
Reno memasuki sebuah ruangan dengan penjagaan ketat didepan nya.Semua penjaga yang berada disana langsung menundukan kepala saat melihat kehadiran Reno.
"Om Han." ucap Reno saat memasuki ruangan yang dijaga ketat itu.
Om Han adalah adik kandung dari tuan Herlambang.Om Han adalah salah satu pengusaha terhebat dan sukses.Usahanya bergerak dibidang transportasi dan juga perhotelan.
"Hei Ren,tumben.Silahkan duduk." ucap Omn Han mempersilahkan.
"Terimakasih om." jawab Reno sambil duduk disebuah sofa panjang diruangan itu.
"Ada apa?" tanya om Han sambil duduk berhadapan dengan Reno.
"Om, saya kesini mau minta bantuan sama om Han."
"Bantuan apa?wah om merasa sangat tersanjung ini."
"Om saya serius.Istri saya di culik."
"Diculik?! Jangan bercanda kamu Ren!"
"Siapa yang bercanda sih om,saya serius.Om bisa lihat ini." ucap Reno sambil menyerahkan rekaman kejadian penculikan Aruni.
Om Han menerima ponsel yang diberikan oleh Reno,dan melihat rekaman penculikan Aruni.Om Han menonton rekaman itu dengan seksama dan dengan ekspresi wajah yang sudah diartikan.
"Cuma Alan yang bisa berbuat sejauh ini." ucap om Han sambil meletakan ponsel berisi rekaman penculikan Aruni.
"Iya om saya juga berfikir nya seperti itu.Ini semua pasti ulah Alan." jawab Reno sambil mengambil lagi ponsel yang berisi rekaman penculikan istri nya.
"B**ng*** memang si Alan.Dia belum puas menyakiti keluarga kita." ucap Om Han sambil mengepalkan tangan nya
"Dia tidak akan pernah puas om.Karena dia adalah iblis,dan yang dapat menghentikan dia hanyalah kematian." jawab Reno dengan tatapan pembunuh nya.
"Sekarang apa rencana kamu,om pasti akan bantu.Om tidak mau kejadian Revi terulang lagi." ucap om Han.
*Sedikit cerita,Revi adalah kakak kandung dari Reno.Namun dia sudah meninggal dunia delapan tahun yang lalu,akibat trauma yang dideritanya.Revi adalah seorang dokter yang sangat pintar dan juga baik hati.Dia pula yang mendirikan rumah sakit tempat Aruni bekerja dulu.Dia adalah pribadi yang sangat periang.Namun dunia nya berubah setelah ia bertemu dengan Alan.Alan yang saat itu adalah pasien dirumah sakit milik Revi.Karena sering nya mereka bertemu tumbuhlah benih-benih cinta diantara mereka.Awal nya semua berjalan normal seperti pasangan lain nya.Hingga akhir nya mereka berdua memutuskan untuk menikah.Dan setelah menikah itulah Revi mengalami hal yang sangat buruk hingga mental nya pun terganggu.Alan menunjukan sifat asli nya.Alan memiliki penyakit Dissociative Identity Disorder (DID) atau memiliki kepribadian ganda.Kadang dia terlihat sangat baik,namun kadang dia seperti seorang psikopat.Revi sering mengalami berbagai penyiksaan mulai dari pemukulan, kekerasan s*****l hingga penyiksaan secara verbal dengan kata-kata kasar.Yang terparah adalah ketika Alan beserta teman-teman nya yang sedang mabuk memp****sa Revi secara bergiliran.Hingga membuat Revi mengalami shock dan trauma berat.Sampai akhir nya Revi dirawat disebuah rumah sakit jiwa.Revi terus merasa ketakutan,apa lagi saat bertemu dengan Alan.Alan pun sempat masuk penjara atas kejahatan nya terhadap Revi,namun karena keluarga Alan adalah orang berpengaruh di kota itu akhir nya Alan pun bebas.Dan tak sampai disitu,Alan yang sebenar nya mencintai Revi selalu berusaha menculik istri nya itu dirumah sakit jiwa.Sehingga membuat Revi semakin merasa ketakutan dan trauma hingga akhir hayat nya.*
- Kembali lagi pada inti masalah -
"Om saya mau,om kerahin semua anak buah om untuk pencarian ini.Dan saya minta beberapa sniper om untuk mengawasi saya.Karena saya yakin orang-orang Alan masih ada disekitar sini.Karena target utama dia adalah saya." ucap Reno sambil mengepalkan kedua tangannya dibawah dagu.
"Baik Ren,om akan kerahkan orang-orang om untuk melakukan pencarian.Masalah sniper kamu tidak perlu khawatir,om akan mengatur nya."
"Satu lagi om,saya minta hacker terbaik om untuk melacak nomer ini."
"Baik Ren kamu jangan khawatir.Oh iya,bagai mana dengan keluarga kamu apa mereka sudah tahu?"
"Cuma om yang tahu masalah ini.Yang lain nya belum tahu."
"Coba kamu cerita sama papa mu dulu pelan-pelan,biar dia yang nanti menyampaikan kepada keluarga yanga lain nya,biar tidak terjadi kepanikan nanti nya."
"Iya om,nanti saya akan bicara sama papa terlebih dahulu."
"Iya Ren,sebaik nya seperti itu.Kamu tenang aja,istri kamu pasti baik-baik saja.Dan segera kita temukan."
" Iya,kamu hati-hati dijalan dan ingat jaga emosi kamu."
"Iya om,saya pamit om."
"Iya."
Reno pun pergi meninggalkan kantor milik om Han.Dia terlihat masih sangat frustasi dan juga sangat sedih.
Reno dan rombongan pun kembali kerumah untuk menunggu laporan dari para pengawal nay.
Setibanya dirumah Reno langsung memasuki kamar nya yang ia tempati selama ini bersama istri nya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore,dan belum ada tanda-tanda mengenai keberadaan Aruni.
Reno yang sedang termenung melihat foto cantik milik istri nya itu pun mulai meneteskan air mata nya.Dia menangis sejadi-jadi nya saat ia melihat senyum istri nya di foto.
"Yaallah,sayang kamu dimana,tolong kasih saya petunjuk untuk menemukan kamu." ucap Reno sambil menangis dan memeluk foto istri nya.
Tok..tok..tok..
Tiba-tiba suara pintu kamar Reno diketuk dari luar.Reno pun langsung mengusap air mata nya,dia tak ingin terlihat lemah oleh siapa pun.
Reno pun berjalan untuk membuka pintu.
"Papa." ucap Reno yang tampak kaget karena tiba-tiba papa nya muncul dihadapan nya.
"Ali yang sudah menghubungi papa,dan papa sudah tahu semua nya." ucap tuan Herlambang sambil menepuk bahu anak nya.
Reno pun tak mengeluarkan sepatah kata pun.Dia hanya berjalan memasuki kamar nya disusul oleh papa nya.
"Bagai mana sudah ada informasi tentang Aruni?" tanya tuan Herlambang ketika sudah duduk disofa kamar Reno.
"Belum pa." jawab Reno pelan.
"Sudah kamu sabar dulu,papa yakin paling lambat besok pagi kita akan mengetahui keberadaan Aruni,papa yakin itu."
"Amin pa,semoga saja."
"Apa orang tua Aruni sudah tahu tentang ini?"
"Belum pa,saya bingung menyampaikan nya.Saya takut akan mengganggu kesehatan mereka nanti nya."
"Iya,kalau begitu biar papa nanti yang bicara dengan tuan Baskara."
"Sabar Ren,banyak-banyak berdoa.Papa yakin Aruni akan baik-baik saja."
"Iya pa."
Malampun semakin larut,tuan Herlambang sudah pulang kerumah besar.Reno yang masih belum mendapat kabar apapun tentang Aruni sudah mulai merasa putus asa.Dia hanya bisa menatap wajah istri nya dari gambar di foto.
next bab ya...