
Lio terus terdiam di kamarnya, dia memikirkan tentang kuliahnya yang pasti tidak akan mendapat ijin dari kedua orangnya terutama Sang Mama..
" Huuf,, sudah jelas Papa dan Mama gak ijinin gue kuliah di Bandung,, tapi sebenarnya gue ingin banget kuliah di sana "
Ceklek,,
Pintu terbuka dan Lona berjalan masuk ke dalam..
Terlihat Lio sedang melamun duduk di sofa sambil memijat keningnya..
Lona berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya..
" Bang,, Ucap Lona
Lio menoleh dan menghela napasnya,,
" Abang bingung De,, Ucap Lio frustasi
" Masalah Kuliah,, Ucap Lona dan Lio hanya mengangguk
" Abang kenapa gak coba bicara dulu sama Papa juga Mama, pasti mereka bisa kok ijinin Abang..
" Engga mungkin De,, kamu denger kan tadi mereka bilang anaknya
" Apa Abang pengin banget kuliah di Bandung..
Lio menatap Lona,,
Dia memang sangat ingin kuliah di sana bahkan kedua sahabatnya pun kuliah di sana..
" Iya De,, Abang pengin banget kuliah di Bandung,, Apa lagi selama ini Abang udah mencari informasi Universitas di sana ..
" Mama Gak akan ijinin Abang kuliah di Bandung, Ucap Biyanka masuk ke dalam kamar..
Biyanka mendengar semua percakapan kedua anaknya..
" Mama,,, Ucap Lio berdiri
" Sampai kapan pun Mama gak ijinin Abang kuliah di Bandung,,
" Tapi Ma,,
Biyanka langsung berjalan keluar meninggalkan kedua anaknya, dia merasa kecewa dengan sikap putranya..
Biyanka segera masuk ke dalam kamarnya,, sedangkan Lio dan Lona mengejarnya dan mencoba mengetuk kamar Biyanka namun tetap saja tidak di buka..
" Abang, Ade,, Ada Apa ini,, Ucap Tian yang baru saja keluar dari ruang kerjanya..
" Papa,, Ucap Lona
Tian menatap Lio yang hanya terdiam, dia tau jika sesuatu terjadi antara Biyanka dan Lio..
" Abang,, Ucap Tian menatap Lio
" Maafin Abang Pa,, Ucap Lio menunduk..
Tian berjalan menghampiri putranya,,
" Apa mau bicara sama Papa Nak,, Ucap Tian lembut..
Lio menatap Tian dan mengangguk, mereka pun menuju ruang kerja Tian..
" Sebenarnya apa yang terjadi,, Ucap Tian saat menatap kedua anaknya
" Kuliah Di Bandung,, Bener itu Bang..
" Iya Pa,, sebenarnya Abang sudah coba ikut tes On line dan ternyata Lulus..
Tian menghela napasnya,, dia tidak tau jika putranya memang sangat menginginkan kuliah di Bandung karena Tian sering melihat Lio mencari Unversitas di sana..
" Apa Abang ingin sekali kuliah di sana..
" Iya Pa,, tapi Abang bakal batalin dan kuliah di Jakarta aja.. Abang gak mau melihat Mama sedih..
" Papa akan coba bicara sama Mama,, sekarang kalian tidur ya sudah malem.. Ucap Tian..
" Iya Pa,,
Lio dan Lona berjalan keluar,, Tian menatap kedua anaknya..
Ada rasa tidak rela mengijinkan Putranya kuliah jauh namun dia pun tidak mau egois dan Lio seorang laki laki sudah sepantasnya dia belajar mandiri dari sekarang..
Tian berjalan keluar dan menuju kamarnya..
-
Sementara di dalam kamar,,
Biyanka duduk diatas ranjangnya sambil menatap ponselnya,, dia melihat foto foto dirinya bersama kedua anak dan suaminya,, foto dimana Lio dan Lona saat masih kecil hingga sudah dewasa seperti sekarang...
" Sayang,, belum tidur.. Ucap Tian duduk di depan Biyanka
Biyanka menatap Tian,, terlihat mata yang sembab dan pipinya yang basah dan Tian tau pasti jika Biyanka habis menangis..
" Mas bisa bicara,, Ucap Tian lembut dia pun tidak mau memaksa istrinya..
" Abang juga Ade sudah menceritakan semuanya,,
" Terus,, Apa Mas setuju Abang kuliah di Bandung..
" Sayang,, Mereka sudah dewasa dan sudah sepantasnya mereka mulai bersikap mandiri lagian Abang juga anak laki laki..
" Tapi Mas,, Aku gak pernah jauh dari mereka dan ini Abang bakal kuliah di Bandung.. Engga aku gak ijinin..
Tian menggenggam tangan Biyanka dan mengusap air matanya,,
" Mas tau kamu gak pernah jauh dari mereka,, tapi mereka pun punya cita cita, Kita sebagau orang tua pun gak bisa egois memaksakan kehendak kita Yang,, Abang sudah sangat ingin kuliah di sana bahkan dia sudah ikut tes Online dan Lulus..
" Tapi Mas,, banyak Universitas yang bagus di Jakarta dan kenapa harus di Bandung,,
" Sayang,, Lagian Jakarta Bandung itu deket hanya 2jam,, Bagus dong malahan Abang cuma pengin Kuliah di Bandung apa kamu mau kalo Abang kuliah di Luar Negeri hem,,
" Mas,, Kamu gak tau perasaan aku..
Aku seorang ibu dan aku gak pernah jauh dari anak anak..
" Mas tau sayang, ya sudah gini..
Apa kamu tega melihat Abang sedih dan gak semangat kuliah di Jakarta.. Ucap Tian dan Biyanka menggeleng..
" Mas yakin jika Abang bisa jaga dirinya,, dia seorang laki laki..
Biyanka menatap Tian,,
Semua yang Tian katakan benar,, dia pun tidak mau egois, dia sangat menyayangi putranya dan tidak mau melihat Lioa sedih juga tidak semangat kuliah..