Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MARAH


Reno takut untuk berbicara duluan,Dia hanya mengikuti pergerakan Aruni yang saat itu duduk di sofa tanpa berkata apa-apa.


Reno mulai gelisah karena Aruni tak berbica pada nya.Aruni hanya diam sambil memainkan ponsel nya.Tak sedikit pun Aruni menoleh pada nya.


Reno tak pernah setegang ini dalam menghadapi clien-clien nya.Namun kali ini Reno tampak seperti anak kecil yang penakut.


Reno mencoba memberanikan diri untuk membuka suara.


"Sayang,kamu marah?Maafin saya." ucap Reno pelan sambil mengadap istri nya.


Namun Aruni tak membuka suara nya.Dia masih saja memauinkan ponsel nya.


"Sayang jangan seperti ini dong,lebih baik kamu pukul saya dari pada kamu diamin saya seperti ini." ucap Reno sambil memegang salah satu tangan istri nya.


"Aku kecewa sama kamu mas!" ucap Aruni sambil menatap tajam kearah suami nya.


"Run,saya bisa jelasin semua nya.Ini ga seperti yang kamu pikirin." ucap Reno sambil memegang kedua tangan Aruni.


"Aku ga berpikir apa-apa,aku hanya mengikuti apa yang aku lihat tadi." ucap Aruni pelan.


"Tapi yang kamu lihat tadi itu bukan yang sebenar nya."


"Memang yang sebenar nya seperti apa?kamu kesandung dan ga sengaja jatuh di pangkuan mbak-mbak tadi.Iya begitu? Kamu pikir ini lawakan.Ga lucu mas!!"


"Huft." Reno mengusap kasar wajah nya sambil menghembuskan nafas.


"Saya tahu kamu ga akan percaya dengan ucapan saya.Tapi demi Allah saya tidak melakukan apa-apa yang membuat saya dituduh berselingkuh.Jessica adalah masa lalu bagi saya.Saya sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan dia."


"Ya terserah kamu lah mas.Aku cuma percaya denyan apa yang sudah aku lihat.Dan aku juga ga menuntut kamu menjelaskan kan mas.Kenapa kamu berusaha untuk menjelaskan ini sama aku?"


"Ya karena saya ga mau kamu berpikiran yang macam-macam."


"Kamu tahu ga mas seseorang yang bersalah itu akan melakukan pembelaan dengan cara memberi penjelasan yang seharus nya ya dibutuhkan."


"Astagfirllah aladzim.Saya bukan melakukan pembelaan.Tapi saya mencoba meluruskan yang salah disini."


"Oke,tapi aku tetap percaya dengan apa yang aku lihat." ucap Aruni yang terus memancing emosi Reno.Sebenar nya Aruni sengaja melakukan itu karena ingin mengerjai suami nya yang ternyata tidak ingat kalau hari ini ulang tahun nya.


"Sayang,semua yang kamu lihat itu bukan seperti apa yang kamu pikirkan,itu semua murni kecelakaan"


"Tapi 90% kenyataan itu didapatkan dari apa yang kita lihat mas!" ucap Aruni dengan ketus.


Reno tak menjawab ucapan Aruni dia mengusap kasar wajah nya dan menghembuskan nafas dengan kasar pula.


Reno tak habis pikir kalau istri nya tidak mempercai diri nya.Padahal dirinya memang tidak melakukan apa-apa dengan Jessica.


Reno merasa sangat frustasi,dia bingung harus menjelaskan dengan cara apa lagi.


Aruni sebenar nya tidak tega dengan suami nya yang mulai frustasi.Namun dirinya harus tega karena ingin memberi kejutan kepada suami nya itu.


Aruni sekuat tenaga menahan tawa nya.Dia tidak ingin semua nya sia-sia.


Aruni memutuskan untuk beranjak dari sofa dia berencana ingin ketoilet.


"Kamu mau kemana?" tanya Reno yang terlihat panik saat Aruni berdiri.


"Toilet."jawab Aruni singkat.


"Pakai toilet dalam aja sayang." ucap Reno lembut.


"Hemm.." jawab Aruni singkat,dan langsung berjalan menuju toilet didalam ruang pribadi Reno.


Reno yang melihat tingkah istri nya,semakin frustasi di buat nya.


Reno terus mondar mandir menunggu istri nya yang sedang berada di toilet.Reno menyiapakan kata-kata lagi untuk meminta maaf pada istri nya.Walau pun ia tahu kalau ia sebenar nya tidak bersalah.Namun dia juga tidak bisa menyalahkan istri nya yang memang sedang salah paham.


Ketika Reno sedang mondar mandir didepan toilet,tiba-tiba Aruni keluar dari toilet.Dan itu membuat Reno kaget setengah mati.


"Kamu ngapain mas?" tanya Aruni bingung.


"E..eng..enggak ngapa-ngapain kok sayang."jawab Reno terbata.


Aruni tak menjawab ucapan Reno lagi,dia berjalan keluar ruangan pribadi milik Reno.


"Sayang,kamu mau kemana?" ucap Reno sambil menarik tangan Aruni.


"Apaan sih mas,aku tuh mau makan.Aku laper,niat aku kesina kan bawain kamu makan siang.Ini malah aku dikasih kejutan." ucap Aruni kesal.


"Sekali lagi saya minta maaf ya,sekarang kita makan yuk.Saya juga sudah lapar." ucap Reno lembut.


Aruni tak menanggapi ucapan Reno dia langsung melengos berjalan keluar.


Reno mengikuti istri nya dari belakang.Dia merasa sangat bersalah saat ini.


Aruni duduk sofa panjang dan mulai membuka bekal makan siang yang ia siapkan.


"Sayang,kita makan diluar aja yuk.Saya yang traktir." ucap Reno sambil tersenyum manis.


"Ga mau,aku udah capek-capek masak masa ga di makan.Kan mubazir,kalau kamu ga mau makan masakan aku ga apa-apa."ucap Aruni ketus.


Reno menelan saliva nya dengan susah payah,Reno salah bicara kali ini.


'M*mpus,gue salah ngomong.' batin Reno.


"Sayang maksud nya ga kaya gitu.Saya cuma mau minta maaf sama kamu,dengan cara ngajak kamu makan siang diluar.Maaf kalau saya salah bicara." ucap Reno sambil bersimpu di kaki Aruni.


"Kamu apaan sih mas.Mau makan apa engga?" ucap Aruni makin emosi.


"Mau sayang." jawab Reno manja.


"Ya kalau mau duduk yang bener,diem jangan banyak bicara." ucap Aruni ketus.


"Iya sayang." jawab Reno patuh.


Reno duduk disebelah Aruni,dia patuh dengan perkataan Aruni.Dia hanya diam tak bersuara dan juga tidak bergerak.


Reno seperti kerbau yang dicucuk hidung nya.Dia menuruti semua ucapan Aruni.


Aruni menyodorkan makanan yang ia bawa.Agar Reno memakan nya.


"Yaudah di makan,jangan dilihatin aja.Nanti naksir lagi sama nasi nya." ucap Aruni ketus.


"Udah naksir duluan sama yang nyiapin nasi nya." jawab Reno dengan gombalan receh nya.


"Hehh..."Aruni tertawa pelan.


Reno mulai memakan makanan nya,dia terlihat lahap dan menikmati makanan nya.Aruni yang melihat tingkah suami nya itu,ingin sekali rasa nya memeluk erat suami nya itu.


Namun ia urungkan,karena ia masih menjalankan rencana nya untuk mengerjai suami nya itu.


Selesai makan Aruni pun membereskan peralatan makan nya.


Sementara Reno sedang duduk disebelah istri nya.Sambil memperhatikan gerak-gerik istri nya.


"Sayang." ucap Reno sambil memeluk pinggang ramping istri nya.


"Hemm." jawab Aruni


"Jangan marah lagi ya.Saya rela lakuin apa aja asal kamu jangan marah lagi."


"Yakin kamu mau ngelakuin apa aja demi aku?"


"Iya saya yakin."


"Emmm..oke,aku mau kamu temenin aku seharian ini."


"Oke,siap baginda ratu."


"Apaan sih lebay."jawab Aruni sambil berdiri dan meraih tas nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Reno panik.


"Mau jalan-jalan." jawab Aruni santai.


"Kemana?"


"Kemana aja,yang penting jalan-jalan."


"Sekarang?"


"Iya lah masa besok!"


"Oke,ayo." ajak Reno sambil menggandeng tangan Aruni.


Dan sepasang suami istri itu pun langsung pergi meninggalkan ruangan Reno.


Mereka berjalan bergandengan mesra membuat siapa saja yang memandang nya iri.


next bab ya sayang.