
Tian langsung menutup rapatnya karena akan mengusul kedua bidadarinya, dia takut jioa mereka hanya pergi berdua bahkan mereka bilang akan membawa mobil sendiri.
Tian memang sangat posesif tergadap istri juga anak anaknya, dia tidak mau terjadi sesuatu dengan mereka walau hany sedikit lecet, baginya mereka adalah mutiara yang harus selalu dijaga kemurnian dan keselamatannya.
" Ben,, Kamu anterin saya ke Mall Xx sekarang
" Baik Tuan,,
Tian berjalan menuju lift khusus dan Ben selalu mengikutinya.
Tian terus menghubungi Biyanka juga Lona namun mereka tidak ada yang menjawab telponnya..
" Ben lebih cepat,,
" Baik Tuan,,
Tian terus menghubungi mereka namun sama saja tidak di jawab hingga mobilnya sudah berada di depan Mall yang di maksud Tian.
" Kamu bawa saja mobilnya dan besok pagi jemput saya
" Baik Tuan,
Tian turun dan langsung berjalan masuk dia pun terus mencoba menghubungi mereka dan sama saja tidak ada jawab.
Semua pengunjung Mall dibuat kaget dengan datangnya Tian ke sana dan terlihat sendiri, biasanya Tian akan selalu bersama istri juga anaknya..
Setelah berputar putar, Tian tersenyum saat melihat kedua wanitanya malah sedang asik memilih pakaian di satu toko.
Tian segera berjalan menghampirinya.
" Ternyata disini, Pantas saja Papa telpon gak ada yang angkat Ucap Tian saat sudah berada di belakang mereka
Biyanka dan Lona menoleh, mereka tersenyum
" Papa,,
" Loh Mas,, Tadi bilang lagi meeting kok udah sampai saja
" Mana bisa Mas tenang kalo kalian jalan sendirian tampa pengawalan Sayang
Biyanka dan Lona hanya tertawa, inilah Tian dia selalu saja khawatir saat tau jika mereka pergi berdua.
" Yuk De,, kita coba bajunya.. Bentar ya Mas Ucap Biyanka dan Lona mengangguk
Tian menggeleng dan dia menuju kursi tunggu, menunggu mereka memilih dan mencoba pakaian yang di sukainya.
Selama apa pun Tian akan tetap sabar, dia membiarkan mereka memilih dan membeli apa pun yang mereka suka, baginya Uang bis di cari namun melihat mereka tertawa dan bisa membahagiakan mereka merupakan sebuah keharusan.
Setelah selesai berkelilin dan membeli banyak barang, kini mereka menuju parkiran Tian pun membawa beberapa Bag belanjaan keduanya.
Seorang Tian yang selalu tegas, di segani di setiap bisnis namun sekarang dia terlihat seperti bodyguart Biyanka dan Lona.
" Sini kuncinya Honey,, Ucap Tian saat sudah berada di samping Mobil Lona
" Silahkan Nyonya,, Nona,, Ucap Tan dengan membuka pintu mobilnya
" Terima kasih,,
Biyanka dan Lona duduk di belakang sedangkan Tian persis seperti sopir mereka, dia duduk di depan sendiri dan nyetir.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Hari sudah sore dan seperti biasa Tian berada di ruang kerjanya, Biyanka dan Lona masih berada di kamar setelah pulang dari Mall keduanya terlelap mungkin karena kelelahan dan Tian membiarkannya tanpa mengganggu keduanya.
Tian membuka laptopnya dan mengecek email dari Ben yang mengirimkan hasil meeting siang tadi.
Tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat orang suruhannya lah yang menelponnya dengan segera Tian mengangkatnya
" Maaf Tuan,, Saya hanya ingin melaporkan jika Tuan Muda siang tadi di keroyok oleh orang orang yang tidak di kenal,
" APA.. SIAPA MEREKA.. Ucap Tian emosi
" Sepertinya mereka adalah orang orang yang berkelahi juga dengan Tuan Muda saat membela seorang wanita
" TERUS BAGAIMANA DENGAN LIO, APA DIA TERLUKA
" Tidak Tuan, Kami tepat waktu saat Tuan Muda di keroyok
" Kalian terus ikuti Lio dan cari tau siapa mereka, segera kembali laporkan semua ke saya.
Tian menutup ponselnya, Emosinya kembali memuncak mendengar Putranya berada dalam masalah Bandung,,
Tian langsung menghubungi Ben dan meminta nya untuk mencari tau siapa mereka walaupun sudah ada orang suruhannya namun Tian masih belum tenang.
Lio memang bis bela diri karena Tian memang sengaja mengajarinya saat masih kecil karena Lio adalah anak laki laki dan kapan saatnya dia akan menggantikannya dan sebagai seorang laki laki harus bisa menjaga wanitanya.
*******
Di dalam kamar Biyanka mengerjapkan matanya dan terlihat Lona yang masih terlelap di sisinya,,
Biyanka membiarkannya dan dia berjalan menuju kamar mandi.
Tidak lama Tian berjalan masuk dan hanya melihat Lona di sana namun terdengar suara air dari kamar mandi.
Tian menatap jam yang sudah menunjukan pukul 6 sore,,
Tian duduk di sisi ranjang dan menatap wajah polos putrinya, Tian sangat menyayanginya dan dia tidak mau terjadi sesuatu dengannya..
" Mas,, Ucap Biyanka keluar dari dalam kamar mandi
" Sst,, Ade masih tidur sayang.. Kasihan Ade pasti lelah.. Ucap Tian mengusap rambut putrinya
" Iya pasti lelah dia seharian jalan jalan di Mall,,
Tian mengecup kening Lona dan malah membuatnya terbangun..
" Pa,, Ucap Lona
" Maaf Honey,, Papa ganggu kamu ya..
Lona menggeleng namun kembali memejamkan matanya..
" Tidur lagi Oke,,
" Jam berapa Pa,,
" Jam 6,,
Lona membuka matanya,,
" Kenapa malah bangun,, Ucap Biyanka yang berjalan menghampiri dan Terlihat Lona beranjak duduk.
" Papa mandi dulu Oke,,
" Mam,, Ade juga mau mandi sulu ya
Cup,,
Lona mengecup pipi Biyanka dan berjalan keluar.
Biyanka tersenyum melihat tingkah putrinya, Lona memang sudah dewasa namun baginya dia adalah Putri kecilnya yang selalu manja kepadanya.