
Setelah pergulatan panas antara Reno dan Aruni. Mereka kini keluar bersamaan dari kamar,dengan pakaian yang sudah berganti.
Reno dan Aruni menggunakan pakaian yang rapi karena memang mereka akan pergi kerumah orang tua Reno.
"Mas,kira-kira si Dhika udah pergi belum ya?" tanya Aruni ketika berada didalam lift rumah nya.
"Ga tau sayang,udah biarin aja dia mau ngapain kek.Ga usah dipikirin."jawab Reno sambil merangkul pinggang ramping istri nya.
Aruni dan Reno keluar dari lift bersamaan.Dan ketika mereka melewati ruang tengah terlihat Dhika tengah tertidur pulas.
"Yaallah ni anak,malah tidur disini." ujar Reno geram."Eh,Dhika bangun!" seru Reno lagi.
"Mas,jangan kasar gitu dong mas bangunin nya." ucap Aruni mengingatkan.
"Biarin aja sayang,anak ini emang mesti dikasarin baru ngerti."ucap Reno.
"Mas,ga baik akh seperti itu." ucap Aruni pelan.
"Dhika bangun,lu kalau mau tidur dikamar tamu,Dhika bangun!" ucap Reno sambil mengguncangkan tubuh Dhika.
"Woaaaammm..apaan sih kakak pertama ganggu aja deh." ucap Dhika dengan suara serak khas bangun tidur.
"Lu tidur sembarangan,pindah sana kekamar tamu.Jangan disini,ngerusak pemandangan aja lu." ucap Reno dengan tampang kesal.
"Iya gue pindah." cicit Dhika sambil melangkah pergi menuju kamar tamu.
"Dasar,anak ga tau diri!" ucap Reno kesal.
"Mas,udah ah.Jangan marah-marah terus nanti cepet tua.Udah yu kita jalan sekarang." ucap Aruni sambil menggandeng tangan suami nya.
Reno pun mengikuti kemauan istri nya.Dia berjalan menuju mobil sambil terus digandeng oleh istri nya.
Mobil Reno pun telah meninggalkan area rumah nya.Reno sengaja menyetir sendiri karena ingin lebih menikmati kebersamaan nya dengan istri tercinta nya.
"Mas,nanti kita mampir di toko kue ya mas.Aku mau beliin kue kesukaan mama." ucap Aruni ditengah perjalanan.
"Siap bos." jawab Reno sambil tangan nya memberi hormat.
"Ih,apan sih kamu mas,lebay deh." ucap Aruni sambil tersenyum dan memukul pelan lengan suami nya.
Mereka berdua pun tertawa bersamaan,mobil Reno pun membelah jalanan ibu kota yang memang lengang saat itu.
Akhir nya mobil Reno memasuki pelataran parkir sebuah toko kue terkenal di kota itu.Reno pun mencari tempat parkir,dan setelah menemukan tempat parkir untuk mobil nya.Reno kemudian keluar terlebih dahulu dari mobil nya.Untuk kemudian dia membukakan pintu mobil untuk Aruni.
Reno sangat perhatian terhadap istri nya itu.Apalagi sekarang Aruni tengah mengandung buah cinta mereka.
Reno dan Aruni pun berjalan bergandengan memasuki toko kue itu.
"Mas,mama paling suka tiramisu kan ya?" tanya Aruni pada suami nya.
"Iya sayang."jawab Reno lembut.
"Oke,berarti yang ini sama yang ini aja." ucap Aruni sambil menunjuk kue-kue yang akan dia beli.
Selesai membayar Reno dan Aruni kembali kemobil untuk melanjutkan perjalanan mereka.Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 40menit.Mobil Reno pun memasuki area perumahan elitte.Dan memasuki gerbang rumah besar dengan halaman yang luas.
Seorang security yang bertugas dipintu gerbang itu pun dengan sigap membuka pintu mobil untuk Reno dan Aruni.
"Selamat datang,tuan dan nyonya." ucap Sanip petugas keamanan di rumah besar keluarga Herlambang.
"Terimakasih pak Sanip." ucap Reno dan Aruni hanya memberikan senyuman terbaik nya untuk menjawab ucapan pak Sanip.
Reno dan Aruni pun berjalan menuju dalam rumah. Mereka pun disambut oleh para pelayan yang berbaris rapi di pintu utama.
"Wah,mantu kesayangan mama sudah datang." ucap Nyonya Herlambang dengan lantang nya sambil merentangkan tangan nya menyambut Aruni dan Reno.
"Assalamualaikum ma." ucap Aruni sambil memeluk ibu mertua nya dan kemudian menyalami nya.
"Jadi sekarang saya udah bukan anak kesayangan lagi ni." tiba-tiba suara serak Reno memecah kebahagian mertua dan menantu yang sedang berpelukan itu.
"Aduh mama sampai lupa kalau mama masih punya anak kesayangan.Abis nya anak kesayangan mama ini suka amnesia kalau dia punya mama disini.Kalau mama ga telepon duluan dia ga akan telepon mama Run." ucap Nyonya Herlambang menyindir Reno.
"Astagfirllah aladzim,masa sih ma?Kok ada ya anak seperti itu." jawab Aruni sambil melirik suami nya.
"Yaampun,senjata makan tuan ini nama nya.Udah dong ma,iya Reno minta maaf ya,Janji ga akan ngulangin lagi."jawab Reno sambil memeluk mama nya.
"Iya ma,janji." ucap Reno sambil mengangkat dua jari nya. "Oh iya,papa mana ma?" tanya Reno ketika mama nya sudah melepaskan tangan nya.
"Biasa papa ada di ruang baca."jawab nyonya Herlambang. "Ayo sayang duduk,kenapa jadi berdiri aja." ajak nyonya Herlambang kepada menantu nya.
"Iya ma,oh iya ma tadi aku mampir toko kue langganan mama,Aku beliin mama tiramisu kesukaan mama." ucap Aruni sambil menyerahkan bungkusan yang ia bawa.
"Yaampun,repot-repot segala mama pake dibawain kue.Makasi lho sayang." jawab nyonya Herlambang sambil menerima bungkusan itu. "Sebentar mama taruh ini dulu dilemari es ya?biar lebih dingin,nanti baru kita makan." ucap nyonya Herlambang sambil berjalan menuju lemari es nya.Dan Aruni hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.
"Sayang,saya ketemu papa dulu ya,kamu mau ikut?"
"Engga deh mas,nanti aja kalau papa nya turun.Aku sama mama aja dulu disini."
"Ya udah,saya ketemu papa dulu ya." ucap Reno sambil beranjak dari duduk nya.
"Lho,Reno mana Run?" tanya Nyonya Herlambang.
"Oh,mas Reno ke tempat papa."
"Oh,eh gimana kandungan kamu.Ada kendala gak."
"Alhamdulillah ma,masih ngalamin morning sickness,dan cepet capek aja sih.Selebih nya aman kok ma."
"Syukur deh kalau begitu.Mama seneng denger nya.Oh iya,bagai mana kabar ibu mu Run.Mama mau kesana ga sempet-sempet."
"Alhamdulillah ibu baik-baik aja,ma."
"Alhamdulillah.Eh Run mama kan sedang membuat rajutan,yuk bantuin mama."
"Iya ma." ucap Aruni sambil berjalan di belakang mertua nya. "Wah,pasti seru banget,mama rajin banget sih."
"Ah,kamu bisa aja.Mama cuma iseng-iseng aja.Dari pada ga ada kerjaan."
" Ini nama nya iseng-iseng yang menghasilkan ma." ucap Aruni sambil tersenyum lebar.
Ibu mertua dan menantu itupun terus berceloteh membicarakan berbagai macam hal.
Sementara itu Reno mengetuk pelan puntu ruang baca Tuan Herlambang.
"Masuk!" seru tuan Herlambang dari dalam, ruangan baca milik nya.
"Assalamualaikum pa." ucap Reno seraya membuka pintu ruangan tersebut.
"Waalaikumsalam warahmatullahiwabarakatu." jawab Tuan Herlambang.
"Lagi sibuk pa?" tanya Reno basa basi.
"Engga lagi baca-baca aja.Kamu apa kabar?Aruni mana?"
"Alhamdulillah sehat pa. Aruni lagi sama mama dibawah.Papa bagi mana kabar nya?"
"Ya seperti yang kamu lihat,papa sehat dan bugar."
Reno tersenyum senang mendengar ucapan papa nya.Dia kemudian duduk disamping ayah nya.
"Papa sudah dengar semua nya."
"Soal apa pa?"
"Soal teror yang dikirim kerumah dan juga kantor mu,kemudian soal kebakaran pabrik di kota L,dan penolakan-penolakan dari warga di beebagai wilayah daerah proyek yang sedang kamu kembangkan."
"Tenang aja pa,insyaaallah saya bisa melalui ini semua dengan baik."
"Tetap waspada dan hati-hati.Karena ini bukan kebetulan,Pasti ada dalang dibalik semua ini."
"Iya pa,saya tahu.Dan saya hanya mengikuti permainan mereka." ucap Reno tegas.
"Bagus.Tapi waspada itu perlu anak muda."
"Iya pa."
Memang perusahaan Reno sedang diguncang masalah hebat.Namun Reno tak terpengaruh dengan itu semua.Dia masih santai menjalani kehidupan nya.
next bab..
maafin author ya karena kelamaan up nya...ada kendala di perangkat nya..tetep dukung author ya..ššterimakasih