
Sudah tiba waktu makan siang,tapi Reno belum juga menghubungi Aruni.Aruni yang sudah merasa aneh mulai menghubungi suami nya.
Namun tak ada jawaban,Reno tidak mengangkat panggilan telepon nya.Berkali-kali Aruni mencoba menghubungi ponsel suami nya.Namun hasil nya masih sama,Reno masih tidak menjawab panggilan telepon dari diri nya.
"Mas Reno kemana ya,kok ga jawab telepon aku?" tanya Aruni pada diri nya sendiri.
Aruni mencoba menghubungi ponsel suami nya.
Lebih dari 20 panggilan ia tunjukan pada posel suami nya.Hingga ia pun mulai frustasi.
Akhir nya Aruni memutuskan menelepon Ali.
"Hallo,assalamualaikum Ali." ucap Aruni ketika Ali sudah menjawab panggilan telepon nya.
"Waalaikum salam nonya,ada yang bisa saya bantu?"ucap Ali dari sebrang sambungan telepon nya.
"Al,kamu tahu ga mas Reno kemana?soal nya saya coba hubungi ponsel nya ga di angkat-angkat."
"Tuan ada diruangan nya,selesai meeting tuan langsung masuk ruangan nya.Dan belum keluar lagi sampai sekarang."
"Al,coba kamu tolong cek mas Reno diruangan nya,saya takut nya mas Reno kenapa-kenapa."
"Baik,nyonya."
"Langsung kabarin saya ya Al."
"Baik nyonya." jawab Ali
"Terimakasih ya Al,assalamualaikum." ucap Aruni yang kemudian memutuskan sambungan telepon nya dengan Ali.
Aruni kemudian langsung meraih tas nya,dia berencana akan kekantor suami nya.Karena perasaan nya tidak enak memikirkan suami nya yang tidak ada kabar berita.
...
Semtara dikantor Reno,Ali bergegas menuju ruangan bos nya itu,Ali berjalan agak lebih cepat.
Sesampainya Ali di depan ruangan Reno,dia kemudian cepat-cepat memasuki ruangan.
Sesampai nya diruangan bos nya itu dia tidak menemukan keberadaan bos nya didalam rungan itu.
Ali kemudian mencari Reno kedalam toilet.Dia mencoba mengetuk pelan pintu toilet itu.Namun tidak ada jawaban dari dalam toilet.Akhir nya Ali memutuskan untuk membuka pintu toilet nya.Dan lagi-lagi dia tidak menemukan Reno disana.
Ali kemudian menuju ruang pribadi bos nya.Pintu ruangan yang tertutup rapat,membuat Ali harus mengetuk pintu nya terlebih dahulu.
Beberapa kali Ali mencoba mengetuk pintu ruangan pribadi milik Reno,namun tidak ada jawaban dari dalam ruangan.
Ali mencoba mengetuk pintu ruangan pribadi milik bos nya,namun kali ini agak sedikit lebih kencang.
Lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam.
Ali memberanikan diri untuk membuka pintu ruang pribadi Reno.Dan saat Ali membuka pintu itu,Ali mendapati sosok yang ia cari sedari tadi sedang tertidur pulas.
'Yaallah,ni orang dicari tau nya ada disini.Tidur pula.'ucap Ali dalam hati.
Ali kemudian masuk kedalam ruangan itu.Dia memberanikan diri untuk membangunkan bos nya yang sedang tertidur pulas tersebut.
"Tuan." panggil Ali pelan.
"Tuan.." panggil Ali lagi,namun tidak ada jawaban dari tuan nya itu.
Ali mendekati tubuh tuan nya,dia sedikit membungkukkan tubuh nya.
"Tuan." ucap Ali sambil mengguncangkang tubuh Rpeno pelan.
"Eh..."ucap Reno pelan.
"Maaf tuan." jawab Ali sambil menegakkan tubuh nya lagi.
"Ah,jam berapa ini Al?" tanya Reno sambil beringsut untuk duduk.
"Sudah setengah dua siang tuan." ucap Ali sambil melihat jam ditangan nya.
"Astagfirllah aladzim..." ucap Reno sambil mengacak rambut nya dan langsung beranjak dari tempat tidur nya. "Al,kamu bisa keluar,saya mau shalat dzuhur dulu." ucap Reno sambil masuk kedalam kamar mandi.
"Tuan tadi nyonya menelpon saya." ucap Ali sepersekian detik sebelum Reno menutup pintu kamar mandi.
"Hah..serius kamu.Kenapa ga bilang dari tadi!" ucap Reno sambil keluar lagi dari kamar mandi.
" Maaf tuan,saya baru akan mengatakan nya." ucap Ali sambil menunduk.
"Ish,dimana ponsel saya?!"tanya Reno sambil terus mencari keberadaan ponsel nya.
"Maaf tuan,mungkin anda meletakan nya di meja kerja anda." ucap Ali pelan.Reno yang mengar itu langsung menerobos keluar ruangan,dan Ali pun mengikuti nya dari belakang.
Reno berjalan cepat menuju meja kerja nya.Dan saat dia melihat ponsel nya tengah bertengger manis diatas meja nya,tanpa buang waktu dia langsung menyambar ponsel nya itu.
Dan betapa terkejut nya ia saat melihat ada lebih dari 25 panggilan tak terjawab keponsel nya.Dan lebih terkejut lagi saat ia mendapati 20 panggilan tak terjawab itu dari istri nya.
"Astagfirllah aladzim." ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya.
Reno kemudian mencoba menghubungi kembali nomer istri nya itu.Namun istri nya tidak menjawab panggilan telepon nya.
Reno mencoba lagi menghubungi istri nya,dan kali ini dijawab oleh istri nya.
"Assalamualaikum mas." ucap Aruni dari sebrang telepon.
"Waalaikumsalam sayang,maaf tadi telepon nya ga keangkat." jawab Reno pelan dan tampak ragu.
"Kamu dari mana sih mas,sibuk banget ya sampai ga angkat telepon aku?" tanya Aruni dengan nada kesal.
"Maaf sayang tadi saya ketiduran.Capek banget habis meeting tadi,jadi saya ketiduran."
"Oh."
"Kok oh sih sayang jawab nya.Saya bicara yang sebenar nya."
"Ya terus aku harus jawab apa?"
"Ya apa aja yang penting jangan oh."
Aruni tak menjawab ucapan Reno dari sebrang sambungan telepon.Dia sengaja membuat Reno sedikit kesal.Karena tadi dia pun dibuat kesal oleh suami nya itu.
"Run." panggil Reno pelan. "Aruni." panggil Reno lagi karena tidak ada jawaban dari istri nya itu.
"Sayang." panggil Reno yang mulai panik karena istri nya tidak merespon ucapan nya.
"Aruni Pratiwi."panggil Reno yang semakin panik. "Sayang kamu masih denger suara saya kan.Hallo Run,Aruni." ucap Reno semakin panik.
"Iya Mas,ga usah teriak-teriak aku disini." ucap Reno sambil membuka pintu ruangan suami nya.
"Sayang kamu kesini kok ga bilang-bilang." ucap Reno yang terkejut melihat istri nya sudah ada di hadapan nya.
"Engga gitu sayang.Kalau kamu bilang mau kesini kan saya bisa jemput kamu dilobby." jawab Reno sambil mengusap pucuk kepala istri nya.
"Gimana aku mau bilang kamu aja ga angkat telepon aku mas." ucap Aruni sambil manyun.
"Ia maaf ya." ucap Reno sambil mencubit gemas pipi istri nya.
"Ish,sakit mas." ucap Aruni manja.
"Heehee..maaf ya.Yaudah duduk yuk." ajak Reno pada istri nya sambil menuntun lengan istri nya menuju sofa.
"Mas kamu belum makan siang kan?Nih aku bawain bekel buat kamu." Tanya Aruni sambil meletakan dua paper bag berisi makanan.
"Iya saya belum makan,kebetulan saya laper banget." jawab Reno antusias.
"Ya udah dimakan deh makan nya.Oh..iya Ali,ini buat kamu makan siang.Terimakasih ya udah jagain suami saya." ucap Aruni sambil menyerahkan satu paper bag yang ia bawa pada Ali.
"Terima kasih nyonya." ucap Ali sambil menerima paper bag itu.
"Ya sudah Al,duduk sini kita makan bareng." ucap Aruni pelan
Reno langsung bereaksi,dia langsung menatap tajam kearah Ali.Seakan mengisyaratkan untuk Ali tidak ikut makan bersama dengan nya.
"Tidak nyonya terimakasih,saya akan makan ini diruangan saya.Karena akan terasa lebih tenang." ucap Ali sambil menatap Reno.
"Memang nya disini tidak tenang ya Al?" tanya Aruni.
"Disini terlalu nyaman nyonya,jadi saya merasa tidak tenang." ucap Ali sambil tersenyum kecil.
"Sudah sana kau cari ketenangan sendiri."ucap Reno ketus.
"Baik,tuan dan nyonya saya permisi." ucap Ali sambil membungkukkan badan nya dan kemudian berjalan menuju pintu keluar.
"Kamu tuh ya mas,udah kaya tom and jerry kalau sama Ali." ucap Aruni setelah kepergian Ali.
"Abis nya Ali tuh kebanyakan ngeselin nya sayang." ucap Reno gemas.
"Tapi kalau ga ada dia kamu ga ada yang bantu lho.Dia tuh berjasa sama kamu."
"Kok kamu jadi belain Ali sih?!"
"Gak belain mas,hanya mengingatkan kamu.Udah ah jangan bahas itu,lebih baik sekarang kamu makan dulu.Nanti keburu dingin ni makanan nya."
"Nanti dulu ya,saya shalat dzuhur dulu."
"Masyaallah,kamu belum shalat dzuhur,ini udah mau habis lho waktu nya?"
"Iya tadi kan saya ketiduran.Makanya saya shalat dulu ya.Kamu jangan kemana2!" ucap Reno sambil mengecup singkat b***r istri nya lalu kemudian pergi untuk shalat.
"Dasar mas Reno." ucap Aruni pada diri nya sendiri sambil tersenyum.
Sambil menunggu Reno,Aruni menata makanan nya itu diatas meja.Dia juga menyiapkan air putih hangat untuk suami nya itu.
Saat Aruni akan kembali kesofa setelah mengambil air hangat dia tiba-tiba melihat benda berkilau didekat pintu.Aruni pun mendekati nya,dan saat Aruni sudah ada didekat nya,Aruni mengambil benda berkilau itu yang ternyata adalah sebuah anting-anting wanita.
"Punya siapa ini ya,kok bisa ada disini?" gumam Aruni. Kemudian dia taruh ditas nya untuk dia cari tahu milik siapa.Karena dia pasti tidak akan puas dengan jawaban yang nanti nya diberikan Reno kalau dia menanyakan nya para Reno.
Tak lama kemudian Reno keluar dari dalam, ruangan pribadi nya selepas melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
"Sayang,maaf ya buat kamu nunggu." ucap Reno sambil mendaratkan bokong nya disofa.
"Iya mas,yaudah makan dulu ni sudah aku siapin."
"Iya."
Reno pun mulai memakan makan makanan yang dibawa oleh Aruni.Aruni pun merasa sangat senang,karen tidak sia-sia dia datang kekantor suami nya itu.
"Sayang kamu ga makan?" tanya Reno saat dia mendapati Aruni tengah menatap nya.
"Engga mas,aku udah makan siang tadi sebelum kesini.Dan udah minum susu juga." jawab Aruni sambil tersenyum manis.
"Pinter,tapi makan lagi ya.Entar dede didalam sini nya ngiler lho." ucap Reno sambil mengusap lembut perut rata istri nya.
"Engga mas,dede ga kepengen itu." jawab Aruni manja.
"Terus dede pingin nya apa?"
"Emmm...apa ya?lagi ga pengen apa-apa daddy." ucap Aruni sambil menirukan suara anak kecil.
"Bisa aja kamu." ucap Reno sambil menarik hidung mungil istri nya.
"Auwww..ish sakit mas!" pekik Aruni
"Hehe..maaf ya sayang.Kamu ngegemesin banget sih." ucap Reno sambil memeluk istrinya.
"Mas,udah ah,makan nya lanjutin lagi."
" Iya sayang."
Reno pun menyelesaikan makan siang nya yang sudah terlewat.Setelah makan siang dia tidak lupa untuk menyikat gigi dan berkumur dengan cairan mouthwash.Agar kembali segar.
Reno dan Aruni kembali duduk di sofa,mereka berbincang-bincang dan bermanja-manja ria.
Sesekali Reno menc**m pipi istri nya.
Tak hanya itu,Reno pun mulai menjelajahi b***r ranum milik istri nya.
"Ish,mas kamu apaan sih,malu nanti kalau ada orang masuk bagai mana?" ucap Aruni sambil mendorong tubuh suami nya.
"Tenang aja sayang,ruangan ini kedap suara dan ga mingkin ada yang masuk kalau saya ga perintahkan." ucap Reno sambil mengusap lembut bibir istri nya.
"Ya tapi ga disini juga mas,lagi pula memang nya kamu lagi ga ada kerjaan?"
"Kerjaan saya sudah di handle sama Ali,jadi kamu tenang aja."
"Ish,mas Reno." ucap Aruni sambil memukul lengan suami nya yang mencoba masuk kedalam baju nya.
"Ya udah kita pindah." ucap Reno sambil mengangkat tubuh istri nya.
"Eh..eeh..mau kemana?" ucap Aruni panik.
Namun Reno tak menjawab nya,Reno membawa tubuh istri nya itu kedalam ruangan pribadi nya.Dan mereka pun memasuki ruangan itu dengan gairah yang sudah menggebu.
Reno menurunkan tubuh istri nya diatas ranjang big size nya dengan hati-hati.Dia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap istri dan juga calon anak mereka.
Dengan lembut Reno membuka satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh istri nya.
Dan siang itu pun menjadi siang yang panas untuk pasangan suami istri yang tengah dimabuk cinta.
next bab ya..