
Tian begitu emosi saat tau jika ternyata Galang murid yang menabrak Lona juga mengejek Lona dan mengatainya..
Dan dengan satu perintah saja kini mereka sudah berada di ruang Kepala Sekolah bersama dengan kedua orang tua Galang..
Wajah Tian terlihat jelas sangat emosi, sedangkan Biyanka berusaha menenangkannya walaupun sebenarnya dia juga sangat kesal juga marah dengan Ucapan Galang yang menyebut jika Lona adalah Anak tiri dan jelek..
" Jadi kalian orang tua Galang,, Ucap Tian
" Benar,, kami orang gua Galang saputra..
" APA KALIAN GAK BISA MENDIDIK ANAK KALIAN HAH,, Ucap Tian yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya..
" Kami minta Maaf Tuan,, Nyonya atas kesalahan anak kami,,
" Apa kalian tau apa yang sudah anak kalian katakan kepada putri saya.. Dan apa kalian tau jika anak kalian juga sudah melukai putra saya..
Kedua orang tua Galang hanya terdiam,, bahkan mereka tidak memandang wajah Tian yang merah padam karena menahan marahnya..
" Kalo kalian tidak bisa mendidik mereka dengan baik, mending kalian pindahkan dia dari sekolah ini..
" Mas Tian,, Udah ya Mas.. Ucap Biyanka mengusap lengan Tian..
" Maafkan kami Tuan,, Nyonya,, kami akan menghukum Galang karena kesalahannya..
" Maaf Tuan, Nyonya Saputra.. Saya sebagai kepala sekolah menyayangkan akan perilaku Galang dan dengan sangat terpaksa kami akan mengeluarkan Galang karena di Sekolah Internasional ini, tidak ada murid yang seenaknya sendiri karena kami mendidiknya dengan sangat baik..
" Baik,, Kami terima dengan konsekunsi atas kenakalan anak Kami Galang dan kami sekali lagi mengucapkan permintaan Maaf kepada Tuan juga Nyonya Cristian..
Biyanka tersenyum ramah,, walaupun dia sangat emosi namun Bianka masih bisa bersikap sopan berbeda dengan Tian yang tidak bisa lagi menahan emosi..
********
Tian dan Biyanka keluar dari ruangan Kepsek,, terlihat Tian yang masih marah..
" Papa,, Mama,, teriak Lona dan Lio..
" Loh sayang,, kenapa keluar..
Kaki Abang masih sakit kan,, Ucap Bianka..
" Sedikit Ma,,
" Pa,, Ma,, kita pulang yu,, ucap Lio..
" Iya Nak,, Apa Abang mau Papa gendong goda Tian
" Papa,, Abang laki laki.. Ucap Lio dengan sangat menggemaskan
" Baiklah,, Ucap Tian terkekeh,,
" Papa,, Ucap Lona dengan menarik tangan Tian..
" Lona mau Papa gendong.. Ucap Tian dan dibalas anggukan Lona..
Semarah apa pun Tian,, jika di hadapan kedua anaknya dia tidak akan memperlihatkannya, dia tidak mau kedua anaknya takut karena melihatnya marah..
**********
Mobil mereka sampai di depan rumah,, Biyanka membantu Lio yang kakinya terluka sedangkan Tian masih menggendong putrinya yang memang sangat manja..
" Astaga Abang kenapa,, Ucap Bik Asih
" Biasa Bik,, anak laki Ucap Biyanka sekenanya..
" Bik,, tolong siapkan makan siang ya,,
" Baik Nyonya..
-
Setelah semua berganti pakaian,, bahkan Tian pun tidak kembali ke kantornya kini mereka sudah berada di meja makan..
Semua masakan di lanjutkan oleh Bik Asih setelah Biyanka ke sekolah menjemput kedua anaknya..
Lio dan Lona terlihat sangat lahap, mungkin mereka terlalu lapar akibat menunggu rapat Tian bersama orang tua Galang..
" Abang,, lain kali Mama gak mau liat kamu bertengkar dengan teman abang ya..
" Tapi Ma,, dia bilang kalo Ade bukan Adik Abang,, Abang gak terima..
" Iya Nak,, Mama tau.. Mama cuma gak mau lagi liat Abang luka kayak gini.. Mama ikut sakit saat Abang atau juga Ade terluka.. Ucap Biyanka menatap kedua anaknya..
" Sayang,, Yang Mama bilang benar..
Mama sangat panik saat mendengar Kalo Abang jatuh dan kakinya terluka,, Ucap Tian
" Maafin Kami Pa,, Ma,,
Lio dan Lona segera menghampiri Biyanka dan memeluknya..
" Maafin Abang Ma,, sudah membuat Mama khawatir..
" Maafin Ade Ma,, Gara gara Ade mama jadi nangis..
Biyanka memeluk kedua anaknya,, dia sangat menyayangi mereka melebihi apa pun..
" Maafin Mama sayang,, Mama sangat menyayangi kalian..
Tian tersenyum melihat istri dan anaknya yang sangat saling menyayangi,,,
" Ya Sudah,, kalian lanjut makan lagi ya.. Ucap Biyanka melepaskan pelukannya dan mengecup kening keduanya..
" Iya Ma,,
Lio dan Lona kembali duduk di kursinya dan mereka kembali menikmati makan siangnya bersama dan sesekali terdengar suara candaan juga tawa mereka..