Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KEKANTOR


Sore itu Aruni pulang dengan diantar supir. Dia tidak langsung pulang kerumah besar keluarga Herlambang.Melainkan keperusahaan. Reno meminta nya untuk keperusahaan saat pulang kerja.


Aruni sudah dalam perjalanan menuju perusahaan milik suami nya.Dalam perjalanan Aruni teringat lagi akan ucapan Natasya bahwa dia tidak akan membuat hidup Aruni tenang,bila dia tidak mencabut laporan atas kasus Ari dikantor polisi.


Aruni terus termenung selama dalan perjalanan,pikiran nya terus saja mengenai ucapan Natasya.Dalam hati Aruni merasa sangat takut,dia takut bila ucapan Natasya akan menjadu kenyataan.


"Non,apa ada sesuatu yang nona pikirkan.Karena mamang liat dari tadi non Aruni kaya lagi sedih?" tanya mang Ujang yang sekarang bertugas menjadi supir pribadi Aruni.


"Ah,saya engga kenapa-napa ko mang." jawab Aruni sambil tersenyum.


"Kalau ada yang dirasa tidak nyaman didalam mobil,ngomong saja ya non,nanti mang ujang perbaiki." ucap mang ujang.


"Iya mang siap." ucap Aruni sambil tersenyum.


Mobil yang ditumpangi Aruni kini telah masuk kedalam pelataran gedung perusahaan milik keluarga Herlambang.Aruni turun dari mobil nya tepat didepan lobby utama.Disana sudah ada banyak penjaga keamaanan yang berdiri menyambut kedatangan Aruni.


"Silahkan nyonya." ucap salah seorang petugas keamanan sambil menbuka pintu mobil untuk Aruni.


"Terimakasih." ucap Aruni sambil tersenyum.


Beberapa orang petugas keamanan disana memang sudah mengenal Aruni saat mereka bertugas menjadi bodyguard Aruni pada saat dirumah sakit beberapa waktu lalu.


Aruni kemudian berjalan menuju meja resepsionis.


"Permisi mbak saya mau ketemu sama pak Reno?" ucap Aruni ketika sampai di depan meja Resepsionis.


"Maaf sudah buat janji sebelum nya?" tanya sang Resepsionis yang menata sinis pada Aruni.


"Oh,sudah mbak.Pak Reno yang meminta saya untuk datang kemari." ucap Aruni pelan.


"Oh,sebentar ya." ucap sang resepsionis ketus.


"Iya mbak." jawab Aruni pelan.


Kemudian sang resepsionis terlihat menghubungi seseorang.


"Maaf mbak Linda,ada seorang perawat ingin bertemu tuan Reno.Kata nya sudah buat janji" ucap sang resepsionis menghubungi linda yang tak lain adalah sekretaris Reno.


"Oh iya,suruh tunggu dulu ya.Nanti akan ada yang jemput kebawah." ucap Linda.


"Baik,mbak." jawab sang sekretaris sambil menutup sambungan telepon nya.


"Mbak,tunggu aja dulu ya." ucap sang resepsionis tanpa menatap wajah Aruni.


"Oh,baik." jawab Aruni pelan.


Aruni kemudian melangkahkan kaki nya menjauh dari meja resepsionis.Dia berdiri dekat pintu lobby,karena kursi tunggu di lobby sudah penuh dengan beberapa orang yang mungkin sedang menunggu juga.


Aruni yang saat itu tidak menggunakan jaket, menjadi pusat perhatian orang-orang.Karena pakaian seragam perawat nya.


Banyak dari mereka menatap heran kearah Aruni.


Mungkin mereka bertanya-tanya dalam hati. Untuk apa seorang perawat ke perusahaaan konstruksi. Aruni tampak risih dengan tatapan orang-orang itu.Memang banyak dari karyawan Reno yang belum mengenal siapa Aruni.


Tak lama kemudian Ali tiba di lobby,betapa kaget nya ia saat melihat Aruni tengah berdiri di pinggir pintu lobby.Ali kemudian berjalan keluar dari lift sambil menatap tajam kearah resepsionis, hingga membuat samg resepsionis menundukan kepala nya. Ali kemudian menghampiri Aruni yang sedang berdiri di samping pintu lobby.


"Maaf non sudah menunggu lama." ucap Ali ketika menghampiri Aruni.


"Oh iya.Engga apa-apa kok." jawab Aruni sambil tersenyum.


"Mari saya antar keruangan tuan Reno." ucap Ali sopan.


"Iya." Jawab Aruni pelan.


Ali dan Aruni pun berjalan menuju lift khusus untuk CEO.Ali dan Aruni memasuki lift khusu itu.Mereka menuju lantai dimana Reno berada.


"Kak Popy,kira-kira perempuan perawat tadi siapa ya?" tanya sang resepsuonis pada teman sesama resepsionis nya yang baru saja kembali dari toilet


"Mana aku tahu.Memang nya kenapa sih?" tanya kak Popy.


"Engga,aku heran aja.Kok sampe pak Ali yang jemput dia." ucap Selly sang resepsionis tadi.


"Ya mungkin tamu nya Tuan Reno.Atau jangan-jangan.." jawab kak Popy terputus.


"Jangan-jangan apa kak?" tanya Selly penasaran.


"Jangan-jangan itu istri nya tuan Reno.Denger-denger sih,kata nya kemaren tuan Reno cuti itu untuk menikah." ucap Popy


"Masa sih ka?Masa iya tuan Reno selera nya perawat kaya gitu?" ucap Selly merendahkan.


"Hust,jangan suka merendahkan pekerjaan seseorang." ucap Popy sambil menepuk punggung Selly.


"Iya,maag ka aku ga maksud gitu.Aduh,tapi gawat nih,kak." ucap Selly panik.


"Gawat kak,kalau sampai bener dia istri nya tuan Reno.Sebab tadi aku bersikap sedikit kurang sopan sama dia." ucap Selly menjelaskan.


"Kebiasan sih kamu mah,kan sudah sering ditegur gara-gara sikap kamu yang suka ga sopan sama tamu.Kenapa begitu lagi?"


"Ya mana aku tahu kak kalau dia itu istrinya tuan Reno.Lagian aku tadi lagi capek banget jadi emosi deh."


"Kamu tuh kebiasan ya.Udah dibilangin siapa pun tamu nya jangan pernah bersikap ga sopan terhadap tamu.Sekarang kalau udah kaya gini mau bagai mana lagi?"


"Ya terus aku harus bagai man kak?"


"Ya kamu berdoa aja semoga dia bukan istrinya tuan Reno.Kalau pun kemungkinan terburuk nya dia adalah istrinya tuan Reno ya kamu juga berdoa aja semoga dia ga ngomong masalah ini sama tuan Reno."


"Aamiin,tapi tadi Pak Ali ngeliatin aku kaya orang marah kak."


"Ya udah wasalam kalau kaya gitu.Saya ga ikut campur ah." Ucap Popy yang kemudian terlihat sedang menerima telepon.


Sementara Aruni dan Ali telah tiba didepan ruangan Reno.


Tok..Tok..Tok..Ali mengetuk pintu Ruangan bos nya itu.


"Masuk." ucap Reno dari dalam ruangan.


"Permisi tuan." ucap Ali ketika sudah membuka pintu ruangan. "Maaf tuan,Nona Aruni sudah tiba." ucap Ali lagi sambil masuk kedalam ruangan bersama dengan Aruni.


"Oh,iya.Terimakasih ya Al." ucap Reno sambil bangkit dari duduk nya.


"Baik tuan saya permisi." ucap Ali sambil berlalu dari ruangan Reno.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni sambil meraih tangan suami nya dan mengecup punggung tangan suami nya.


"Waalaikumsalam." jawab Reno yang kemudian mengecup kening istrinya. " Yuk duduk." ajak Reno pada istri nya. "Kamu mau minum apa?" tanya Reno ketika Aruni sudah duduk.


"Apa aja deh mas yang penting dingin." ucap Aruni sambil nyengir.


"Oke sebentar ya." ucap Reno yang kemudian menghubungi seseorang lewat telepon.


"Mas,kamu ngapain sih nyuruh aku kesini?kan malahan akan ganggu kamu kerja." tanya Aruni pelan.


"Saya minta kamu kesini,karena takut kalau kamu pulang kerumah terus saya ga ada,nanti kamu akan canggung dirumah.Jadi saya minta kamu kesini dulu.Biar nanti kita pulang nya sama-sama." ucap Reno sambil menatap lekat wajah istri nya.


"Oh gitu." jawab Aruni pelan.Aruni sudah merasa gugup karena mendapat tatapan tajam dari suami nya.Aruni mencoba mengalihkan pandangan nya. Namun Reno masih tetap saja menatap nya dengan intens.


Reno kemudian meraih dagu Aruni.Dia membuat Aruni pun menatapnya.Reno memajukan wajah nya tepat dihadapan wajah Aruni.Mungkin jarak wajah mereka kira-kira hanya satu senti.


Reno kemudian mulai mengecup b*b*r ranum milik istrinya.Reno sudah mulai kecanduan untuk mengecup b*b*r istrinya.Cukup lama Reno mengecup b*b*r Aruni,namun karena Aruni tidak ada balasan,maka Reno sedikit mengigit manja b*b*r istrinya itu.Sehingga membuat Aruni membuka mulutnya,Reno mulai memasukan l*d*h nya kedalam mulut Aruni dan mengabsen satu persatu bagian nya.Aruni mulai bisa mengimbangi c**m*n panas suami nya itu.Aruni mengalungkan tangannya pada leher Reno,sementara Reno menahan temgkuk Aruni dengan sebelah tangan nya,karena tangan yang satu nya sudah bergerilia kemana-mana.


Tiba-tiba pintu ruangan Reno diketuk dari luar. Sehingga menyudahi aksina Reno .


"Sial.Siapa sih ganggu aja." umpat Reno. "Masuk!" seru Reno dari dalam ruangan.


"Maaf tuan ini pesanan nya." ucap Linda yang sudah membawa minuman ditangan nya.


"Hem,taro saja disitu." ucap Reno sambil menunjuk meja kecil didekat pintu.


"Baik tuan." ucap Linda sambil meletakan minuman tadi di atas meja. "Saya permisi tuan,nyonya." ucap Linda yang kemudian langsung meninggalkan ruangan itu.


Aruni yang tampak sedang malu,hanya tertunduk sambil memainkan jemari nya.


"Mau minum dulu atau mau langsung lanjutin yang tadi?" bisik Reno pada telinga Aruni.


"Ish mas Reno apaan sih,ini kan dikantor mas,kalau nanti ada yang lihat bagai mana?"Jawab Aruni malu-malu.


"Ga ada yang berani masuk keruangan saya,tanpa seijin dari saya." ucap Reno sambil melangkah menuju meja yang dimana terdapat minuman untuk Aruni.


"Nih,minum dulu.Yang tadi kita lanjutin dirumah ya." ucap Reno lagi sambil memberikan minuman untuk Aruni.


Aruni tak menjawab ucapan suami nya itu.Dia hanya menelan saliva nya dengan susah payah. Aruni kemudian meminum minuman yang diberikan oleh suami nya itu.


"Kamu tunggu sebentar ya.Saya beresin kerjaan sedikit lagi.Terus habis itu kita pulang.Oke?" ucap Reno sambil mengecup pipi chuby istri nya.


"Iya mas." jawab Aruni singkat.


Reno pun kembali kemeja kerja nya.Dia meneruskan pekerjaan nya yang memang belum selesai.Sementara Aruni hanya duduk di sofa sambil memerhatikan suami nya yang sedang bekerja.Aruni tampak kagum dengan suami nya.Aruni terus saja memerhatiakan suami nya.


Tepat pukul lima sore,Reno sudah menyelesaikan pekerjaan nya.Reno kemudian mengajak Aruni untuk pulang.


Reno dan Aruni pun keluar dari ruangan Reno. Mereka memasuki lift khusus untuk CEO.Reno terus menggenggam tangan Aruni.Mereka keluar dari lift bersamaan.Reno masih menggenggam tangan istrinya itu,hingga membuat semua orang yang ada disana memandangi mereka berdua. Reno tak melepas genggaman tangan nya pada Aruni sampai mereka berdua memasuki mobil.Mereka pulang dengan diantar oleh mang Ujang.


next bab ya..šŸ˜‹


terimakasih ya yang udah doaian kesembuhan author..terimaksih juga karena kalian masih setia baca Novel author..pokok nya author akan usahain lebih banyak up nya ya..šŸ™