Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 192


Pagi ini Lona membantu Zicko mengemas beberapa pakaian untuk di masukan ke dalam koper.


Ya,, sesuai dengan rencananya jika lima hari ke depan Zicko dan Sandi akan ke Yogya untuk mengurus semua bisnis Hotel dan Cafe di sana.


Sebenarnya cukup sulit bagi Zicko meninggalkan Lona sendiri di rumah apa lagi dalam jangka waktu yang cukup lama namun karena memang mengharuskan dirinya datang Zicko pun dengan berat hati meninggalkan istrinya di rumah.


Zicko memang sempat mengajak Lona namun karena Lona harus kuliah sehingga Lona tidak bisa ikut.


" Kak,, mana lagi yang mau di bawa biar sekalian Aku siapin " Ucap Lona sambil berjongkok menatap beberap pakaian di dalam koper


Zicko yang sedari tadi duduk di tepi ranjang terus melamun menatap istrinya.


Lona menoleh saat tidak mendapatkan jawaban dari suaminya..


" Astaga malah melamun,, Kak Zicko " Ucap Lona dengan nada lebih tinggi


" Apa Sayang " Ucap Zicko lemas


Lona menutup kopernya dan beranjak menghampiri suaminya yang terlihat sangat tidak semangat.


" Kakak kenapa sih "


" Kamu beneran gak mau ikut Yang, aku khawatir ninggalin kamu sendiri di rumah "


" Ya Ampun jadi kakak mikirin itu, Sayang,, Aku gak papa di rumah lagian aku harus kuliah dan juga nanti Mama kan temani aku di sini"


Zicko memang sudah meminta Mama Biyanka untuk bisa menemani Lona selama dia di Yogya, sebenarnya Zicko meminta Mama Mia namun karena Mama Mia sedang berada di luar Kota jadi dia meminta tolong kepada mama mertuanya.


" Tapi tetep aja Yang,, aku pasti kepikiran kamu apa lagi pasti aku kangen "


Lona tersenyum dan menangkup kedua wajah suaminya, seperti anak kecil yangs sedange merajuk kepada ibunya Zicko sangat menggemaskan.


" Lagian cuma lima hari sayang "


" Lima hari itu Lama "


Lona menggela napasnya, entah bagaimana lagi dia harus meyakinkan suaminya.


Dan dengan berbagai alasan Lona akhirnya bisa meyakinkan Zicko untuk bisa berangkat ke Yogya bersama Sandi.


Tok,, tok,, tok,,


" Maaf Mas, Mba di Luar sudah ada Mas Sandi" Ucap Bik Usi dari balik pintu


" Iya Bik,, suruh tunggu sebentar " Ucap Lona


Lona menatap Zicko,


" Yuk,, "


Zicko beranjak namun dia malah memeluk erat Lona seperti enggan untuk di lepaskannya.


Lona mengerti dan dia membalas pelukan suaminya.


Cukup lama mereka berpelukan hingga Lona melepaskan pelukannya namun tangan Zicko masih saja memeluk pinggang Lona.


Lona mendekatkan wajahnya,,


Cup,,


Zicko terus menatap Lona, dan tangannya mulao beranjak hingga berada di tengkuk leher Lona.


Wajahnya semakin mendekat, dia pun mencium bibir Lona dengan tangannya menekan tengkuknya.


Ciuman mereka berubah menjadi ******* dan Lona membuka mulutnya memudahkan Zicko mengabsen seluruh bagian dalam mulut Lona.


Lona mendorong dada Zicko dengan kedua tangannya karena merasakan pasokan oksigen do mulutnya hampir habis.


Zicko tersenyum menatap Lona yang masih mengatur napasnya..


" Maaf Sayang " Ucap Zicko mengusap bibir Lona yang basah dengan jari jempolnya


" Udah kan,, Yuk kasihan Kak Sandi lama menunggu " Ucap Lona akan beranjak namun Zicko malah menariknya hingga Lona kembali terjatuh dalam pangkuannya


" Aku pasti akan sangat rindu kamu Yang, sehari saja aku gak ketemu kamu rasanya sangat rindu apalagi lima hari " Ucap Zicko dengan menempelkan wajahnya pda bahu Lona


" Cuma lima hari Kak dan setelah itu kita bisa ketemu "


Zicko mengangguk,


Lona beranjak dan mereka berjalan turun.


-


Sandi yang sudah dari tadi menunggu terus menatap jam di tangannya, dia sudah sangat bosan menunggu.


" Astaga, ngapain saja coba mereka lama sekali, Apa mereka lupa kalo gue udah nunggu di sini " gumam Sandi


" Sorry Lama " Ucap Zicko yang berjalan turun dan melihat Sandi sudah duduk di kursi


" Gue kira Loe lupa kalau ada gue di sini" Ucap Sandi


" Maaf ya Kak, tadi masih beresin baju Kak Zicko " Bohong Lona karena dia tidak mungkin cerita jika mereka hampir saja melakukan sesuatu di kamar


" Ya Udah yuk jalan "


" Sayang,, aku pergi dulu kamu hati hati dirumah langsung hubungi aku kalau ada apa apa dan jangan kecapekan, jangan lupa makan, jangan keluar naik mobil sendiri karena aku udah minta Mang Dimas buat ngaterin kamu kemana pun "


" Iya Kak"


" Mama jadi temenin kamu kan "


" Jadi paling bentar lagi sampai, Tadi udah telpon juga "


" Oke,, aku jalan dulu ya "


" Kakak hati hati ya,, kabari kalau sudah sampai "


" Iya Sayang " Ucap Zicko mengecup lembut kening Lona


" Astaga,, gue kayak jadi obat nyamuk ya" Sindir Sandi


Lona menunduk malu namunbl berbeda dengan Zicko yang masih saja bersikap dingin dan cuek.


Lona mengantar mereka hingga depan rumah dan setelah Mobil mereka keluar Lona kembali masuk ke dalam rumah.