
Aruni melangkahkan kaki nya masuk kedalam unit apartemen milik Reno.
"Silahkan duduk dulu.Mau minum apa?" tanya Reno.
"Ga usah." Jawab Aruni ketus.
"Kenapa?takut saya racunin?" ucap Reno kesal.
" Engga..aku cuma jaga-jaga aja.Siapa tau kamu punya niat ga baik kan." ucap Aruni sambil terus mengamati gerak-gerik Reno.
"Yaampun,segitu ga percaya nya ya kamu sama saya." ucap Reno sambil duduk disebalah Aruni.
"Dengerin ya,saya juga ga ***** sama anak kecil macam kamu.Trus apa lebih nya kamu,semua tampak rata?!" ujar Reno sambil mengamati tubuh Aruni dari atas sampai bawah.
"Jangan kurang ajar ya!" seru Aruni sambil menutupi dada nya dengan kedua tangan nya.
Tuk..Reno.menyentil kening Aruni.
"Aw!" pekik Aruni.
"Makanya jangan berfikir yang engga-engga." ucap Reno sambil melangkah menuju dapur.
Reno kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua gelas orange jus.Reno kemudain melangkahkan kaki nya tepat didepan meja ruang tamu.Dan segera meletakan munuman nya diatas meja.
"Diminum dulu." ucap Reno sambil mendaratkan bokong nya di samping Aruni.Karena memang hanya ada saru sofa panjang saja disana.
Aruni yang memang sudah haus,segera menenggak minuman nya.
"Ahh..seger bener." ucap Aruni pelan.
"Ga takut saya masukin sesuatu ke minuman kamu?" ucap Reno denga nada menggoda
Aruni yang tampak panik segera mencoba mengeluarkan minuman nya dengan cara di batuk-batukan.
"Hei..kenapa begitu.Tenang aja mungkin saya segila itu." ucap Reno panik karena melihat Aruni yang coba mengeluarkan minuman ny.
Aruni pun berhenti melakukan itu.Dia kemudian menatap Reno tajam.
"Jangan macem-macem sama saya." ucap Aruni penuh penekana.
"Kenapa jadi terbalik gini sih,seharus nya yang bersikap dingin tuh saya bukan kamu.Ko jadi kamu yang galak." ucap Reno kesal.
Aruni tak menjawab ucapan Reno.Dia hanya diam tak bersuara.
"Besok saya akan pergi kejepang untuk pejalanan bisnis.Sekitar lima harian." ucap Reno pelan.
"Terus?" tanya Aruni.
"Ya,saya mau ingetin kamu,jangan macam-macam selagi saya engga ada.Karena mata-mata saya banyak,paham!" ucap Reno penuh penekanan.
"Saya bukan tipe perempuan yang hobi nya keluyuran.Kegiatan saya sehari-hari hanya seputaran kerja dan rumah.Jadi kamu ga usah khawatir." ucap Aruni menjelaskan.
"Good gril." ucap Reno sambil mengelus pucuk kepala Aruni. " Saya tahu,kita belum memiliki rasa satu sama lain. Tapi saya harap kamu bisa menerima kehadiran saya.Dan menjalankan nya dengan senatural mungkin.Memang kita dipertemukan dalam perjodohan,tapi pasti itu sudah takdir Allah.Jadi saya minta sebagai calon istri saya,kamu bisa menjaga marwah mu sebagai seorang perempuan." ucap Reno panjang lebar.
Aruni tak langsung menjawab perkataan Reno.Dia mencoba memcerna kalimat itu.Kemudaian Aruni mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.Untuk mengurangi rasa grogi saat akan mengeluarkan suara.
"Insyaallah,sebisa mungkin saya akan menjaga marwah saya.Dan saya juga akan berusaha menerima kamu.Tapi saya juga minta kamu melakukan hal yang sama." ucap Aruni.
"Iya,saya akan melakukan nya sebisa mungkin." ucap Reno pelan.
"Aku mau tanya sama kamu? Sebenar nya kamu ikhlas ga dijodohin sama aku?" tanya Aruni Ragu-ragu.
"Jujur awal nya nya saya hanya tidak ingin papa mencoret saya dari daftar ahli waris,kalau saya menolak perjodohan ini.Tapi lama-kelamaan saya menikmati setiap momen yang kita jalanin, saat mempersiapkan pernikahan kita ini.Jujur dua minggu ini saya merasa nyaman sama kamu. " ucap Reno
Aruni hanya diam,dia pun sebenar nya merasakan hal yang sama terhadap Reno.Hanya saja dia masih ragu.Dia takut jika semua laki-laki memiliki sifat yang sama seperti mantan pacar nya terdahulu.Dia tak ingin terlena terhadap ucapan manis laki-laki.
"Kamu sudah makan?" tanya Reno kemudian, memcoba mencairkan suasana.
"Tadi pagi pulang kerja sudah." jawab Aruni.
"Kalau masuk malam pulang kerja nya jam berapa?" tanya Reno penasaran.
"Sampai rumah sekitar jam setengah sembilan." jawab Aruni pelan.
"Kamu kerja dua belas jam?"tanya Reno kaget.
"Ho'oh." jawab Aruni singkat.
Reno menghembuskan nafas nya secara kasar.
"Memang ga ada pekerjaan yang hanya dilakukan selama delapan jam kerja?"tanya Reno.
"Aku menikmati pekerjaan ku kok." ucap Aruni.
"Oke,sekarang temani saya makan ya." ucap Reno. "Walau pun ini sudah lewat jam makan siang.Dan kamu juga belum makan siang kan?" ucap Reno sambil beranjak dari sofa. Dan Aruni hanya menggakukan kepala nya. " Ayo kita makan." ucap Reno sambil mengulurkan tangan nya pada Aruni. Dan Aruni membalas uluran tangan Reno. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju meja makan. Sesampai nya di meja makan yang sudah ada banyak makanan disana. Reno langsung menarik satu kursi makan untuk Aruni.Kemudian dia berjalan menuju kursi makan nya.
"Kamu masak sendiri?" tanya Aruni takjub melihat berbagai macam makanan dimeja makan.
"Engga,hehehehe." ucap Reno sambil tertawa. "Ini asisten saya yang siapin semua nya." ucap Reno jujur.
"Ya udah dimakan,jangan cuma diliatin aja." ucap Reno sambil mengambil nasi dan beberapa lauk pauk nya.
"Iya." jawab Aruni tanpa malu-malu.
Reno yang melihat Aruni makan dengan lahap nya,hanya dapat tersenyum. 'Baru ini gue liat cewe makan depan calon suami nya tanpa malu-malu,bahkan dia ga jaim.' ucap Reno dalam hati. 'Vero aja yang udah gue kenal lebih dari sepuluh tahun,dia masih jaim kalau makan depan gue.' ucap Reno lagi dalam hati.
"Uhuk..uhuk.."tiba-tiba Aruni batuk karena tersedak.
"Hei,minum dulu." ucap Reno yang langsung mendekati Arunu seraya memberikan Aruni segelas air putih.
"Ah Lega..terimakasih ya." ucap Aruni sesaat setelah dia menenggak habis minuman yang diberikan oleh Reno.
"Kalau makan tuh pelan-pelan.Ga akan ada yang ngerebut makanan kamu juga."ucap Reno yang sudah kembali pada tempat duduk nya.
"Iya maaf,soal nya makanan nya enak banget,aku nya jadi khilaf." ucap Aruni sambil nyengir kuda.
"Kalau kurang kan bisa tambah.Ga usah terburu-buru makan nya." ucap Reno pelan.
"Iya." jawab Aruni sambil mengunyah makanan nya.
Mereka berdua melanjutkan makan mereka sampai selesai.Tanpa ada hambatan sedikit pun.
Setelah mereka berdua selesai makan,Reno segera beranjak kan melangkahkan kaki nya menuju ruang tamu.
Tiba-tiba langkah Reno terhenti ,ketika melihat Aruni yang sedang membereskan piring kotor sisa makan mereka.
"Ga perlu di beresin.Nanti akan ada yang beresin." ucap Reno memberi tahu.
" Ga apa-apa.Aku dirumah sudah terbiasa melakukan ini." ucap Aruni.
"Tapi saya bilang ga perlu.Saya sudah mengeluarkan uang untuk mereka bekerja." ucap Reno Dingin.
" Kalau kita masih bisa melakukan nya kenapa harus menyuruh orang lain.Meringankan pekerjaan orang lain kan juga ibadah." ucap Aruni sambil menganggkat piring kotor ke wastafel cuci piring.
"Tapi itu memang tugas mereka,sebab mereka saya bayar!" seru Reno tegas.
"Ga apa-apa,cuma sedikit kok.Sekarang kamu tunggu diruang tamu aja ya.Nanti aku memyusul." ucap Aruni pelan.
"Terserah." ucap Reno ketus.
Kemudian Aruni mulai mencuci piring-piring kotor sisa makan diri nya dan Reno.
Aruni tampak sangat luwes mencuci piring. Mungkin karena dirumah nya dia sering melakukan kegiatan mencuci piring.
Selesai mencuci piring,Aruni beranjak menuju ruang Tamu.Dia menemui Reno yang sedang memain kan ponsel nya.Aruni pun duduk di sebelah Reno.
Reno hanya melihat Aruni sekilas kemudian fokus pada ponsel nya lagi.
"Piring yang sudah aku cuci ,aku taruh diatas rak yang dekat wastafel dulu ya." ucap Aruni mencoba memberi tahu Reno.
"Hemm." jawab Reno singkat.
"Kamu mau minum kopi atau teh?" tanya Aruni ragu-ragu.
"Engga." ucap Reno sambil terus fokus pada ponsel nya.
Aruni yang merasa diabaikan mulai merasa kesal.
Dia berdiri dari duduk nya.Kemudian berjalan menuju pintu keluar.
"Mau kemana?" tanya Reno yang tiba-tiba menarik tangan Aruni.
"Lepasin,aku mau pulang.Buat apa aku disini cuma di cuekin doang." ucap Aruni sambil berusaha melepaskan tangan Reno.
"Yang harus nya marah itu saya bukan kamu!" seru Reno sambil terus memegang tangan Aruni.
"Kamu marah kenapa?emang aku buat salah apa?" ucap Aruni kesal.
"Saya paling ga suka di bantah,tapi kamu tadi sudah membantah saya,dengan mencucci piring-piring itu." ucap Reno setengah membentak.
"Cuma masalah sepele aja kamu sampai bentak-bentak aku kaya gini.Lebai tau ga?!" ucap Aruni dengan mata berkaca-kaca. "Sekarang lepasin saya mau pulang!" seru Aruni sambil meneteskan air mata nya.
"Maaf." ucap Reno pelan sambil berusaha mengusap air mata Aruni.Namun langsung ditepis oleh Aruni.
"Aku paling ga suka di bentak,karena ayah ku saja tidak pernah membentak ku!" seru Aruni marah.
"Sekali lagi saya minta maaf." ucap Reno pelan sambil berusaha memegang tangan Aruni.
Namun Aruni malah menepis nya sambil terus cemberut.
"Aku mau pulang." ucap Aruni ketus.
"Iya,tunggu sebentar.Saya ambil kunci mobil dulu." ucap Reno pelan sambil melangkah menuju ruang tamu.
Aruni dan Reno kini sudah dijalan arah pulang kerumah Aruni.Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak bersuara..
next bab ya..