Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 195


Tian, Biyanka, Lio dan Lona sudah berada di sebuah Restoran mewah, beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka dengan sangat antusias, Bagaimana tidak, Suatu kehormatan sekali bagi mereka kedatangan seorang Cristian Wiharto bersama keluarga nya.


Mereka sudah memesan ruang VVIP untuk mereka makan malam, ada alasan sendiri Tian memesan ruangan tersebut selain karena agar tidak ada pengganggu mereka juga untuk melindungi keluarga nya dari beberapa media atau juga dari orang orang asing yang pasti nya akan membuat mereka tidak nyaman.


Lona terlihat begitu lahap, Tian dan Biyanka tidak henti terus menatapnya mereka merasa heran karena tidak biasanya putri mereka seperti itu.


" Honey,, Pelan pelan makannya " Ucap Tian


" Ya Pap,, " Ucap Lona sambil mengunyah makan di mulutnya


" Mam,, mau Lagi " Lanjutnya manja setelah makanan di depannya habis


" Bentar,, Mama pesanin dulu " Ucap Biyanka tersenyum


Lio mengernyit kan keningnya,,


" Apa Ade masih lapar " Ucap Lio menatap Lona yang terlihat mengangguk dan tersenyum


" Silahkan Nyonya " Ucap Salah satu pelayan


" Terima kasih " Ucap Biyanka ramah


Mata Lona kembali membinar saat melihat makanan yang di sukainya ada di hadapannya dengan segera dia kembali menikmatinya.


Sementara Tian, Biyanka dan Lio hanya menggeleng melihat tingkah Lona yang masih seperti anak kecil.


Tiba tiba Lio mendengar suara ponselnya, dia mengambilnya dari dalam saku celana dan tersenyum saat melihat pesan dari orang yang dia kenal.


Dengan segera Lio membalas Chat nya.


Ya, Lio mendapatkan pesan dari Sasya wanita yang sudah berhasil masuk di hatinya namun mereka belum ada suatu hubungan namun terlihat jelas jika diantara keduanya memang sudah saling menyukai.


Lona menatap Lio yang tersenyum menatap Ponselnya, dia pun berencana untuk menjailinya..


" Ehem,, Tau deh Pasti dari Kak sasya kan, Kenapa gak diajak saja sih Bang "


Lio menoleh dan tersenyum malu karena ternyata Lona tau.


" Apa sih De,, Sok tau " Ucap Lio kembali menyimpan Ponselnya


" Bagaimana keadaan Sasya Bang,, " Lanjut Tian


" Sasya baik Pa "


" Bener Kata Ade, kenapa gak diajak saja sih Sasya, Mama juga kan kangen "


" Sasya harus temani Mama nya Mam,, tapi Abang janji nanti akan ajak Sasya kembali ke Jakarta "


Lona terus menatap Lio dan tersenyum, Lio menautkan Alisnya bingung dengan sikap Adik perempuannya yang aneh.


" Is,, Abang suka banget narik Hidung Ade"


Lio tersenyum menatap Lona, Lio masih saja sayang dengannya walaupun status Lona sudah menikah.


*****


Sementara Di Bandung,,


Zicko membuka matanya, kepalanya sudah tidak lagi pusing namun tubuhnya penuh dengan keringat.


" Bener pasti gue masuk angin, pantes saja keringat banyak gini mending gue mandi deh" Ucap Zicko dan beranjak menuju kamar mandi.


Di kamar lain,


Sandi masih menatap Laptopnya, dia menyelesaikan semua pekerjaanya.


Sengaja memang dia mengerjakan sendiri karena Zicko memang sedang sakit dan dia tidak mau mengganggunya.


" Uh,, Akhirnya selesai sudah..


Astaga, Gimana keadaan Zicko.. Mending gue ke kamarnya deh "


Sandi menutup Laptopnya, dia berjalan menuju kamar Zicko,,


Kamar mereka memang bersebelahan dan Sandi langsung mengetuk pintu kamarnya namun tidak ada jawaban dari dalam,,


Tok,, tok,, Tok,,


" Ko,, Loe di dalam kan,, Ini gue Sandi "


Sandi terus mengetuk pintu kamarnya, namun tidak ada jawaban bahkan tidak sama sekali terdengar suara dari dalam kamar.


" Astaga, kemana nih orang.. Apa dia keluar Tapi gak mungkin, bukannya dia tidur pas gue balik,, coba gue telpon"


Sandi mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Zicko, namun sama saja tidak ada jawaban semakin membuatnya khawatir.


Tok,, tok, tok,,


" Ko,, Loe di dalam Kan, buka pintunya "


" Zicko,, Ini gue Sandi "


" Zicko,, Loe gak papa kan "


Sandi terus memanggilnya, dan juga telponnya terus saja menghubungi nya,,,,