Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 179


Tian yang memang sebelumnya sudah di telpon Biyanka jika kedua anaknya berada di rumah segera pulang,


Sesibuk apa pun Tian, dia akan tetap mengutamakan keluarganya apalagi kedua anaknya yang selalu menjadi prioritasnya.


Seperti saat ini,, Tian sudah dalam perjalanan pulang setelah bertemu salah satu Kliennya.


Tian terlihat menghubungi Ben asistennya mengabarkan jika dirinya akan pulang ke rumah dan tidak kembali ke Kantor.


" Halo Ben,, Saya akan pulang ke Rumah kamu urus semua di kantor "


Tian menutup ponselnya dan kembali fokus melajukan mobilnya.


-


Sementara di rumah,


Biyanka juga kedua anaknya masih saja asik mengobrol di ruang tengah sambil mereka menikmati jus dan cemilan.


" Jadi,, bagaimana kuliah kalian Abang,, Ade"


" Lancar dong Mam,, Iya Kan De "


" Iya dong Bang,, walaupun sekarang Ade sudah menjadi seorang istri tapi Ade masih fokus kuliah "


" Jadi istri tapi bisa masak gak tuh, " Goda Lio


" Abang,, gak usah ngeledek deh "


" Abang cuma tanya Dan buka ngeledek Honey"


" Mam,, "


" Abang,, Suka banget goda Ade nya ih,, tapi Bener Abang juga, Ade udah bisa masak " Lanjut Biyanka dan sukses membuat Lona cemberut dia teringat dengan pertama memasak dan rasanya sangat asin.


" Tadi pagi Ade masak tapi Asin banget rasanya " Ucap Lona sedih


" Kan masih belajar Honey,, Gak Papa Oke " Ucap Tian yang entah sejak kapan berdiri di sana


" Papa " Ucap Lona langsung berlari menghampiri dan memeluk tubuh laki laki yang sangat dia sayangi selain suami juga Abangnya


" Honey,, Papa kangen banget sama kamu "


" Ade juga kangen Papa "


Lio berdiri dan menghampiri mereka,,


" Pa " Ucap Lio dan Tian langsung memeluk putranya


Tian memang tidak pernah membedakan kedua anak anaknya, di selalu menyayangi mereka.


" Mau terus pelukan, gak inget sama Mama hem " Ucap Biyanka dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya


Tian, Lona juga Lio saling tatap dan tersenyum,,


" No Mam " Ucap mereka serempak


Tian menghampiri Biyanka dan mengecup keningnya,,


" Hai Sayang " Ucap Tian dan Biyanka tersenyum


Tian duduk di samping Biyanka sedangkan kedua anak mereka duduk berhadapan dan mereka saling bercerita mencurahkan rasa rindu mereka masing masing.


-


Zicko dan Sandi berjalan keluar setelah mereka mendapatkan kabar jika salah satu suplier di daerah Bogor mau bekerja sama dengan mereka.


" Gue samperin Anisa ke dapur dulu ya " Ucap Sandi dan Zicko mengangguk


" Mas Zicko mau makan Mas, biar saya ambilkan " Ucap Andi


" Boleh Ndi,, "


Zicko duduk di salah satu kursi Cafe sambil memainkan ponselnya, dia mengirimkan pesan kepada istrinya dan akan menjemputnya sore nanti.


Brians Cafe memang selalu ramai pengunjung, banyak diantaranya wanita yang datang dan seperti biasa mereka bukan hanya di suguhkan makanan yang enak namun sebuah pemandangan yang membuat mata mereka terbuka lebar siapa lagi jika bukan Zicko, wajah tampannya selalu saja menarik semua kaum Hawa yang melihatnya.


Seperti saat ini, Zicko duduk sendiri di salah satu Kursi dan beberapa wanita di sana terus menatap kagum kepadanya bahkan salah satu dari mereka ada yang sampai berani menghampirinya..


" Hai,, Maaf Saya bis gabung di sini " Ucap seorang wanita cantik yang tersenyum kepadanya


Zicko hanya menatapnya cuek,,


" Sorry,, saya sedang menunggu seseorang"


" Em,, boleh minta Nomornya "


" Ada Hati yang saya Jaga "


Terlihat wanita itu langsung menarik senyumannya dan dia kembali duduk di kursinya,,


" Siapa dia Ko " Ucap Sandi menghampiri dan Zicko hanya mengangkat bahunya


" Loe sih terlalu tampan, jadi banyak cewe yang deketin Loe "


Zicko tidak menjawab, baginya hanya Lona yang ada di hatinya dan secantik apa pun wanita di luar sana sama sekali tidak dia lirik.