalam loker.
"Emm..kemungkinan minggu depan sudah mulai nyebar undangan,Nes.Kamu mau bantuin aku kan?" tanya Aruni sambil nyengir kuda.
"Okeh,yang penting ada uang bensin nya ya,hahahah." ucap Ines sambil tertawa.
Ines dan Aruni adalah sahabat dari SMP. Mereka satu sekolah sejak SMP, hingga sampai saat ini.
"Akh,lu mah itungan banget jadi temen." ucap Aruni
"Lah,ini bukan masalah pertemanan guys,ini masalah nya waktu dan tenaga.Hahahaha." ucap Ines sambil tertawa.
"Sama aja,neneng.Itu nama nya itungan." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Ya poko nya,gue bantuin yang penting motor gue full tank ya." ucap Ines
"Iya."ucap Aruni pasrah.
Aruni dan Ines berjalan menuju tempat mereka bekerja. Aruni dan Ines segera menghampiri perawat-perawat lain untuk bertukar shift.Aruni dan Ines segera mengisi buku jurnal mereka masing-masing.
...
Sementara di tempat lain Reno tengah berada di depan meja kerja, di kamar nya di rumah orang tua nya. Dia sedang memeriksa email yang masuk dari Ali,sebagai bahan meeting yang akan dia bawa kejepang nanti.
Reno sedang berkutat dengan laptop nya. Dia sedang serius membaca setiap email yang dikirim oleh Ali.
Tok..Tok..tok..
Tiba-tiba pintu kamar Reno diketuk dari luar.
"Ren,mama boleh masuk ga?" ucap mama Reno dari luar kamar.
"Masuk aja ma." ucap Reno dari dalam.
"Kamu tuh,kalau sibuk lupa segala nya deh." ucap mama ketika sudah sampai didalam kamar Reno.
"Iya ma." ucap Reno sambil terus mengetik pada laptop nya.
"Makan dulu,ni mama bawain makan malam nya kesini." ucap Mama sambil menaru makanan di atas meja kerja Reno.
"Iya ma,sebentar lagi ya. Tanggung ni." ucap Reno sambil terus fokus pada layar komputer.
"Dimakan dulu atau mama akan marah!" seru mama.
Reno pun menghentikan pekerjaan nya.Dia kemudian mulai menggambil piring yang berisi makan malam nya.
"Nah gitu dong.Itu baru nama nya anak mama." ucap mama sambil mengacak rambut anak semata wayang nya itu.
"Iya mama." ucap Reno pelan.
"Sejauh ini lancar semua ma,WO,baju,sama undangan semua sudah." ucap Reno sambil mengunyah makanan nya.
"Hemm..bagus kalau begitu." ucap Mama sambil menganggukan kepala. " Terus kamu mau pake groomsmen?" tanya mama.
"Groomsmen? bridesmaid kali ma?" tanya Reno bingung.
"Kalau bridesmaid,untuk pengiring pengantin perempuan dong sayang.Kamu kan pengantin laki-laki jadi nama nya Groomsmen." ucap mama menjelaskan.
"Ah,sama aja lah mah,intinya kan pengiring." ucap Reno sambil nyengir.
"Ya ya gitu dong,beda ucapan beda arti dong." ucap mama. "Nah kamu mau ajak berapa teman mu yang jadi groomsmen?" tanya mama lagi.
"Ya paling cuma empat orang." ucap Reno
"Dikit amat.Memang nya kamu ga punya temen lagi selain keempat orang itu." ucap mama menggoda Reno.
"Tambah Ali ma,jadi lima. Banyak kan?" jawab Reno manja.
"Ish,anak ini,emang ga punya temen ya." ucap mama sambil tertawa.
"Ada ma itu,ga apa-apa sedikit yang penting baik,dari pada banyak tapi ga guna. Hahahaha." ucap Reno sambil tertawa.
"Ya udah besok mama minta ukuran badan teman-teman kamu yang mau kamu jadiin groomsmen. Sebab Mama mau pesen baju nya." ucap mama
"Jangan besok deh ma,nunggu aku pulang dari Jepang aja ya.Besok pagi-pagi aku sudah take off." jawab Reno.
"Oke deh." ucap mama pasrah. " Eh,ngomong-ngomong kamu udah bilang sama Aruni kalau kamu mau ada perjalanan bisnis ke Jepang?" tanya mama
"Udah ma,tdi sore aku kerumah nya dia." jawab Reno.
" Terus kenapa kamu ga bawa dia kesini." jawab Mama kesal.
"Dia kerja ma,masuk malam,malam ini." ucap Reno menjelaskan.
"Wah,dia kerja ada shift malam nya?" tanya mama kaget.
"Iya." jawab Reno singkat.
"Terus nanti kalau kalian sudah menikah,kamu bakalan sering tidur sendiri dong?" ucap mama. "Kamu harus sudah mikirin solusi masalah ini Ren,nanti kalau ditinggal Aruni shift malam kamu bagai mana?" ucap mama lagi.
"Bagai mana apa nya sih ma?" tanya Reno tak mengerti.
"Ya kalau kamu ditinggal Aruni masuk malam terus,kapan kalian kerja bakti nya buat kasih mama cucu." ucap mama sambil tersenyum.
" Akh,mama apaan sih. Kejauhan ma mikir nya." jawab Reno malu-malu.
"Lho,ga kejauhan dong.Itu sudah harus kalian omongin dari sekarang.Jangan sampai nanti kalian sudah menikah itu jadi masalah." ucap mama menjelaskan.
"Iya mama,udah ya.Aku mau lanjutin kerjaan, masih banyak soal nya." ucap Reno sesaat setelah iya menyudahi minum nya.
"Ya sudah,tapi inget ya apa yang sudah mama omongin." ucap Mama sambil mengangkat piring kotor bekas makan Reno.
"Ya mama ku tersayang." jawab Reno sambil nyengir dan mama hanya menggelengkan kepala sambil berlalu keluar kamar Reno.
Kemudian Reno pun kembali melakukan aktivitas nya kembali.
next bab ya sayang..š