Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
NATASYA


Pagi hari nya,Reno,tuan Baskara dan Kak Putra baru saja pulang dari masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.


Mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga. Merka berbincang-bincang disana sambil menikmati kopi yang sudah disediakan.


"Kamu masih masa cuti kan,Ren?" tanya Ayah Aruni.


"Iya yah,dan Rencana nya hari ini saya akan temenin Aruni buat jadi saksi atas laporan saya terhadap Ari." ucap Reno menjelaskan.


"Oh,sudah masuk BAP ya Ren?" tanya Kak Putra.


"Iya kak,seharus nya sudah dari minggu lalu surat panggilan nya dikirim.Tapi saya tahan dulu sampai acara pernikahan kami selesai dilaksanakan. Supaya Aruni ga terlalu kepikiran." ucap Reno menjelaskan.


"Ayah harap masalah ini cepat selesai ya.Biar kalian biasa tenang." ucap Ayah .


Ketiga pria dewasa itu pun kemudian kembali kekamar masing-masing.Mereka akan bersiap-siap untuk memuali aktivitas rutin mereka.


Seluruh anggota keluarga tuan Baskara sudah berkumpul diruang makan untuk sarapan bersama-sama. Mereka melakukan sarapan dengan tenang.


Selesai sarapan tuan Baskara langsung bersiap untuk berangkat bekerja.Tak lama kemudian disusul oleh kak Putra yang juga akan berangkat bekerja.


"Bu,aku sama mas Reno pamit ya." ucap Aruni pada ibu nya.


"Berangkat nya pagi-pagi ?" tanya Ibu


"Iya bu,jadwal panggilanya jam sembilan pagi." ucap Aruni menjelaskan.


"Oh,begitu.Ya sudah kalian hati-hati ya.Terus kamu jangan gugup ya Run.Bismillah sebelum bicara." ucap ibu memasehati.


"Iya bu siap." jawab Aruni. "Ya udah,kita berangkat ya bu.Assalamualaikum." ucap Aruni sambil mengecup punggung tangan ibu nya, begitu pula dengan Reno dia melakukan hal yang sama.


"Waalaikumsalam." ucap Ibu.


Aruni dan Reno kini sudah berada dijalan menuju kantor polisi.Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.Mereka ditemani oleh aluman lagu milik Ariana Grande.


"Mas,nanti kamu temenin aku kan?" tanya Aruni disela-sela perjalanan nya menuju kantor polisi.


"Tentu,kamu tenang aja ya." ucap Reno sambil mengecup tangan kanan Aruni,dan Aruni hanya tersenyum senang.


Tak terasa mobil Reno telah sampai dipelataran parkir kantor polisi.Mereka segera turun dari mobil.Reno dan Aruni berjalan bergandengan menuju kantor polisi.


Dilobby kantor polisi,mereka bertemu dengan seorang pengacara yang sudah ditunjuk untuk mendampiri Aruni.


"Pak Boris,kenal kan ini Aruni istri saya." ucap Reno kepada pak Boris yang notabane nya adalah seorang pengacara.


"Apa kabar bu,perkenalkan saya Boris Hutagalung." ucap pak Boris sambil menjabat tangan Aruni.


"Pak Boris ini adalah pengacara yang akan mendampingi kamu selama kasus ini bergulir." ucap Reno menjelaskan pada Aruni.


"Oh,iya pak.Kenalkan saya Aruni." ucap Aruni pelan.


"Saya sudah mempelajari kasus ini buk,jadi ibu tinggal mengikuti alur nya saja." ucap Pak Boris.


"Baik." ucap Aruni pelan.


Kemudian Reno,Aruni dan pak Boris memasuki ruangan penyidikan untuk memberikan keterangan pada kasus Ari.Satus Aruni dalam kasus ini adalah korban.


...


Sementara ditempat lain,seorang wanita yang kemarin hampir tertabrak mobil Ali, baru saja tersadar dari pingsan nya selama sehari semalam.Sedang terbaring lemas tak berdaya.


"Aku dimana?" ucap nya sambil memegangi kepala nya yang masih terasa berat.


Wanita itu kemudian melihat kesekeliling nya. Tak ada siapapun,ia menggerakkan badan nya dan kemudian dia meringis.Merasakan sakit pada tangan nya ternyata setelah dia lihat tangan nya.Terdapat jarum infus yang tertancap ditangan nya itu.


"Aku dirumah sakit,siapa yang udah bawa aku kesini?Aww..!" pekik sang wanita.


"Apa yang sedang anda lakukan?" tanya Ali yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan.Dia terkejut melihat wanita tersebut tengah mencoba mencopot jarum infus yang menempel pada tangan nya.


"Siapa anda?Kenapa saya ada disini?" ucap Wanita itu sambil menatap Ali.


"Nona Natasya Afandie.Perkenalkan saya adalah asisten dari tuan Reno Putra Herlambang."ucap Ali sambil mengulurkan tangan nya.


"Cih!" wanita itu malah meremehkan Ali. "Ternyata anda adalah kaki tangan manusia iblis itu.HAH?!"ucap Natasya sambil berteriak.


"Dia bukan iblis,dia adalah seorang pengusaha hebat dinegara ini."ucap Ali bangga.


"Kalau dia bukan iblis dia tidak akan tega memenjarakan seorang suami yang istrinya tengah hamil besar." ucap Natasya sambil terus berteriak.


"Mau apa kau,lepas?!" ucap Natasya sambil mengibaskan tangan Ali.


"Saya sudah menelpon ayah anda.Sebentar lagi dia akan datang." ucap Ali sambil melangkah menuju sofa.


Natasya tidak menjawab ucapan Ali.Dia hanya terdiam,dia sudah hampir satu pekan tak bertemu dengan papa nya.Dia lebih memilih kabur dari rumah,karena papa nya tidak mau menolong nya membebaskan Ari dari penjara.


Rasa cinta nya pada Ari telah membuat nya menentang sang ayah,yang begitu mencintai nya.


CKLAAK..tiba-tiba pintu ruang rawat Natasya terbuka.


"Natasya!" seru seorang pria paruh baya,yang langsung berjalan masuk dan memeluk tubuh Natasya.


"Papa." ucap Natasya sambil meneteskan air mata nya.


"Maafin papa nak,karena tidak menjaga kamu dengan baik." ucap Pria paruh baya tersebut yang tak lain ada Tuan Hartawan papa dari Natasya.


Natasya tak memberi jawaban dia hanya menangis didalam pelukan papa nya. Disatu sisi Natasya merasa sangat menyesal karena telah membangkang pada papa nya.Namun disisi lain dia begitu mencintai Ari.


"Sayang kamu sudah makan?" tanya tuan Hartawan pada putri nya.


"Belum pa." jawab Natasya sambil menggelengkan kepala nya.


"Papa akan suruh sopir untuk membeli makanan ya.Kamu mau makan apa?" tanya Tuan Hartawan.


"Maaf tuan,saya sudah membeli makanan tadi." ucap Ali yang sedari tadi hanya menonton drama antara ayah dan anak itu. "Ini." Ali menyodorkan plastik makanan yang tadi ia beli.


"Oh,anda adalah?" ucap tuan Hartwan seraya berfikir.


"Saya adalah Ali,asisten pribadi nya tuan Reno Putra Herlambang." ucap Ali sambil mengulurkan tangan nya.


"Oh,iya saya ingat sekarang." ucap Tuan Hartawan sambil menjabat tangan Ali. "Apa anda juga yang menghubungi saya tadi pagi?" tanya tuan Hartawan.


"Iya tuan,saya yang sudah menghubungi anda." jawab Ali tegas.


"Terimakasih banyak,karena anda telah menemukan putri saya." ucap Tuan Hartawan.


"Papa,dia bukan menemukan aku,justru karena dia aku hampir celaka!" pekik Natasya.


"Natasya jaga ucapan mu!" ucap tuan Herlambang membentak anak nya.


"Dia dan bos nya sama saja,sama-sama iblis!" seru Natasya dengan wajah marah.


"Natasya,cukup!Papa ga pernah mengajari kamu seperti ini."ucap tuan Hartawan.Dan seketika Natasya langsung tertunduk. "Maafkan kelakuan putri saya."


"Tidak masalah tuan." ucap Ali sambil tersenyum. "Baiklah,karena anda sudah ada disini.Saya permisi untuk bekerja lagi.Karena hari ini saya hanya ijin untuk setengah hari." ucap Ali sambil tersenyum.


"Baik,terimakasih banyak atas bantuan anda."


"Iya,sama-sama tuan.Kalau begitu saya permisi tuan." ucap Ali sambil beranjak pergi.


Kini hanya tinggal tuan Hartawan dan Natasya anak nya.Mereka berdua tidak saling bicara. Hanya susana didalam ruang rawat rumah sakit terasa hening.


"Nat,kamu makan dulu ya,tadi Ali sudah membeli makanan untuk kamu kata nya." ucap Tuan Hartawan sambil mengambil kotak berisi makanan.


"Cih...! aku ga sudi pah makan,makanan yang diberikan anak buah iblis."


"Apa maksud mu bicara seperti itu?!"


"Papa harus tahu,dia dan bos nya itulah yang sudah membuat Ari masuk penjara!"


"Natasya,buka mata kamu.Ari masuk penjara itu karna kesalahan nya sendiri,bukan disebabkan oleh orang lain.Dari awal papa kan sudah bilang,dia bukan pria baik.Dan sekarang terbuktikan?"


"Papa,cukup!Ari itu orang baik pa,papa harus inget didalam perut aku ini ada darah daging nya Ari." ucap Natasya sambil menangis.


Tuan Hartawan hanya dapat terdiam menandangi putri kesangan nya menangisi laki-laki b*j*n*a* seperti Ari. Tuan Hartawan tak habis pikir apa yang membuat putri nya begitu mencintai Ari. Padahal sebelum nya banyak laki-laki yang mengejar cinta putri nya.Tapi malah Ari lah yang mampu meluluhkan hati putri nya.


...


Sementara di tempat lain Aruni dan Reno masih menjalani pemeriksaan dikantor polisi.Mereka berdua masih mendapat pertanyaan dari polisi penyidik.Satus Aruni yang sebagai korban sangat dibutuhkan untuk bisa menjatuhkan hukuman pada Ari.


Aruni tampak sangat gugup saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari polisi.Namun Reno yang terus berada disamping nya selalu menyemangati istri nya itu.


next bab ya..😊


Terimakasih ya sahabat atas dukungan kalian semua.Tanpa dukungan dari kalian semua karya ku ini ga da arti apa-apa.Sekali lagi terimakasih atas dukungan kalian..dan cerita Reno dan Aruni ini masih panjang ya..Jadi tetap dukung dan baca CINTA DALAM PERJODOHAN ya..šŸ˜„