Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
TERTANGKAP


Reno dan Ali sedang menunggu didepan ruang IGD rumah sakit.Mereka menunggu dengan cemas,Ali terlihat mondar-mandir.Sementara Reno hanya duduk dibangku tunggu sambil menghubungi orang tua Natasya.


"Siapa keluarga pasien?" tanya seorang dokter yang keluar dari IGD.


"Dia dok,dia suami nya." ucap Reno lantang sambil menunjuk Ali.


Ali yang ditunjuk pun hanya dapat ternganga.


"Baik,tuan istri anda mengalami pendarahan hebat akibat benturan.Dan harus segera mendapatkan tindakan oprasi untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan nya.Namun.." ucap sang dokter terputus.


"Namun kenapa dokter,cepat katakan!"ucap Ali sambil memegang tangan sang dokter.


"Namun beresiko,ada dua kemungkinan.Kemungkinan pertama istri anda akan sadar namun lumpuh,karena pendarahan diotak yang cukup hebat.Kemungkinan kedua istri anda akan koma." ucap sang dokter dengan hati-hati.


Bagai mendengar petir disiang bolong,Ali yang mendengar itu langsung terduduk lemas dilantai.


"Al,sabar Al." ucap Reno menguatkan.


"Saya butuh persetuan anda tuan untuk melakukan tindakan oprasi." ucap sang dokter lagi.


Ali pun menyetujui tindakan oprasi yang disaran kan oleh dokter.Dia tidak mempedulikan apakah keluarga Natasya akan setuju atau tidak.Bagi nya keselamatan Natasya lah yang paling penting.


Ali pun mengikuti sang dokter untuk menandatangani beberapa dokumen persetujuan prosedur operasi.


Reno pun ditinggal sendirian dikursi tunggu depan IGD.Reno yang teringat akan ucapan Natasya didalam mobil tadi,bahwa semua bukti ada di ponsel nya.


Reno kemudian berjalan menuju mobil nya untuk mengambil tas Natasya yang ada didalam mobil nya.


Saat diperjalanan tiba-tiba ponsel Reno berdering,seseorang menelepon nya.


"Iya.Baik." ucap Reno singkat dan langsung memasukan lagi ponsel nya kedalam saku jas nya.


Reno kemudian bergegas meninggalkan rumah sakit dan menuju suatu tempat.


Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Senentara dirumah sakit Ali yang baru menyelesaikan administrasi langsung kembali keruang tunggu di depan IGD.


Ali yang tidak menemukan Reno disana langsung mengambil ponsel nya mencoba menghubungi Reno.


"Hallo tuan,anda dimana?" tanya Ali saat sambungan telepon nya pada Reno tersambung.


Terlihat Ali sedang mendengarkan ucapan Reno dari sambungan telepon.


"Baik tuan." ucap Ali lagi.Dan kemudian memutuskan sambungan telepon nya dengan Reno.


Tak lama berselang seorang laki-laki paruh baya dan dua orang berbadan tinggi besar datang menghampiri Ali.


"Dimana Natasya?" tanya pria paruh baya itu,yang tak lain adalah tuan Hartawan ayah dari Natasya.


"Masih ditangani oleh dokter tuan." jawab Ali dengan sopan.


"Bagai mana dia bisa terluka?" tanya tuan Hartawan.


Ali pun kemudian menceritakan semua kejadian yang sebenar nya pada tuan Hartawan.Mulai dari penculikan Aruni sampai keterlibatan Natasya dalam kasus ini.


"Astaga." ucap Tuan Hartawan sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


"Tapi tuan,disini Natasya sebenar nya juga korba." ucap Ali


"Apa maksud anda korban?"


"Ari menjadikan Natasya sebagai umpan,dengan cara mengancam dia."ucap Ali menjelaskan.


Tuan Hartawan hanya dapat menghela nafas.Dia tidak habis pikir mantan menantu nya bisa berbuat sejahat itu.Dan anak nya menyembunyikan masalah sebesar ini dari nya.


...


Sementara ditempat lain,Reno sudah sampai di sebuah gedung tua yang terlihat tak terurus.Reno masuk kedalam gedung itu dan segera menuju tempat parkir.Saat sampai didalam ternyata sudah ada om Hans dan sahabat-sahabat Reno disana,ada Dhika,Seno,Alvin dan juga Dennis.Tempat itu adalah markas rahasia milik Reno.


"Om."ucap Reno saat memasuki ruangan yang digunakan untuk pertemuan.


"Masuk Ren." ucap Om Hans sambil terus menghisap rokok ditangan nya.


Reno pun berjalan menuju sahabat-sahabat nya.Dan menyalami mereka satu persatu di sofa yang ada disana.


"Ren gue turut prihatin ya." ucap Dennis sambil merangkul Reno.


"Thanks Den." jawab Reno pelan.


"Oke,langsung aja ya Ren.Om minta kamu untuk segera datang kesini,karena anak buah om berhasil menangkap pelaku penabrak Natasya."


"Terus dimana sekarang orang nya om?"


"Ruang bawah tanah." ucap o Hans


Drrrttt...drrrtt..tiba-tiba ponsel om Hans bergetar.Tanda ada yang menghubungi nya.


"Iya hallo." ucap om Hans saat menerima pangilan telepon nya. "Apa!Baik saya segera kesana." ucap om Hans lalu mengakhiri sambungan telepon nya.


"Ada apa Om?" tanya Reno panik.


"Tawanan kita mati." ucap om Hans pelan.


"Yaallah,cobaan apa lagi ini?!" ucap Reno sambil menutup wajah nya.


Reno merasa sangat frustasi,karena seharus nya dia mendapatkan kesaksian dari orang yang berhasil ditangkap itu.Namun lagi-lagi jalan nya untuk menemukan Aruni kembali harus terhalang.


"Sabar Ren." ucap Seno sambil mengusap pundak Reno.


"Lebih baik sekarang kita lihat bagai mana keadaan nya." ucap om Hans.


Dan ke enam laki-laki itu pun langsung pergi menuju ruang bawah tanah untuk melihat tawanan mereka yang telah meninggal.


"Apa yang terjadi,kenapa dia bisa mati?" tanya om Hans pada pengawal yang berjaga disana.


"Maaf tuan,entah apa yang menyebabkan dia meninggal.Hanya nampak dari mulut nya mengeluarkan busa." jawab sang pengawal.


"Om boleh saya cek ga om?" tanya Dennis pada om Hans.


"Iya Den,coba kamu cek apa penyebab kematian nya." jawab om Hans.


Dennis pun kemudian mulai memeriksa tubuh orang yang menjadi tahanan disana.Tak lupa Dennis mengeluarkan sarung tangan dari saku celana nya.Dennis memang selalu membawa sarung tangan kemanapun untuk berjaga-jaga kata nya.


"Bagai mana Den?"tanya Reno saat Dennis selesai pengecekan.


"Untuk dugaan sementara,dia meninggal akibat keracunan.Seperti nya dia menelan racun yang memang sudah disiapkan oleh nya sendiri.Tapi ini hanya dugaan gue Ren,untuk lebih pasti nya harus diadakan autopsi.Agar mengetahui juga jenis racun nya." ucap Dennis menjelaskan.


Om Hans pun menyuruh orang-orang nya untuk melakukan autopsi pada jenazah tawanan mereka.


Sementara itu Reno yang baru ingat akan ponsel Natasya langsung mengambil nya dan meminta Dhika untuk melacak nomer telepon Ari.


Reno juga sempat membaca pesan singkat yang dikirim Reno untuk Natasya.


Reno merasa jijik dengan apa yang Ari kirimkan untuk Natasya.Kata-kata rayuan yang sebenar nya lebih mengarah ke ancaman.


Reno benar-benar membenci Ari,dia berjanji dalam hati nya akan menghabisi Ari bagai mana pun cara nya.


"Dapet ni." ucap Dhika yang tiba-tiba dan mengejutkan semua nya.


"Dapet apaan lu Dhik?" tanya Alvin sambil mendekati Dhika.


"Ni gue dah dapet dimana lokasi nomer telepon ini."Ucap Dhika sambil memutar layar laptop nya. "Ni lihat,titik merah ini adalah lokasi nya." ucap Dhika menjelaskan kepada semua nya.


"Coba kita zoom ya,Nah ni lokasi nya." ucap Dhika lagi.


"Pulau W." ucap Seno pelan. "Iya,ini pulau W Ren. Pulau dimana dulu kita pernah nyelametin kak Revi dari kurungan nya si Alan b**ng**k itu." ucap Seno lagi.


"Bukan nya tempat itu sudah dihancurkan Ren?"tanya Alvin.


"Iya seharus nya sudah hancur,ternyata dia disana lagi." jawab Reno sambil fokus menatap layar laptop.


"Bagus,kita sudah tau dimana tempat nya.Sekarang kita susun rencana,untuk membebaskan Aruni dari sana." ucap Om Hans.


"Iya om." jawab Reno penuh semangat.


Dan keenam pria itu pun mulai berdiskusi merancang rencana untuk bisa melawan Alan dan anak buah nya serta membebaskan Aruni juga.


next bab ya....