Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MEMBAHAS MANTAN


Reno dan Aruni kemudian berbincang-bincang sambil menikmati camilan dan kopi.


"Runi,maaf kalau saya lancang.Tapi saya sudah tau semua soal Ari." ucap Reno.


"Maksud mas Reno apa?" tanya Aruni kaget.


"Saya tau semua yang dia lakukan sama kamu. Terima kasih kamu sudah menepati janji kamu sama saya.Untuk tetap menjaga marwah kamu." ucap Reno menjelaskan.


"Memang nya mas Reno tau dari mana?" tanya Aruni pelan.


"Kan sudah saya bilang.Saya akan mengetahui dengan cara saya sendiri." jawab Reno.


"Maaf mas,aku ga langsung cerita.Karena aku ga mau kamu jadi kepikiran.Hehehehe,PD banget ya aku." ucap Aruni sambil tertawa.


"Justru kalau kamu ga cerita malah buat saya ga nyaman." ucap Reno sambil mengusap lembut pucuk kepala Aruni. "Saya ga mau,nanti pada saat kita sudah menikah masalah ini malah melebar kemana-mana,itu sebab nya saya akan menyelesaikan masalah ini dengan dia." ucap Reno tegas.


"Mas Reno mau ngapain?" tanya Aruni takut.


"Saya akan menyelesaikan ini dengan cara saya sendiri." ucap Reno.


"Aku ga mau ada keributan ya mas.Aku ga mau kalau kamu sampai berantem sama dia." ucap Aruni memperingatkan.


"Memang nya saya anak SMA yang semua masalah diselesaikan dengan kekerasan." ucap Reno sambil tersenyum.


Ting tong..tiba-tiba terdengar suara bel dari pintu depan apartemen Reno.


"Sebentar saya buka pintu dulu." ucap Reno sambil beranjak dari duduk nya.Dan Aruni hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Tak lama Reno kembali dengan dua buah paper bag berisi makanan.


"Ni,makanan nya sudah datang.Kita makan dulu yuk." ajak Reno pada Aruni.


"Iya mas,sini biar aku aja yang taro dipiring nya." ucap Aruni semangat.


"Oke. Saya tunggu dimeja makan ya." jawab Reno.


"Iya." ucap Runi singkat.


Mereka menikmati makanan yang sudah dipesan oleh Reno banyak jenis makanan yang ada mulai dari appetizer,maincourse,dan dessert. Semua tersedia. Aruni yang tampak tak malu-malu saat makan nampak sangat menikmati hidangan yang ada.


...


Sementara di tempat lain Ari yang sedang memimpin rapat di perusahaan nya,dibuat naik pitam karena banyak klien nya yang mendadak menghentikan kontrak kerja sama dengan perusahaan nya.Ditambah lagi harga saham nya merosot.Dan dia sudah kehabisan dana untuk membeli bahan baku di pabrik taxtile nya.Ari tengah uring-uringan karena perusahaan nya terancam gulung tikar.Ari merasa frustasi.Dia mengacak-acak rambut nya.Para pemegang saham mulai menyalahkan nya karena tidak memberikan kontribusi yang baik.Mereka terus menyalahkan Ari karena harga saham nya merosot tajam. Ari semakin merasa frustasi,karena dari tadi dia tidak berhasil menghubungi Aruni.Ponsel Aruni masih tidak aktif.Dan pesan yang dia kirim untuk Aruni pun belum ada yang terbaca. Ditengah suasana meeting yang kacau Ari masih saja memikirkan Aruni.Ari merasa kacau,dia bertekad harus menemui Aruni hari ini juga bagai mana pun cara nya begitu pikir nya.Ari mencoba menghubungi lagi ponsel Aruni namun tetap masih belum berhasil.Dia kemudian mengirim pesan bernada ancaman pada Aruni.Itu dia lakukan agar Aruni mau bertemu dengan nya.


..


Sementara di apartemen milik Reno,Aruni tengah membereskan piring-piring kotor sisa dia dan Reno makan tadi.Kali ini Reno tidak marah pada nya karena mencuci piring.Sebab Aruni sudah memberi penjelasan terlebih dahulu pada Reno.


Sementara Reno tengah mengutak-atik ponsel nya disofa besar milik nya.


Selesai mencuci piring Aruni langsung menemui Reno di ruang tamu.


"Lagi ngapain sih mas.Kok asik banget sama handphone?" tanya Aruni penasaran.


"Sebentar ya.Saya ngecek kerjaan dulu." ucap Reno tanpa menoleh kearah Aruni.


'Masyaallah,ternyata dari hp ku dari tadi mati ya?' gumam Aruni pelan.


"Kenapa?" tanya Reno yang masih bisa mendengar Aruni bergumam.


"Ga,hp ku ternyata ga aktif dari tadi." ucap Aruni menjelaskan.


"Kenapa lowbat?mau dicas dulu?" tanya Reno pelan.


"Engga,hp nya udah nyala ko.Cuma tadi aku belum nyalain." ucap Aruni sambil memperlihatkan layar ponsel nya pada Reno.


"Oke." jawab Reno singkat.


Aruni pun mulai membaca semua notifikasi yang masuk pada ponsel nya.Ada sekitar dua puluh panggilan tak terjawab dari Ari,dan juga beberapa pesan yang dikirim oleh Ari.Ada satu pesan yang membuat Aruni membelalakan mata nya.Dan kemuadian Aruni tanpa sengaja menjatuhkan ponsel nya.Sehingga membuat Reno kaget.


"Kenapa?" ucap Reno mendekati Aruni.


Aruni tak menjawab pertanyaan Reno.Dia membekap mulut nya dengan kedua telapak tangan nya sendiri.Dan kemuadian dia menangis.


"Hei,kenapa?kok nangis?" tanya Reno panik sambil meraih tubuh Aruni kedalam pelukkan nya.


Aruni masih tak menjawab pertanyaan Reno.Dia malah menangis sesegukan dalam pelukan Reno.


Reno berusaha menenangkan Aruni.Dia mengusap-ngusap punggung Aruni dengan lembut. Kemudian dia meraih ponsel Aruni yang terjatuh di lantai. Reno membaca beberapa pesan yang dikirim oleh Ari untuk Aruni.Dan ada satu pesan yang membuat Reno sangat marah.


Ari message : "Ga apa-apa kamu ga mau balas pesan aku,atau ketemu aku lagi.Tapi jangan salahkan aku kalau aku akan selalu mencari cara agar bisa bersama kamu.Dan aku pastikan kalau aku tidak bisa memiliki kamu,maka orang lain pun tak akan bisa memiliki kamu juga.Aku pastikan kamu akan jadi milik ku bagai mana pun cara nya."


kira-kira begitu lah isi pesan yang dikirim Ari untuk Aruni.


Reno masih mencoba menenangkan Aruni.Dia terus mengusap-ucap punggung calon istri nya itu.


"Udah jangan nagis lagi ya.Kamu tenang aja.Saya akan bereskan semua nya. Saya janji sama kamu,sebelum kita menikah masalah ini sudah selesai." ucap Reno meyakinkan Aruni.


"Aku takut mas,aku takut kalau dia sampai benar-benar nekat." ucap Aruni yang masih dalam pelukan Reno.


"Kamu tenang aja.Saya pasti selesaikan masalah ini.Saya jamin dia ga akan pernah ganggu kamu lagi." ucap Reno sambil mengusap air mata Aruni yang mengalis dipipi mulus nya.


"Aku percaya sama kamu mas." ucap Aruni pelan.


"Sekarang kamu istirahat ya.Kamu kan belum tidur dari semalam.Saya ga mau kamu malah sakit nanti nya." ucap Reno lembut.


"Ga mas,aku ga ngantuk." ucap Aruni pelan.


"Bagai mana ga ngantuk sih,kamu kan selaman kerja.Dan belum tidur sampai sekarang.Sekarang kamu istirahat ya dikamar saya.Saya janji ga akan ngapa-ngapain kamu.Kalau perlu kamu kunci pintu nya dari dalam." ucap Reno penjang lebar.


Dan Aruni pun menyetujui nya.Dia berjalan menuju kamar Reno.Dia memang merasa sangat lelah dan mengantuk.Sesampai nya Aruni di kamar Reno dia mengedarkan pandangan nya keseluruh arah.Dia merasa sangat kagum,karena kamar Reno begitu nyaman dan rapih. Aruni berjalan menuju ranjang berukuran besar milik Reno.Aruni merebahkan tubuh nya diatas ranjang milik Reno. Aruni mencoba memejamkan mata nya.Dia memang merasa sangat kantuk saat itu.Akhir nya tak butuh waktu lama,Aruni sudah tertidur pulas.


Sementara diluar kamar Reno tengah menghubungi Ali.Dia memerintah kan Ali untuk membuat perhitungan pada Ari.Dia minta untuk membuat perusahaan milik Ari kolaps.Reno benar-benar ingin menghancurkan Ari. Saat ini 45% saham perusaahaan Ari adalah milik Reno.Dan dia akan segera mengakuisisi perusahaan tersebut.


Reno akan melakukan apa saja untuk membuat orang yang dicintainya bahagia.Reno tak ingin melihat Aruni terus-terusan merasa diteror. Oleh seseorang yang sangat obsesif seperti Ari.


Reno memyudahi panggilan telepon nya.Dia kemudian berjalan menuju kamar nya.Dibuka nya pintu kamar nya pelan-pelan.Dilihat nya Aruni sudah terbaring disana.Reno kembali menutup pintu kamar nya. Dan kemudian dia keluar dari apartemen nya untuk menemui Ali.


next bab ya..