
Sandi dan Anisa sampai di Apartemen sebenarnya mereka akan ke rumah Lona karena sangat kangen dengan Zilo namun tiba tiba Anisa merasa pusing dan akhirnya mereka tidak ikut bersama Reno dan Meylan yang akan ke rumah Lona.
Sandi memapah Anisa yang masih memegang kepalanya, sebenarnya Sandi sudah mengajak Anisa untuk ke Dokter namun Anisa sendiri menolaknya karena dia hanya kurang istirahat.
" Astaga Nisa,, Kamu kenapa Sayang " Ucap Bu Widia
" Anisa pusing bu, Kita ke kamar dulu ya Bu" Ucap Sandi
" Iya Nak, Nisa kamu istirahat,, Ibu buatkan teh hangat dulu ya "
Anisa mengangguk dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Sandi membantu Anisa berbaring dan menyelimuti nya, wajah Anisa pun terlihat pucat membuat Sandi semakin cemas.
" Sayang,, Kita ke rumah sakit ya wajah kamu juga sangat pucat " Ucap Sandi khawatir
" Gak Mas,, Aku tidur bentar nanti juga ilang "
" Tapi Sayang,, "
" Mas,, aku gak papa paling cuma kelelahan aja "
Sandi menghela napasnya, dia pun hanya menurut walaupun sebenarnya Dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya ini.
Tok,, tok,, tok,,
" Anisa,, Sandi,, " Ucap Bu Widia dari balik pintu
Sandi berjalan untuk membukanya dan terlihat Widia yang membawa segelas teh hangat.
" Masuk Bu "
Bu Widia berjalan masuk dan melihat Anisa yang terbaring dengan wajah yang pucat.
" Anisa minum teh nya dulu Sayang,, " Ucap Bu Widia
Anisa beranjak dan Sandi langsung membantunya.
" Makasih Bu "
Anisa meminumnya dan kembali bersender pada tepi ranjang.
" Nis, Wajah kamu sangat pucat kita ke Dokter ya Nak "
" Gak udah Bu, Anisa cuma butuh istirahat aja nanti juga bakal ilang "
" Ya Sudah kamu istirahat ya Nak, Ibu keluar"
" Terima kasih Bu " Ucap Sandi dan Widia mengangguk
Sandi terus menggenggam tangan Anisa dan satu tangannya memijat kepala Anisa untuk sedikit meredakan Pusing nya.
Anisa mencoba memejamkan matanya, dia berharap setelah istirahat dia akan kembali segar.
*******
Terlihat Lona, Zicko, Lio dan Sasya yang tengah bermain dengan Zilo.
Walaupun Zilo masih kecil dan belum tau apa apa namun dengan adanya Zilo di sana membuat semua bahagia.
Sikap Lio masih sama, bahkan dia sama sekali tidak berbicara dengan Sasya dan hanya terus menggoda Zilo yang tengah tidur.
Sasya terus menatap Lio rasanya sangat aneh bahkan mereka tidak mempunyai masalah dan kenapa malah Lio cuek kepadanya.
Lona menatap mereka bergantian dan dia tau jika terjadi sesuatu dengan Abangnya dan Sasya, namun Lona sendiri tidak enak jika menanyakan nya.
Tiba tiba terdengar suara cempreng dari depan rumah,
Siapa lagi jika bukan suara Meylan yang berteriak memanggil Zilo.
" Azelo,, Sayang,, Aunty datang " Teriak Meylan
Reno hanya menggeleng melihat tingkah calon istrinya yang bocor dan gesrek namun karena sifat itu lah yang membuatnya semakin mencintai dan menyayangi nya.
" Azelo,, " Ulang Meylan saat melihatnya
Zicko yang melihatnya langsung membulatkan matanya,,
" Mey Stop " Ucap Zicko menghalanginya
Meylan langsung menatap bingung,,
" Cuci tangan Kalian dulu dan baru sentuh anak gue " Ucap Zicko
" Iya Iya,, " Ucap Meylan berjalan menuju kamar mandi
Lona hanya menggeleng, ini lah Zicko bukan hanya protektif terhadapnya namun kepada putranya pun dia sangat over.
" Nih gue udah cuci, Jadi boleh dong cium Zilo Kak " Ucap Meylan dan Zicko mengangguk
Meylan tersenyum dan langsung mendekat,,
" Gantian dong Bang " Ucap Meylan
" Astaga Mey,, " Ucap Lio beranjak dan duduk di dekat Sasya
" Hai Sayang,, Aunty kangen sama kamu,, "
" Kok tumben kalian berdua, Kak Sandi sama Anisa gak ikut " Ucap Lona
" Tadinya mau ikut mereka tapi Anisa tiba tiba sakit jadi mereka langsung balik " Ucap Reno
" Anisa sakit, Sakit apa "
Reno hanya mengangkat bahunya sedangkan Meylan jangan di tanya dia sudah asik dengan Zilo menggodanya dan menciumi nya terus.
Sasya masih terdiam, dan hanya mendengar semua yang saling bercerita di sana.
Dia masih terus memikirkan sikap Lio dan ingin rasanya dia menanyakannya.