
Sudah tiga hari Lona di rawat di Rumah Sakit, wajahnya masih terlihat pucat, tubuhnya terlihat lebih kurus, Lona sama sekali tidak makan bahkan dia terus menangis dan menunggu Zicko di depan ruang ICU.
Luka di lehernya masih sedikit basah dan selama itu juga semua orang menemaninya, Tian, Biyanka, Lio sama sekali tidak meninggalkan nya sedangkan teman temannya selalu ke Rumah sakit setelah pulang Kuliah.
-
Lona berdiri di depan jendela kaca dimana bisa terlihat Zicko yang terbaring di dalam, Lona menangis menatapnya, banyak selang yang menempel di tubuh Zicko membuat Lona semakin tidak kuat melihatnya.
Lio pun terus menemaninya, Lio sama sekali tidak meninggalkan nya.
" Kak Please, bangun...
Aku kangen Kak Zicko, aku gak mau sendiri, kenapa Kak Zicko terus terbaring di sana, mana janji Kakak yang akan terus menemani melindungi aku Kak " ucap Lona menangis
" Abang Yakin, Zicko akan baik baik saja " Ucap Lio memeluk Lona.
Biyanka langsung memeluk Tian, dia sangat tidak kuat melihat putrinya seperti ini,,
Biyanka teringat saat dulu Tian kecelakaan dan harus melewati Semua sendiri bahkan Lona dan Lio masih sangat kecil saat itu.
" Aku gak tega melihat Ade seperti itu Mas" Ucap Biyanka dalam dekapan Tian
Tian tidak menjawab, bahkan dia pun sama merasakan apa yang Biyanka rasakan,
Jika keluarga Mario Saputra masih hidup Tian akan membalas Semua namun mereka sudah meninggal.
" Ade,, kita kembali ke kamar ya.. Ade perlu istirahat " Ucap Lio
" No Bang,, Ade mau disini "
" Tapi Ade mau temani Kak Zicko,"
" Ya Sudah, Abang temani Ade di sini "
Lio kembali menarik Lona dalam pelukannya, merasakan apa yang Lona rasakan.
" Aku gak kuat liat Lona Mas " Ucap Anisa berbalik
" Anisa " Ucap Sandi mengejar Anisa yang berlari keluar rumah sakit
Anisa duduk di kursi taman Rumah Sakit, rasanya sakit, sesak bahkan dia sangat sedih selama ini Lona selalu baik kepadanya, Lona selalu membantunya dan Zicko pun sama dia juga sangat baik.
Sandi duduk di samping Anisa dan menariknya dalam dekapannya.
Anisa terus terisak di sana, menumpahkan kesedihannya.
" Kasih Lona Mas, Aku gak tega melihat mereka Seperti ini,, coba saja saat itu aku ikuti Lona pasti gak akan jadi seperti ini "
" Sst,, jangan pernah lagi kamu menyalahkan diri kamu, semua sudah takdir dan Aku Yakin Zicko akan sembuh "
" Aku gak bisa maafin diri aku jika terjadi sesuatu dengan mereka Mas "
" Sayang,, Jangan bicara seperti itu lagi Oke.. Aku gak mau kamu terus menyalahkan diri kamu"
" Lona sangat baik sama Aku Mas begitu juga Mas Zicko, mereka orang baik "
" Aku tau,, kita mending selalu berdoa untuk keselamatan mereka dan please jangan pernah lagi menyalahkan diri kamu"
Anisa mengangguk dan kembali memeluk Sandi erat, menangis dalam dekapannya.
Sandi membalasnya dengan memeluknya erat, mengusap bahunya dan mengecup kepalanya.
********
Di ruangan lain, Mama Mia pun di rawat di sana, tubuhnya yang lemah membuatnya harus mendapatkan penanganan.
Tian meminta salah satu suster untuk terus menjaganya karena mereka harus menjaga Lona dan terus melihat keadaan Zicko.