
Anisa terus memandangi jari manisnya yang terdapat cincin melingkar di sana.
Dia mengusapnya, rasanya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi siang tadi dimana Sandi bersama orang tuanya melamar dirinya.
Bu Widya yang berdiri di depan pintu kamarnya pun tersenyum, dia bahagia melihat putrinya bahagia.
Ternyata selama ini di salah menilai Sandi, dia mengira jika Sandi hanya akan mempermainkan putrinya namun semua itu salah bahkan Sandi membawa kedua orang tuanya untuk melamar Anisa.
Bu Widya berjalan menghampiri Anisa,,
" Belum tidur Sayang " Ucap Bu Widya duduk di samping Anisa
" Ibu,, belum..
Ibu kenapa belum tidur "
" Ibu cuma ingin melihat kamu, "
Anisa tersenyum dan tangannya masih memainkan cincin di jarinya.
" Nis,, Ibu lihat kamu sangat bahagia "
" Anisa bahagia Bu Sangat bahagia, makasih Ibu sudah merestui Nisa dan Mas Sandi " Ucap Anisa memeluk Bu Widya
" Sama sama Sayang, Apa pun akan Ibu lakukan untuk kebahagiaan kamu "
" Makasih Bu "
" Sudah malam kamu istirahat ya " Ucap Bu Widya melepaskan pelukannya
" Iya,, Ibu juga istirahat "
Bu Widya mengangguk, dia mengecup kening Anisa dan berjalan keluar.
Anisa merebahkan tubuhnya, Namun di kembali menatap cincinnya dan mengecupnya.
" Aku gak nyangka Mas, ternyata kamu serius dengan hubungan ini, aku juga gak pernah berpikir Jika kamu melamar aku secepat ini "
Gumam Anisa sambil terus memandang cincin di jarinya.
" Lona,, Iya dia harus tau kabar gembira ini "
Anisa langsung mengambil ponselnya, dia segera mencari kontak Lona dan mengirimkan Chat kepadanya.
*****
Lona keluar kamar mandi,
Dan tersenyum saat melihat suaminya yang masih saja menatap layar Laptop.
Zicko memang selalu melihat pekerjaan dari semua karyawan Cafe juga Hotelnya.
Walaupun dia tidak terus berada di sana namun dia percaya dengan semua karyawannya karena hampir setiap hari semua laporan masuk ke emailnya dan Zicko hanya mengeceknya.
Lona akan berjalan menghampiri namun langkahnya terhenti saat mendengar Ponsel berdering.
Lona pun mengambilnya diatas nakas,
Anisa
Lon,, gue bahagia banget karena Mas Sandi melamar gue
Lona tersenyum dan langsung membalas Chat Anisa, dia pun naik ke atas ranjang dan terus berbalas pesan dengan sahabatnya.
Zicko menoleh dan heran dengan tingkah istrinya, karena terlihat Lona tersenyum sambil terus bermain ponselnya.
Dia pun menutup Laptopnya dan berjalan menghampirinya..
" Sayang, kamu sedang Chat sama siapa sih kok senyum senyum gitu " Ucap Zicko duduk di sampingnya
" Anisa Kak, "
" Anisa kenapa "
" Kak Sandi melamar Anisa Kak,, "
" Apa serius " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
" Kakak Lihat ini "
Lona menunjukan foto jari Anisa yang sudah memakai cincin dan Foto bersama dengan kedua orang tua Sandi.
" Syukurlah "
" Aku bahagia banget Kak, Aku tau Kak Sandi orang baik dan bertanggung jawab dan Aku tenang Anisa bisa bersama Kak Sandi "
" Sandi memang Orang baik, dia pekerja keras bertanggung jawab juga dia sangat menyayangi Anisa "
" Anisa sudah terus sedih selama ini Kak dan aku tau Kak Sandi bisa membahagiakan Anisa "
Zicko tersenyum,,
Dia menatap Lona yang terlihat bahagia, dia pun bahagia melihat istrinya seperti ini.
Zicko terus mendengarkan Lona yang masih terus bercerita tentang Anisa,
Padahal Antara dirinya dengan Zicko lebih dulu Zicko yang mengenal Anisa namun Lona sudah sangat dekat dengan Anisa apalagi setelah Papa Tian memberikan Beasiswa juga pengobatan kepada Bu widya.
" Ya Sudah,, kita tidur yuk sudah malem besok kamu ada kuliah pagi kan " Ucap Zicko mengusap wajah Istri cantiknya
" Ah ya, aku lupa,, Ya Udah yuk "
Lona meletakan ponselnya dan berbaring,,
Zicko menyelimuti tubuhnya dan berbaring di sampingnya.
" Good Night sayang,, Mimpi Indah " Ucap Zicko mengecup kening Lona
" Good Night Kak " Ucap Lona tersenyum
Lona langsung memeluk tubuh Zicko, dan tidak lama mereka pun terlelap.