Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
SANG MANTAN


Hari berikut nya,seperti biasa rutinitas pagi ini.Aruni yang sudah pulih mulai melakukan tugas nya sebagai seorang istri, yaitu membuat sarapan terlezat untuk suami nya.


Pagi itu seperti biasa Aruni dan Reno sedang sarapan pagi bersama.


Selesai sarapan Aruni pun mengantar suami nya sampai kedepan pintu utama.Sebelum Reno meninggalkan Aruni untuk bekerja,mereka saling berpelukan,Reno menyematkan kecupan dikening istri nya dan Aruni pun menyematkan kecupan nya di punggung telapak tangan suami nya.


Kemudian Reno pun masuk kedalam mobil nya dan pergi menuju kantor.


...


Ditempat lain disebuah pulau terpencil,Ari sedang melakukan terapi pemulihan pasca oprasi tulang kaki nya.Kini keadaan Ari sudah semakin membaik,dia tidak lagi menggunakan tongkat untuk berjalan.Namun cara berjalan nya masih pincang.


Alan yang memperhatikan Ari yang sedang menjalani terapi merasa puas dengan perkembangan kesehatan Ari.


'Ga sia-sia gue ngejadiin lu partner.' ucap Alan dalam hati.


...


Sementara di perusahaan,Reno yang sudah disibukan dengan pekerjaan nya tiba-tiba mendapat telepon dari nomer tidak dikenal. Karena Reno tidak mengenali nomer telepon tersebut akhir nya dia mengabaikan panggilan telepon tersebut.


Namun lagi-lagi nomer tidak dikenal itu menghubungi Reno lagi.Namun Reno masih mengabaikan panggilan telepon itu.


Namun saat kelima kali nya nomer tak dikenal itu menghubungi Reno,Reno mulai geram dan akhir mengangkat telepon itu.


"Hallo." ucap Reno dingin.


"Hallo Ren.." ucap Orang di sebrang telepon yang tak lain adalah Jessica.Dan Reno pun langsung menutup panggilan telepon itu.


"****." umpat Reno sambil menonaktifkan ponsel nya. "Apa-apaan si Jessica ini. Astagfirllah aladzim." ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya.


Reno merasa sangat frustasi,dia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang terjadi saat ini. Selama ini dia mati-matian berjuang untuk melupakan Jessica.Namun saat dia hampir sepenuh nya melupakan Jessica kenapa takdir berkata lain,kenapa Jessica harus muncul lagi.


Reno menyandarkan kepala pada kursi kerja nya sambil memejamkan mata nya. Pikiran nya melayang,memutar setiap memory yang sudah lama dia kubur.Reno merasa sangat bimbang,disatu sisi dia sangat senang karena rasa rindu yang selama ini ia coa hapus ternyata kembali.Namun disisi lain ia marah dan juga benci akan keadaan ini.


Reno berusahaa mengatur detak jantung nya,dia mencoba menarik nafas dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.Dada nya terasa sesak,mengingat masa lalu yang begi menyakitkan bagi nya.


Tok..tok..tok... tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Reno.


"Masuk!" ucap Reno dari dalam ruangan.


"Maaf tuan,waktu nya meeting dengan semua kepala bagian." ucap Ali.


Reno tak langsung menjawab nya,dia menarik nafas panjang dan langsung menghembuskan nya dengan kasar.


"Oke." jawab Reno kemudian yang langsung beranjak dari duduk nya.


Reno dan Ali memasuki ruangan meeting di kantor nya.Disana sudah banyak para manager dari masing-masing divisi.Reno tampak sangat berwibawa saat memimpin rapat,aura pemimpin nya keluar dari dalam tubuh nya.Semua para peserta meeting saat itu terkesima dengan wibawa Reno.


...


Sementara di tempat lain,Aruni yang hari ini kebetulan akan kedatangan tamu.Sahabat baik nya yaitu Ines akan datang berkunjung kerumah nya.


Aruni sudah mempersiapkan selanya,mulai dari makanan kesukaan Ines dan juga taman belakang yang akan mereka gunakan untuk berbincang-bincang melepas kerinduan.


Dan tak lama kemudian suara Inah memanggil nama nya.


"Maaf non,itu diruang sudah datang teman nya." ucap Inah memberi tahu.


"Oh iya,terimakasih ya.Nah tolong ini tinggal diangkat sama di taro di piring saji ya." perintah Aruni.


"Iya non." jawab Inah patuh.


Aruni pun melangkahkan kaki nya menuju ruang tamu untuk menyambut sahabat nya itu.


"Ineeeesss....!" Seru Aruni kegirangan sambil berhamburan kedalam pelukan Ines.


"Runiiiiiii...my princes." Ucap Ines sambil memeluk sahabat nya itu.


"Iiih..kangen deh.Duduk-duduk Nes" ucap Aruni sambil menarik tangan Ines.


"Iya.Run lu apa kabar.Gue kangen banget sama lu." ucap Ines sambil terus memegang tangan sahabat nya itu.


"Gue baik Nes,lu sendiri gimana kabar nya?Serang partner kerja lu siapa?"


"Ya kaya yg lu liat,gue makin gendazzt..dan partner gw sekarang...ga ada hiks..hiks..hiks.." ucap Ines seraya seperti orang menangis.


"Ooh..kacian,jadi sekarang ga punya temen ngemil malem-malem dong?"ucap Aruni sambil tertawa.


"Iya...sekarang dirumah sakit sepi banget,ga ada suara cempreng lu Run."


"Hahahhaa...berarti gue ngangenin ya Nes."


"Iya Run,semua temen-temen merasa sepi kalau pas shift malam.Karena ga ada yang berisik lagi."


"Hahahahaha...bisa aja.Eh,ngomong-ngomong mau minum apa Nes."


"Apa aja lah Run,yang penting enak."


"Oke kalau begitu.Kita ngobrol nya di taman belakang aja yuk biar lebih seru." ajak Aruni sambil menarik tangan Ines.


...


Sementara di kantor Reno,dia sudah selesai memimpin rapat kerja hari ini.Dan waktu pun sudah menunjukan pukuk 12 siang.


Reno berjalan masuk keruangan nya,dan betapa terkejut nya Reno saat memasuki ruangan nya.


"Reno." ucap seorang wanita dengan sumringah sambil berdiri mendekati Reno.


"Mau apa anda disini?!" ucap Reno ketus.


"Reno,aku minta maaf.Aku tahu aku salah." ucap wanita itu yang tak lain adalah Jessica.


"Bagai mana cara anda bisa masuk kedalam ruangan saya?" tanya Reno dengan aura membunuh nya.


"Ren,bisa ga kita ngobrol nya ga sambil berdiri.Aku bisa jelasin semua nya." pinta Jessica dengan suara manja nya.


"Saya minta anda keluar dari ruangan saya,SEKARANG!!" bentak Reno pada Jessica.


"Reno kamu kenapa jadi kasar gini,kamu berubah Ren."ucap Jessica dengan suara sendu nya.


"Anda yang membuat saya jadi kasar seperti ini!" ucap Reno dingin


"Ren,aku tahu aku salah,aku sudah pergi gitu aja tanpa kasih kamu alasan.Aku juga sedih Ren,aku juga hancur.Aku terpakasa melakukan itu Ren." ucap Jessica sambil berlinang air mata.


"Heh,terpaksa!" ucap Reno sambil tersenyum licik.


"Iya Ren,aku terpaksa karena saat itu situasi nya aku harus memilih." jawab Jessica sambil mendekati Reno. "Saat itu aku dihadapkan dalam 2 pilihan sulit Ren,aku aku tahu pilihan aku itu pasti menyakiti kamu.Tapi aku terpaksa karena aku cinta sama kamu.Aku ga mau kamu kenapa-kenapa."ucap Jessica sambil memegang tangan Reno.


"Memang nya saya akan kenapa kalau anda tetap berada disisi saya!" tanya Reno ketus.


"Seseorang mengancam aku,dia bilang bahwa dia akan menyakiti kamu jika aku tidak melepaskan kamu." Jawab Jessica pelan.


"Anda pikir saya anak TK yang akan percaya dengan omong kosong anda." jawab Reno dingin.


"Aku berbicara yang sesungguh nya Ren,ini bukan omong kosong.Aku berani suampah."ucap Jessica yang mulai menitikan air mata nya lagi.


"Siapa orang yang sudah mengatakan itu?!" tanya Reno dingin.


"Seorang Irjen Polisi yang bernama Ir.H.Baskara,SH." ucap Jessica dengan lantang nya.


"Dari mana anda mengenal orang itu?"


"Siapa sih yang tidak mengenal dia Ren?Dia memiliki kekuasaan di kota ini.Dia itu licik Ren,dia ingin meningkatkan kekuasaan nya dengan cara menikahkan anak nya dengan keluarga berkuasa pula.Dan kamu adalah target nya,saat itu dia datang pada ku.Dan meminta aku untuk meninggalkan kamu,karena dia mau menjodohkan kamu dengan anak nya.Dan itu terbukti kan?aku berkata yang sebenar nya Ren.Mertua kamu itu licik,dia menjual anak gadis nya untuk kepentingan dia sendiri."


Reno terdiam mencerna ucapan Jessica.Dia terlihat mulai luluh dengan ucapan Jessica.Reno berdiri mematung dengan posisi Jessica yang sudah menempel pada diri nya.


"Ren,aku cinta sama kamu.Aku mau kita kembali seperti dulu." ucap Jessica sambil membelai dada Reno.


"Terlambat." ucap Reno dingin sambil melepaskan tubuh Jessica


"Ga ada yang terlambat Ren.Aku akan menunggu kamu menceraikan dia." ucap Jessica sambil memeluk tubuh Reno dari belakang.


"Lepaskan!" bentak Reno sambil menghempaskan tubuh Jessica.Dan Jessica pun terhuyung dan terhempas ke sofa.


"Ren kamu kasar.Reno yang aku kenal ga seperti ini." ucap Jessica sambil menangis.


"Ya karena saya bukan Reno yang dulu.Reno yang dulu sudah mati dan terkubur bersama kenangan masa lalu nya."


"Reno aku minta maaf karena sudah membuat kamu seperti ini.Aku janji mulai sekarang aku ga akan pernah pergi lagi dari kamu." ucap Jessica sambil berjalan mendekati Reno lagi.


"Simpan omong kosong anda,karena itu tidak akan berarti apa-apa untuk saya.Sekarang saya minta anda keluar dari ruangan ini."jawab Reno ketus.


"Ren,aku cinta sama kamu.Aku rela menjadi yang kedua." ucap Jessica sambil memeluk Reno .Dan Reno langsung melepaskan begitu saja pelukan Jessica.


"Saya ga ada urusan sama anda,jadi saya minta anda keluar!"ucap Reno sambil berteriak.


"Ren,aku masih cinta sama kamu,aku minta maaf." ucap Jessica sambil memeluk Reno.


Reno kemudian melepaskan pelukan Jessica dengan kasar dan menghempaskan nya kelantai.


"Ren,tega kamu memperlakukan aku seperti ini? Aku masih cinta sama kamu Ren." ucap Jessica yang tersungkur di lantai sambil berlinang air mata.


Reno tak menggubris ucapan Jessica. Reno langsung menghubungi Ali,dan meminta nya untuk mengusir Jessica dari ruangan nya.


"Reno aku mohon maafkan aku,aku rela melakukan apa pun yang penting kamu mau maafin aku." ucap Jessica sambil terus menangis.


Reno tetap tak menanggapi ucapan Jessica,Reno tampak berdiri di depan pintu ruangan nya sambil menunggu Ali.Sementara Jessica terus saja memohon pengampunan dari Reno.


Tak lama kemudian Ali datang dengan dua orang petugas keamanan.


"Saya minta seret keluar perempuan itu dan jangan biarkan dia untuk bisa masuk kegedung ini!" ucap Reno dingin.


"Baik tuan." jawab Ali patuh.Sambil menutup pintu ruangan kerja Reno.


Reno duduk diatas kursi kerja nya smbil bersandar dah memijat ujung pelipis nya pelan.


Reno mencoba mengatur nafas nya,Reno tak bisa memungkiri ucapan Jessica tadi mengganggu pikiran nya.


Reno mulai berfikir jika yang diucapkan Jessica itu benar,maka dia akan sangat membenci mertua nya itu.Namun dia sadar bahwa dia sekarang memang sudah sangat mencintai Aruni.Jadi tidak ada alasan bagi nya untuk membenci mertua nya itu.Dan jika memang benar mertua nya itu melakukan apa yang dikatakan Jessica tadi.Dia tidak merasa dirugikan.


Reno berfikir lagi,bahwa tidak mungkin mertua nya melakukan itu.Kalau pun mertua nya melakukan itu,kenapa baru enam tahun kemudian dia dan Aruni baru dinikah kan.Kenapa tidak langsung diwaktu itu saja.


Pikiran Reno mulai kemana-mana.Dia merasa sangat pusing.Reno beranjak dari duduk nya,dan dia memasuki ruangan istrirahat yang ada didalam ruangan nya.


Reno merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur besar didalam ruangan nya.Reno merasa sangat lelah dengan apa yang sudah dia dengar tadi.


Reno memejamkan mata nya dan meletakan tangan nya di atas mata nya.


next bab ya..