
Reno dan teman-teman nya masih berbincang-bincang.
"Eh,beringin tua.Coba ceritain dulu awal mula lu ketemu sama bidadari macam calon istri lu itu." ucap Alvin.
"Sialan lu,jangan lu puji dia didepan gue.Awas kalau lu lakuin itu lagi." ucap Reno sambil melemparkan tissue ke arah Alvin.
"Dih,pelit ama sih lu.Gue kan cuma ucapan aja,ga melakukan perbuatan." ucap Alvin sambil nyengir.
"Tapi yang boleh memuji dia cuma gue,ngerti!!" ucap Reno
"Wih,udah mulai ada percikan asmara ni." ucap Seno sambil memberikan tepukan tangan. Dan disambut gelak tawa oleh yang lain nya.
"Akh gila lu semua." ucap Reno kesal.
"Oke-oke,santai bro.Jangan ngambek ya. Sekarang jawab dulu,lu kenal doi dimana?" tanya Alvin lagi.
"Gue sama dia dijodohin.Dia anak nya sahabat nyokap gue." jawab Reno jujur.
"Ooh,ternyata CINTA DALAM PERJODOHAN ya ne." ucap Dhika dengan nada khas banci nya.
"Hoho..bener-bener,cinta ku bersemi di perjodohan,kaya judul FTV ya?" ucap Alvin menimpali.
Sementara Aruni yang tengah berada di toilet bertemu dengan Vero.
"Dokter Vero? Dokter menangis,ada apa dok?" tanya Aruni sambil mendekati Vero.
"Akh,engga kok.Saya cuma kelilipan." ucap Vero sambil mengusap mata nya dengan tissue.
"Dokter,sebelum nya saya minta maaf kalau saya lancang.Saya boleh bicara sesuatu dok?" tanya Aruni ragu-ragu.
"Boleh,mau tanya apa?" ucap Vero ramah sambil tersenyum.
"Saya tahu dokter sama mas Reno punya hubungan yang sangat dekat.Saya sadar akan posisi saya saat ini.Saya mau minta maaf sama dokter karena telah menjadi sebuah penghalang." ucap Aruni pelan.
Vero tak langsung menjawab ucapan Aruni dia hanya tersenyum sambil meraih tangan Aruni.
"Denger ya bola bekel,saya sama Reno itu ga ada hubungan apa-apa,kami berdua hanya bersahabat. Yah walaupun sebenar nya memang saya mencintai dia lebih dari sahabat.Tapi saya ga akan memaksakan kehendak saya.Kalau saya paksakan juga kan percuma.Reno ga pernah menganggap sala lebih dari sahabat."ucap Vero dengan senyum nya.
"Dokter,tapi jangan marah sama Runi ya dok?" ucap Aruni pelan.
"Bola bekel,dengerin saya ya.Saya itu bukan anak SMA yang kalau cinta sama seseorang terus rebutan cowok dengan berantem.Kita berdua sudah sama-sama dewasa.Sudah harus bisa menerima kenyataan." ucap Vero tetap dengan senyuman nya.
"Tapi tadi dokter menangis,maafin saya ya dok." ucap Aruni pelan.
"Iya,saya memang menangis.Saya menangis bukan karena patah hati.Karena jauh sebelum Reno bilang akan menikah saya sudah patah hati duluan.Saya menangis hanya untuk menguatkan hati saya agar lebih kuat dan iklas.Karena walaupun mulut kita mudah mengucapkan kata iklas,hati belum tentu kan?" ucap Vero jujur.
"Iya dokter bener." jawab Aruni.
" Lagi pula kalaupun kamu ga ada dan Reno memilih saya,kita berdua ga akan pernah bersatu dalam pernikahan.Karena kami bedua itu berbeda keyakinan.Dan saya tipe orang yang tidak akan pernah pindah keyakinan." ucap Vero lantang.
"Dokter,boleh peluk?" ucap Aruni dengan manja.
"Sini-sini" ucap Vero sambil memeluk Aruni.
"Dok,kita bisa lebih dari ini kan,kita bisa jadi sahabat juga kan?" tanya Aruni yang masih dalam pelukan Vero.
"Tentu." ucap Vero sambil menatap wajah Aruni.
Aruni yang mencari kejujuran dalam mata Vero pun langsung tersenyum ketika melihat ketulusan dan kejujuran disana.
"Kita ke depan lagi yuk,ga enak kita udah kelamaan disini." ajak Vero.
" Ayo dok." jawab Aruni.
Dan mereka pun berjalan bersamaan keluar dari toilet.
"Lama banget sih,kalian berdua ditoilet nya?" ucap Dhika ketika melihat Aruni dan Vero yang bersamaan.
" Toilet nya Antri." ucap Vero asal
"Sejak kapan toilet cafe gue ngantri?" ucap Alvin bingung.
" Yaampun,masalah toilet aja ribut.Gue laper ni makan dong masa minum doang dari tadi." ucap Dhika sambil memegangi perut nya.
"Hahahahahaha...iya bener juga,masa kita dikasih minum doang ya." ucap Seno menimpali.
"Oke-oke,karena gue yang undang kalian.Jadi gue yang traktir ya?" ucap Reno sambil tersenyum
"Wah,ini baru adil nama nya.Vin keluarin semua menumakan yang ada di cafe lu ini." ucap Vero sambil tertawa senang.
Aruni yang hanya menjadi penonton merasa sangat senang.Dia meresa persahabatan mereka itu jujur apa ada nya.Tidak ada yang saling menyakiti dan kecurangan didalam nya. Persahabatan mereka benar-benar terlihat tulus apa ada nya.
'Ternyata mas Reno benar-benar beruntung dikelilingi oleh shabat-sahabat yang begitu baik.' batin Runi.
Tepat pukul delapan malam Reno dan Aruni pamit untuk pulang kepada sahabat-sahabat Reno yang lain nya.
Reno dan Aruni pun sudah berada di dalam mobil. Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Pulang aja deh mas,aku capek banget." ucap Aruni.
"Oke." ucap Reno menyetujui. " Besok saya jemput ya. Ikut saya kesuatu tempat." ucap Reno
"Mau kemana mas?" tanya Aruni penasaran.
"Besok aja saya kasih tau." ucap Reno.
"Akh kebiasaan deh bikin penasaran terus,nyebelin." ucap Aruni kesal.
"Hehhe,kamu lucu deh kalau lagi ngambek.Besok saya pasti kasih tau kamu.Poko nya besok saya jemput jam delapan pagi ya." ucap Reno sambil mengusap pucuk kepala Aruni.
"Emm." Jawab Aruni yang masih kesal.
Reno yang melihat reaksi Aruni hanya bisa tersenyum.Dia sangat senang melihat ketika Aruni cemberut.Bagi nya wajah Aruni yang cemberut sangat menggemaskan.
"Beli martabak dulu ya,udah pernah cobain belum martabak disini?" tanya Reno sambil membelokan mobil nya kesalah satu kedai martabak dipinggir jalan.
"Belum." jawab Aruni singkat.
"Disini tuh,martabak favorit saya.Rasa nya tuh beda dari rasa martabak pada umum nya.Kamu harus coba biar tau rasa nya." ucap Reno sambil membuka seatbelt nya dan keluar dari mobil terlebih dahulu untuk membuka pintu mobil untuk Aruni.
Reno dan Aruni pun berjalan bersamaan menuju kedau martabak favorit Reno. Mereka duduk disalah satu meja kosong disana.
"Kamu mau martabak yang manis atau uang asin?" tanya Reno.
"Yang asin aja mas." Jawab Aruni.
"Oke,berarti aku yang manis ya biar bisa cobain." ucap Reno sambil nyengir.
Aruni hanya menganggukan kepala nya.Reno pun berjalan menuju penjual martabak yang sedang membuat martabak nya.
Reno kembali ke meja yang dimana ada Aruni disana.
"Kenapa kok diem aja,capek ya?" tanya Reno yang melihat Aruni sedang bengong.
"Engga apa-apa." jawab Aruni pelan.
"Masih marah sama saya,gara-gara yang tadi?" tanya Reno lagi sambil menggeser duduk nya.
"Emm." ucap Aruni.
"Yaampun,jangan marah dong.Besok itu saya mau ajak kamu jalan-jalan.Soalnyakan setalah besok kita ga boleh ketemu lagi sampai hari pernikahan. Kita sudah masuk pingitan.Terus kebetulan saya juga banyak kerjaan yang harus saya kerjakan sebelum saya cuti." ucap Reno sambil mengusap punggung tangan Aruni.
"Maka nya jelasin dong mas,jangan bikin orang penasaran." ucap Aruni kesal.
"Iya saya minta maaf ya." ucap Reno.
"Silahkan." ucap seorang pelayan warung martabak sambil menaruh dua piring martabak disana.
"Wah,keliatan nya enak banget" ucap Aruni yang mulai tak sabar untuk menikmati martabak nya.
"Dicobain dong,biar tau rasa nya." ucap Reno sambil memotong martabak nya. " Nih cobain dulu yang manis nya." ucap Reno sambil menyuapi martabak manis nya pada Aruni. Dan Aruni langsung memakan nya.
"Emm,ini enak banget mas.Lembut banget." ucap Aruni sesaat setelah mengunyah makanan nya.
"Enak kan,yaudah habisin ya semua nya." ucap Reno sambil nyengir.
"Emang nya aku karung apa,ngabisin semuanya." ucap Aruni sambil manyun.
"Hahahhaa..jangan manyun.Nanti saya khilaf lho." ucap Reno sambil tertawa. "Aww.." pekik Reno ketika mendapat cubitan dipinggang nya dari Aruni. "Hobi banget sih nyubit." ucap Reno sambil mengusap-usap pinggang nya.
"Makanya jangan iseng." ucap Aruni sambil tertawa.
Reno dan Aruni pun menikmati martabak mereka dan setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang.
Mobil Reno telah melenggang dijalan raya.Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
Dua puluh menit kemudian mobil Reno pun telah memasuki halaman rumah tuan Baskara.
"Masuk dulu yuk mas?" ucap Aruni ketika Reno sudah membukakan pintu mobil untuk nya.
"Sudah malam,ga enak.Saya langsung pulang saja ya.Besok saya kesini lagi." ucap Reno.
"Yaudah,mas hati-hati ya pulang nya." ucap Aruni
"Iya. Masuk gih." ucap Reno
"Iya mas,hati-hati ya." ucap Aruni yang kemudian masuk kedalam rumah.
Dan Reno pun pergi meninggalkan rumah tuan Baskara dengan mobil nya.
next bab ya...š