
Sementara di tempat persembunyian nya,Ari yang tengah menjalani pengobatan.Saat ini sedang terapi berjalan,dengan didampingi oleh terapis yang sudah disiapkan oleh Alan.
Aruni yang sedang dirumah orang tua nya itu pun, tengah bercengkrama dengan keponakan tersayang nya.
"Run,bagai mana kasus perkembangan kasus nya Ari?" tanya kak Arini saat sedang bersama Aruni.
"Ga tau kak,mas Reno bilang aku ga perlu pikirin itu.Aku cuma disuruh mikir sesuatu yang membuat aku bahagia."ucap Aruni sambil tersenyum.
"Sweet banget sih Reno." jawab kak Arini sambil memeluk adik tersayang nya.
"Iya kak,mas Reno tuh emang paling romantis pokok nya.Dia ga mau ngeliat aku sedih,apa lagi aku mikirin hal-hal yang bikin aku sedih."
"Wah,kamu harus berterimakasih sama ibu sama ayah,sebab mereka yang udah milihin jodoh buat kamu."
"Iya bener kak,kalau bukan karena ibu sama ayah yang sudah menjodohkan aku sama mas Reno. Mungkin sekarang aku masih blm menikah kali ka."
"Iya tuh bener dek."
"Ngomong apaan sih kalian berdua?Jodoh itu ditangan Allah,jadi bukan karena ibu sama ayah. Tapi memang sudah takdir dari allah."ucap Ibu menjelaskan.
"Iya bu,tapi kan perantara nya ibu sama ayah. Kalau bukan karena ibu sama ayah kenal sama keluarga nya Reno,ga mungkin kan Aruni itu bisa nikah sama Reno?" ucap kak Arini.
"Iya,tapi semua ini memang sudah diatur sama Allah." ucap Ibu.
...
Sementara di tempat lain,Ari yang keadaan nya mulai berangsur-angsur semakin baik.Kini sedang melakukan terapi keseimbangan.Karena keadaan nya yang sudah tak sempurna lagi.Ari kehilangan satu mata nya akibat kebakaran itu.Dan dia juga mengalami patah kaki.Luka bakar yang ia derita pun sudah semakin membaik.Hanya tinggal pemulihan.
"Bagai mana kondisi lu?" tanya Alan yang menemani Ari terapi.
"Sudah lebih baik lagi dari sebelum nya." jawab Ari dengan senyuman.
"Oke,Gue udah cariin pendonor mata buat lu.Kemungkinan bulan depan lu baru bisa oprasi cangkok mata."
"Thanks brother.Lu emang sohib gue,tapi gue rasa ga perlu gue ngelakuin itu.Sebab gue udah banayak banget dibantu sama lu."
"Santai sob,lu kaya sama siapa aja."
"Iya,tapi lu udah banyak bantu gue."
"Udah jangan mikir kaya gitu.Sekarang fokus aja sama kesehatan lu."
"Iya,thanks ya."
Alan menjawab ucapan Ari hanya dengan senyuman.Ari melanjutkan lagi terapi nya,dia benar-benar bertekad untuk sembuh.
Alan meninggalkan Ari yang sedang terapi,dia berjalan keluar dari ruangan itu.
"Maaf tuan,ada info penting." ucap salas seorang anak buah Alan saat berpapasan dengan nya.
"Keruangan saya." ucap Alan tegas.
Alan dan anak buahnya pun berjalan beriringan menuju ruang kerja Alan.
Sesampai nya diruang kerja Alan,mereka langsung berdiskusi mengenai info yang didapatkan anak buah Alan.
"Hem..Jadi Reno dan istri nya sudah pindah kerumah mereka?"Tanya Alan sinis.
"Iya tuan.Tetapi mereka memperketat penjagaan tuan."jawab anak buah Alan.
"Terus lakukan pengintaian.Kirimkan info sekecil apapun pada saya.Cari waktu lengah mereka."
"Baik tuan."
"Hemm."
Anak buah Alan pun pergi meninggalkan ruangan Alan.Sementara Alan hanya berdiri diujung jendela nya sambil menatap lurus kedepan.
...
Sementara dikantor Reno sudah bersiap-siap untuk pulang.Dia hari ini sengaja mempercepat pekerjaan nya,karena ingin menjemput istri tercinta nya dirumah mertuanya.
Reno berjalan menuju lobby utama,disana sudah ada mobil nya.Reno segera mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.Ditengah perjalanan Reno membeli beberapa kilo buah-buahan.
Empat puluh lima menit kemudian Reno sampai didepan rumah mertua nya.Dia segera berjalan menuju pintu utama yang dimana sudah ada istri tercinta nya yang menunggu.
"Assalamualaikum."ucap Reno saat sampai didepan pintu.
"Waalaikumsalam." jawab Aruni sambil mencium punggung tangan suami nya.
"Ni bawa kedalam."
"Apaan ni mas?"
"Buah."
"Ooh,yaudah masuk yuk mas."
Aruni dan Reno pun berjalan beriringan menuju ruang tengah keluarga tuan Baskara.
"Assalamualaikum." ucap Reno sambil mencium punggung tangan ayah mertua nya.
"Waalaikumsalam,kamu baru pulang Ren?"tanya Ayah.
"Iya yah." Jawab Reno singkat.
"Lagi banyak kerjaan,atau memang biasa pulang jam segini?" tanya Ayah
"Memang biasa pulang jam segini yah." jawab Reno
"Ooh gitu.."jawab Ayah singkat.
"Yah,mas.Makan malam nya sudah siap.Kita makan malam disini dulu ya mas,habis itu baru kita pulang."ucap Aruni sambil mendekat kearah suami nya.
"Iya."jawab Reno sambil tersenyum.
"Yaudah yuk kita makan dulu." ucap Aruni sambil menggandeng lengan suami nya.
Keluarga tuan Baskara pun makan malam bersama.Mereka menikmati makan malam dengan tenang.Tak ada suara mengobrol saat makam malam berlangsung,hanya ada suara denting sendok atau garpu yang beradu dengan piring.
Selesai makan malam Reno dan Aruni pun pamit pulang,mereka menyalami satu persatu tangan orang tua nya.
Reno dan Aruni sudah ada didalam mobil,Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Mas,maaf ya.Kamu pulang kerja seharus nya langsung pulang.Ini malah jemput aku dulu."
"Maksudnya?aku harus bayar biaya jemput ini?"
"Iya."
"Tapi kan,yang mau ngejemput kamu mas.Aku ga minta,kok jadi aku yang disuruh bayar?"
"Iya tapi kan kamu mau saya jemput."
"Ish,curang.Yaudah berapa ongkos nya aku bayar?"
"Uang kamu kan dari saya.Jadi saya ga mau pake uang itu."
"Lah terus aku harus bayar pake uang apa?Eh tunggu aku punya tabungan kok,berapa ongkos nya?"
"Ga akh,uang saya lebih banyak dari tabungan kamu."
"Lah terus bayar nya pake apa mas?"
"Pake lingerie yang sayang pilihin ya?"
"Akh,tukan pasti ujung-ujung nya minta jatah dikasur."
"Hahaha..ga apa-apa lah nama nya juga suami istri."
"Tapi cara kamu tuh curang mas."
"Curang bagai mana?"
"Kamu pura-pura mau jemput aku,ternyata ada mau nya!"
"Saya ga pura-pura jemput kamu.Ini bukti nya kamu saya jemput.Kalau ada mau nya itu baru bener."
"Iya nama nya kamu ga ikhlas jemput aku."
"Ga gitu sayang.Eh kamu ga lupa kan,kalau nolak ajakan suami itu hukum nya dosa."
"Emm." jawab Aruni pelan.
Reno hanya tersenyum sambil membelai pucuk kepala istri nya.
Hampir satu jam kemudian mereka telah sampai dirumah.Reno dan Aruni langsung masuk kedalam rumah dengan bersamaan.
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju kamar mereka.
"Tuan Reno sama nona Aruni,romantis banget ya bu?" ucap Inah saat melihat kedua majikan nya melintas dihadapan nya.
"Iya,Ibu seneng banget den Reno udah punya istri."Jawab bu Sri sambil tersenyum.
"Iya bu,tuan Reno sama non Aruni bener-bener pasangan ideal,yang satu ganteng yang satu nya lagi cantik.Sempurna banget ya bu."
"Iya Nah."
"Nanti kalau mereka punya anak pasti anak nya ganteng dan cantik banget ya bu?"tanya Inah
"Ho Oh Nah." Jawab bu Sri sambil berlalu menuju dapur.
"Ih,si ibu masa Inah ditinggal sendirian."ucap Inah sambil berjalan menyusul bu Sri.
Didalam kamar Aruni yang baru saja mandi, menepati janji nya menggunakan lingerie pilihan suami nya.Aruni yang melihat pantulan diri nya dicermin merasa sangat malu.Walau pun ini bukan pertama kali nya dia dan suami nya melakukan hubungan suami istri,namun tetap saja membuat Aruni selalu malu dan berdebar.
"Sayang." ucap Reno sambil memeluk istrinya dari belakang yang sedang berdiri dihadapan cermin,sambil mencumbu tengkuk leher mulus istri nya.
"Mas Reno geli akh." ucap Aruni sambil menggeliat.
"Tapi suka kan." ucap Reno sambil terus melakukan aksi nya.
"Apaan sih." jawab Aruni sambil tersipu.
"Pindah yuk." ajak Reno sambil memeluk istri nya. Dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Aruni.
Kini dua insan itu telah berada diatas ranjang big size mereka.Mereka melakukan ritual malam mereka.Reno sangat ahli membuat istrinya mendesah dan berteriak,merasakan kenikmatan yang ia berikan.
Reno tak melewatkan setiap inci tubuh istri nya. Semua ia jamahi dengan teliti.Sementara istri nya hanya menggeliat pasrah.
Suara erangan dan ******* terus terdengar disana.Mereka melakuakan ritual malam panjang mereka.Entah sudah berapa kali mereka sama-sama mencapai ******* nya.
Aruni yang terlihat lemas tak berdaya hanya bisa pasrah menerima serangan keperkasaan suami nya itu.
"Mas..emmph.." erang Aruni.
"Iya sayang." ucap Reno sambil terus menghujamkan milik nya pada milik Aruni.
"Aah.."desah Aruni
"Keluarin aja sayang,keluarin.Jangan ditahan." ucap Reno sambil mempercepat ritme nya.
Dan kemudian Reno pun mengerang dengan keras. Mereka ******* bersamaan,dan membuat tubuh Reno terkulai lemas disamping istri nya.
Reno yang melihat istrinya sangat lemas akibat perbuatan nya,segera mengecup kening istrinya itu.
"Terimakasih ya."ucap Reno kemudian.Dan hanya dijawab senyuman oleh istri nya.
Lima menit kemudian Reno beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi.Dia segera membersihkan tubuh nya dari sisa peluh yang ada.
Tak lama kemudian dia selesai mandi.Dan sekarang giliran Aruni yang membersihkan dirinya.Reno sudah mempersiapkan air hangat untuk dirinya mandi.
Selesai mandi Aruni sudah dikejutkan dengan ulah suami nya yang sudah menyiapkan hair dryer untuk mengeringkan rambut nya.Aruni yang merasa senang langsung mengecup pipi suami nya.
"Jangan mancing,nanti kalau saya terkam lagi habis kamu."
"Ish,apaan sih mas."
"Hahahah..Bercanda kok,ya udah sini saya bantu keringin rambut nya."
"Terimakasi ya mas."
"Iya."
Kedua insan itu pun saling mengeringkan rambut secara bergantian.Dan selesai itu mereka langsung beristirahat tidur.
next bab ya..