
Jeki menghentikan laju mobil nya.Dan para pria bersenjata itu langsung menyuruh Jeki membuka pintu mobil.
Mereka menodongkan senjata mereka kearah Aruni,Jeki dan juga bu Sri.
Ketika pintu mobil sudah terbuka,para pria bersenjata itu langsung menarik paksa Aruni untuk keluar dari mobil.
Aruni yang tampak berontak pun tak kuasa lawan nya.
Sementara bu Sri yang mencoba membantu Aruni malah mendapat bogem mentah dari salah seorang pria tak dikenal itu.
Sementara Jeki sudah jatuh tersungkur karena dikeroyok dan ditikam oleh salah satu dari pria bersenjata tersebut.
Sementara Aruni yang tampak sudah dibius pun langsung di bawa oleh orang-orang itu menggunakan sebuah mobil van.
Dan mobil itu pun langsung melaju dengan kecepatan tinggi.Disusul oleh para pemotor yang tadi mengepung mobil Aruni.
Didalam mobil bi Sri yang juga mendapatkan penganiayaan dari para pria bersenjata itu tampak sedang berusaha menghubungi pak Yus.
"Hallo pak,tolong ibu." ucap bu Sri terbata sambil menahan rasa sakit saat sambungan telepon nya terhubung.
"Ibu kenapa bu,sekarang dimana?" tanya pak Yus tampak panik.
"Panjang cerita nya pak,ibu kirim lokasi nya pak." ucap bu Sri yang kemudian langsung mengkahiri panggilan telepon nya.Lalu langsung mengirim lokasi ia berada pada pak Yus.
Lima menit berselang,akhir nya datang bala bantuan.Reno,Ali dan para body guard pun datang.
"Bu sri! Dimana Aruni?" tanya Reno panik yang tak menemukan Aruni.
"Non..non..Aruni dibawa sama penjahat nya tuan." ucap bu Sri histeris sambil menangis.
"Astagfirllahaldzim.Kok bisa?! Dimana Jeki dan yang lain nya yang saya suruh jagaian Aruni!" teriak Reno sambil mengepalkan tangan nya.
"Maaf tuan Jeki terkena sejata tajam,dan pingsan." ucap Ali sambil menunjukan keberadaan Jeki.
"Astagfirllahaladzi." ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya. "Terus mana yang lain nya?!" teriak Reno sambil menarik salah satu kerah baju body guard nya."Saya ga mau tahu,temukan istri saya,atau nyawa kalian sebagai ganti nya." ucap Reno dengan tatapan pembunuh nya.
Sang body guard pun hanya dapat menganggukan kepala nya dengan patuh.
Reno beserta rombongan nya pun pergi meninggalkan tempat itu.
Para pengawal Reno semua dikerahkan untuk mencari Aruni.
Sementara Reno,Ali,pak Yus dan bu Sri kembali kerumah.
Jeki pun dibawa kerumah sakit oleh salah satu rekan nya untuk mendapatkan perawatan.
Dalam perjalanan menuju rumah,reno tak henti-henti nya menghubungi ponsel milik istri tercinta nya itu.Namun sayang ponsel Aruni sudah tidak dapat dihubungi.
Reno tampak sangat frustasi,didalam mobil ia sangat gelisah.Beberapa kali tampak Reno mengusap wajah nya dengan kasar dan juga mengacak-acak rambut nya.
"Sayang kamu dimana?" Gumam Reno sambil terus mencoba menghubungi ponsel Aruni.
"Al,saya pasang GPS di ponsel istri saya.Tolong kamu cek keberadaan nya."ucap Reno pada Ali.
"Maaf tuan,ponsel nonya mati.Jadi sinyal GPS tidak dapat terlacak." jawab Ali sambil menunjukan hasil pencarian nya pada layar ponsel pintar nya.
"Astagfirllahaladzim."Ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya.
...
Aruni sebenar nya sudah sadar,namun Aruni kembali mendapatkan obat bius sehingga ia kembali pingsan.
Entah Aruni mau dibawa kemana,sungguh tidak ada yang tahu.Mobil yang membawa Aruni kini telah memasuki hutan belantara yang sangat rimbun pepohonan nya.
...
Kembali lagi ke pada Reno,kini Reno dan rombongan sudah tiba dirumah nya.Dia tampak sangat frustasi dan panik.
"Bu Sri coba tolong jelasin bagai mana kejadian nya?" tanya Reno pada bu Sri.
"Maaf tuan ibu yang salah, ibu tidak dapat menjaga non Aruni dengan benar." jawab bu Sri yang tampak masih shock dengan berlinang air mata.
"Sudah bu Sri,bukan saat nya menyalahkan diri sendiri.Sekarang coba jelaskan kronologis nya kejadian tadi." ucap Reno yang tampak kesal.
Dan bu Sri pun langsung menceritakan semua kejadian yang ia dan nyonya nya alami.Mulai dari dia dan nyonya nya berangkat dari rumah,kemudian makan bakmi dan dan juga bertemu dengan Natasya.Hingga akhir nya tragedi itupun terjadi.
"Natasya?!" tanya Reno kaget saat dirinya mendengar nama Natasya disebut oleh bu Sri.
"Iya tuan.Menurut yang ibu dengar non Aruni dan non Natasya sudah berjanji untuk bertemu di kedai bakmi tersebut." jawab bu Sri dengan suara bergetar menahan tangis.
"Ali,seret Natasya kemari!" seru Reno sambil mengepalkan tangan nya.
"Maaf tuan seperti nya non Natasya tidak terlibat,ini rekaman yang kami peroleh dari berbagai sumber." ucap Ali sambil menunjukan rekaman yang ada pada ponsel nya.
Reno pun menatap layar ponsel itu dengan seksama.Dia melihat setiap kejadian yang ada mulai dari para pengawal yang diserang dan semia yang dialami istri nya.Dia menatap nanar layar ponsel itu,tanpa ia sadari air mata nya menetes karena tak kuasa menyaksikan apa yang dialami istri nya.Dan memang dalam rekaman itu Natasya tampak tidak terlibat karena ia pun sempat diserang pula oleh beberapa orang saat hendak menolong para pengawal Aruni yang terlebih dahulu diserang.Beberapa kali mobil Natasya menabrak para penjahat yang menggunakan motor.Sampai akhir nya mobil Natasya tak terlihat lagi dalam rekaman itu.
"Akhhh.....!" reno membanting ponsel milik Ali dan kemudian berteriak.
(Untung nya ponsel Ali jatuh tepat diatas sofa yang ada didepan Reno.Jadi ponsel Ali tidak hancurš¤£.Ali pun yang melihat itu langsung menghembuskan nafas nya.)
"Maaf tuan,saya juga sudah memeriksa plat nomer mobil yang membawa Aruni dan ternyata nomer nya palsu.Dan mobil itu pun sudah diketemukan,namun tidak ada tanda-tanda keberadaan nyonya.Sepertinya untuk menghilangkan jejak mereka mengganti mobil nya tuan." ucap Ali nenjelaskan semua temuan nya.
Ali memang bertindak cepat dia tahu apa yang harus nya dia lakukan.Dan dia mengerjakan nya dengan sangat rapi.
"Al,ikut saya!" Seru Reno sambil berdiri dan melangkah pergi.
Ali pun menurut dia mengikuti kemana bos nya itu akan pergi.
Reno menyetir mobil dengan kecepatan penuh,dia membelah kota dengan suara khas mesin mobil sport nya.Untung saja saat itu keadaan jalan masih sepi karena bukan di jam sibuk.
Reno menuju suatu tempat dia akan menemui seseorang disana.Dia akan meminta bantuan orang itu untuk mencari istri tercinta nya.
Reno memacu lebih kencang lagi mobil nya,Ali yang duduk dikursi penumpang pun hanya dapat berdoa dalam hati agar terlihat tenang.
Tak berapa lama kemudian Reno sampai di sebuah gedung perkantoran yang menjulang tinggi dengan tiang-tiang besar didepan nya.
Reno langsung memasuki gedung itu dan semua orang disana langsung menundukan kepala memberikan hormat saat melihat kedatangan Reno.
Reno berjalan penuh wibawa dengan diiringi oleh beberapa orang pengawal dibelakang nya termasuk Ali.
next bab ya..