
Reno yang melihat tingkah Aruni sedang berselfi ria kemudian bersuara.
" Norak banget,belum pernah naik mobil mewah ya sebelum nya." ucap Reno sambil tersenyum sisnis.
"Kalo iya kenpa?Masalah buat situ?!" ucap Aruni ketus.
"Masalahlah,karena saya ga mau punya istri norak." ucap Reno tak kalah ketus.
"Terus,mau batalin perjodohan nya? Alhamdulillah dengan senang hati saya akan menerima nya!" ucap Aruni sambil tersenyum.
Reno pun seketika diam,dia tau konsekuensi nya kalau samapi perjodohan ini sampai batal.Selain akan berimbas pada kesehatan mama nya dia juga tidak akan mendapat satu sen pun harta warisan papa nya.
"Kenapa diem?mau dibatalin apa engga ni?Kalau mau dibatalin saya minta turun di sini."ucap Aruni setengah mengancam.
"Bisa diem ga?berisik!" seru Reno yang tampak sangat kesal.
Seketika Aruni diam,dia juga takut sebenar nya dengan ucapan nya sendiri.Kalau sampai Reno benar-benar membatalkan perjodohan ini bagai mana?Apa yang akan dia samapaikan pada orang tua nya,kalau itu sampai terjadi.
'Trus kalau sampai Reno benar-benar menurunin aku di pinggir jalan bagai mana?Mengerikan.' gumam Aruni dalam hati sambil bergidik ngeri.
Reno hanya melirik sebentar kearah Aruni.Dia kembali fokus menyetir.
Drrttt...Drrrtttt...Drrrrtt..
Tiba-tiba ponsel Reno bergetar. Sekilas dia melihat kearah ponsel nya,tertera nama Dhika disana.Reno kemudian mengambil earphone yang ada dashboard mobil nya.Lalu memasangkan nya pada telinga sebelah kiri nya.Dan kemudian menggeser tobol hijau pada ponsel nya.
"Hallo." jawab Reno datar.
"Kakak pertama lagi dimana?"tanya Dhika dari ujung telepon.
"Dijalan,kenapa?" ucap Reno.
"Kita lagi dirumah Seno ni.Lagi mabar." ucap Dhika sambil cekikikan.
"Ga bisa." ucap Reno datar.
"Kenapa?emang nya lagi dijalan mana sih?" tanya Dhika penasaran.
"Ga bisa hari ini sibuk,nganter mama ke boutique." jawab Reno berbohong.Dan disaat bersamaan Aruni yang mendengar ucapan Reno langsung menoleh kearah Reno.
'Sial,masa gue disamain sama mama nya,emang muka gue setua mama nya apa?!' gunam Runi kesal.
Reno yang mendengan ucapan Aruni berusaha cuek.
"Yaudah kalo ga bisa.Tapi nanti ikut main futsal ya."pinta Dhika sedikit merengek.
"Iya,jam berapa?"tanya Reno darar.
"Jam lima,ditempat biasa." ucap Dhika.
"Oke." ucap Reno singkat.
"Jangan telat ya,kakak pertama." ucap Dhika manja.
"Emm." jawab Reno malas,dan dia langsung menutup telepon nya.
"Telepon dari siapa?" tanya Aruni penasaran.
"Ga usah kepo sama urusan orang!" seru Reno.
"Aku kan cuma tanya! Telepon dari pacar ya?" Tanya Aruni yang masih penasaran.
"Saya bilang ga usah kepo." ucap Reno ketus.
"Ya gpp dong.Aku kan cuma mau tau.Eh,tapi kata mama kamu tuh ga pernah pacaran,jadi itu ga mungkin dari pacar mu ya?" tanya Aruni sambil senyum-senyum.
Reno tak menjawab pertanyaan Aruni.Dia masih fokus menyetir.
"Berarti masih mendingan aku ya.Gini-gini aku udah pernah ngerasain pacaran.Pernah ngerasain malam minggu ada yang ngapelin,pernah ngerasain dinner berdua,pernah ngerasain nonton bioskop berdua,pernah ngerasain jalan sambil gandengan tangan.Hahahahahahah." ucap Aruni sambil tertawa bahagia.
"Tapi Putus.Hahhahahaha."ucap Reno sambil terbahak kegirangan.Dan seketika itu pula Aruni berhentinti tertawa.
'Yaampun Ngejleb banget sih omongan nya.' ucap Aruni dalam hati.
Ucapan Reno barusan membuat Aruni mati kutu. Sepanjang perjalanan dia hanya diam tak bersuara.Sementara Reno sesekali melirik kearah Aruni sambil tersenyum puas.
"Udah sampe,turun." ucap Reno sesaat setelah mobil nya memasuki halaman parkir boutique.
Aruni tak menjawab ucapan Reno dia hanya menyebikan bibir nya.
"Kenapa begitu?Berharap saya bukain pintu?" ujar Reno. "Jangan ngimpi!" Seru Reno ketus.
Dan Aruni tak menjawab ucapan Reno.Dia langsung keluar dan membanting pintu mobil dengan keras.
"Hei..kamu mau ngerusak mobil saya?!" pekik Reno.
" Ups..Maaf." ucap Aruni sambil berlalu meninggalkan Reno.
"Selamat siang,ada yang bisa dibantu?"tanya staf boutique.
"Siang mba,saya mau ketemu tante Laras." ucap Reno pada staf boutique.
"Ooh,pa Reno ya,mari sudah di tunggu diruang bu Laras." ucap staf tersebut sambil menunjukan arah ruangan bu Laras.
Tok..tok..tok..
Staf tersebut mengetuk pintu ruangan bu Laras.
"Masuk." ucap bu Laras dari dalam ruangan.
" Maaf bu,tamu nya sudah datang." ucap staf bu Laras yang mengantarkan Reno dan juga Aruni.
"Reno apa kabar?" ucap bu Laras sambil berdiri dan langsung menjabat tangan Reno.
"Baik tante." ucap Reno sambil menbalas jabat tangan tante Laras.
"Wah,ini pasti calon istri nya Reno ya?Cantik banget sih kamu." ucap tante Laras pada Aruni.
Dan Aruni menanggapi nya dengan senuman. Sementara Reno pun tersenyum membenarkan bahwa yang di bilang tante Laras benar,bahwasan nya Aruni memang cantik.
"Siapa nama mu sayang?"tanya tante Laras pada Aruni.
"Aruni tante." jawab Aruni sambil tersenyum ramah.
"Sesuai sama nama nya ya,Ren. Cantik." ucap tante Laras memuji.Dan dijawab anggukan serta senyuman oleh Reno.
"Oh,iya tante sampai lupa nawarin duduk."ucap tante Laras."Ayo,silahkan duduk dulu." ucap tante Laras mempersilahkan duduk.
"Terimakasih tan." ucap Reno sambil duduk dan disusul oleh Aruni.
"Kalian mau minum apa?" tanya tante Laras pada Reno dan Aruni.
" Ga perlu repot-repot tan." ucap Reno dan Aruni bersamaan.
"Wah,kalian kompak banget sih,bikin gemes deh." ucap tante Laras kegirangan.
Sementara Reno dan Aruni hanya saling tersenyum canggung.
"Lis,tolong bikinin orange jus dua ya,terus kamu sekalian bilang sama uci bawa baju nya kesini." perintah tante Laras pada staf yang tadi mengantar Reno.
" Baik bu." ucap Staf tersebut sambil berlalu.
"Eh,ngomong-ngomong kabar mama mu bagai mana,Ren?" tanya tante Laras.
"Mama baik tante." jawab Reno ramah.
"Syukur deh,kalau mama mu baik." ucap tante Laras.
"Permisi bu." ucap staf tante Laras sambil membawa nampan berisi minuman,dan seorang lagi membawa gaun yang akan di coba oleh Aruni.
" Iya." ucap tante laras. "Aruni,ini Kebaya yang khusus tante buat untuk kamu pakai nanti pada saat akad,dan gaun yang dua ini untuk kamu pakai pada resepsi nya." ucap tante Laras menjelaskan sambil memperlihatkan gaun-gaun yang sudah disiapkan.
"Wah..cantik banget tan gaun nya." ucap Aruni takjub
"Iya,tante khusus buatin untuk kamu.Mama nya Reno langsung lho yang minta gaun nya seperti ini.Ya udah langsung saja tante buatin." tutur tant Laras menjelaskan.
" Ah,yang bener tan?Ahh..mama Rosa emang paling bisa deh." ucap Aruni bahagia.
"Iya,memang.Mama Rosa mu itu luar biasa."ucap tante Laras."Nah,sekarang dicoba dulu ya baju nya,kalau nanti perlu dikecilin atau ada perubahan kan bisa langsung dikerjain."ucap tante Laras menjelaskan.
"Iya tante." ucap Aruni sambil berjalan menuju ruang ganti,bersama dua orang staf tante Laras untuk membantu Aruni.
"Ren,dari pada kamu bengong.Kamu cobain juga beskap untuk akad nya." ucap tante Laras pada Reno.
"Iya tan." jawab Reno singkat.
Saat Reno dan Aruni sedang mencoba baju pengantin mereka.Tante Laras menelepon mama Reno.Dia menceritakan semua yang dia liat antara Reno dan juga Aruni.
"Eh,jeung-jeung.Aku tutup dulu ya telepon nya.Anak sama menantu mu sudah selesai ganti baju ni." ucap tante Laras sambil menutup telepon nya.
"Yaampun,Aruni kamu cantik banget pake kebaya itu."ucap tante Laras kagum.Dan dibalas senyuman oleh Aruni."Ukuran nya sudah pas ya,tinggal tangan nya dikecilin sedikit,sama payet nya di tambah." ucap tante Laras menjelaskan.
Tak lama Reno pun keluar dari ruang ganti dengan menggunakan beskap lengkap dengan peci nya.
"Wah,kalian memang pasangan serasi deh,cantik sama ganteng. Reno kamu keliatan gagah banget lho." ucap tante Laras sambil membenarkan posisi beskap Reno yang miring.
Aruni dan Reno pun mencoba beberapa baju,dan setiap baju yang mereka coba tante Laras tak lupa untuk mengambil foto nya.Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul empat sore.Dan baju terakhir yang harus di coba oleh Reno dan Aruni pun sudah mereka coba.
Acara fitting baju pengantin pun sudah selesai.
Reno dan Aruni pun berpamitan untuk pulang pada tante Laras.Mereka pun keluar dari boutique tante Laras dengan bersamaan.
lanjut bab berikut nya ya sahabat..š