
Zicko dan Lona sudah berada di mobil, dan baru saja Zicko akan menyalakan mesin mobilnya namun terdengar suara ponsel Lona yang berdering,,
Terlihat Lona mengambil ponselnya di dalam tas,,
" Papa " Ucap Lona dan menggeser tombol hijau
" Hai Pa" Ucap Lona
" Honey,, kamu lagi dimana Nak " Ucap Tian di seberang
" Lagi dijalan mau pulang Pa, "
" Lagi sama Zicko "
" Iya sama Kak Zicko, kenapa Pa "
" Baguslah,,, kalian langsung ke Restoran Xx ya Papa sama Mama tunggu "
" Oke Pa, "
" Ya Sudah, hati hati Sayang "
" Bye Pa "
Lona menatap Zicko yang juga tengah menatapnya,,
" Papa minta kita datang ke Resto Xx Kak "
" Ya Udah, kita ke sana deh " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Zicko melajukan mobilnya keluar parkiran Mall.
********
Sementara Sandi dan Lona,
Merek masih sama sama diam, semenjak tadi pagi sikap Anis berubah menjadi lebih diam dan dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Sayang,, Kamu kenapa sih aku lihat dari pagi kamu sedih " Ucap Sandi lembut
Anisa menatap Sandi, dia teringat ucapan Lona untuk bis menceritakan semua dengan Sandi.
" Apa Mas serius dengan hubungan kita "
" Kok kamu tanya kayak gitu, Anisa denger Aku sayang dan cinta kamu, aku juga serius menjalani hubungan ini " Ucap Sandi menggenggam kedua tangan Anisa
" Tapi Ibu gak merestui hubungan kita Mas " Ucap Anisa dengan mata yang sudah berkaca kaca
" Maksud kamu "
" Ibu mau kita putus "
" Engga Engga,, kamu becanda kan Nis..
Aku gak mau putus Nis,, Aku sayang sama Kamu,, Aku serius sama kamu "
" Aku juga sayang kamu Mas, aku cinta kamu Tapi aku juga gak mau Ibu sakit karena masalah ini "
" Tapi Nis, kita bisa jelaskan semua kepada Tante Widia "
" Aku gak mau kita putus Nis " Lanjutnya dan memeluk Anisa
Anisa memeluk nya erat, menangis dalam dekapannya,, rasanya sangat hancur jika harus jauh bahkan putus dengan laki laki yang sangat dia cintai.
Sandi pun memeluk erat, dia tidak mau lagi kehilangan wanita yang sangat dia cintai untuk ke dua kalinya.
Sandi sudah sangat menyayangi Anisa, mencintainya bahkan dia sudah Sangat serius menjalin hubungan Dengan nya.
" Jangan Mas,, "
" Tapi Nis,, Aku mau buktikan kalau aku serius sama kamu dan aku akan bicara dengan Tante Widia "
" Kak,, Please,, "
Sandi menatap Anisa, dia pun terdiam dan kemudian mengangguk..
" Aku akan coba kembali bicarakan dengan Ibu Mas "
" Ya Udah, tapi jika Tante Widia masih belum setuju Aku bakal bicara ya "
Anisa mengangguk dan kembali memeluknya,,
Sandi mengusap rambut panjang Anisa dan mengecup kepalanya,,
Anis cukup tenang setelah menceritakan semua kepada Sandi dan benar Ucapan Lona untuk menjalin sebuah hubungan maka harus saling terbuka dan jangan ada yang di tutup tutupi.
" Sekarang kita pulang ya " Ucap Sandi mengusap wajah Anisa yang basah karena air matanya
" Iya Mas "
Sandi menyalakan mesin mobilnya dan melajunya kembali menuju rumah Anisa.
*********************
Di tempat lain,
Zicko dan Lona baru saja sampai di restoran tempat dimana Tian dan Biyanka menunggu mereka,,
Masih saling bertanya tanya kenapa Kedua orang tua Lona menyuruh mereka bertemu di sana.
Zicko menggandeng tangan Lona,
Mereka berjalan masuk dan mencari dimana kedua orang tua mereka berada..
" Honey,, " Ucap Biyanka tersenyum
Zicko dan Lona tersenyum,,
Mereka pun berjalan menghampiri dimana Tian dan Biyanka duduk.
" Loh,, Mamah di sini juga " Ucap Zicko saat melihat Mama Mia juga berada di sana
" Iya Nak " Ucap Mama Mia tersenyum
" Tante Mia " Sapa Lona mencium punggung Mia
" Sayang,, kamu apa kabar " Ucap Mia memeluk calon menantunya
" Baik,, Tante apa kabar "
" Baik juga sayang "
" Om,, Tante " Sapa Zicko mencium punggung tangan mereka
" Pa,, Ma,, sebenarnya ada apa " Ucap Lona heran
" Kalian duduk ya " Ucap Tian tersenyum
Lona duduk di samping Biyanka, sedangkan Zicko bersebelahan dengan Mama Mia,,
Zicko dan Lona saling tatap, mereka sama sekali tidak tau sesuatu dengan berkumpulnya mereka di sana.