
Aruni yang sudah berada diluar ruangan dirut segera berlari menuju toilet.Dia tak ingin siapa pun melihat nya menangis.
Aruni memasuki toilet khusus karyawan.Dia menangis disalah satu bilik toilet.Dia tidak menyangka orang-orang yang selama ini dia hormati tega mengolok-ngolok nya hanya karna mereka tidak percaya akan kenyataan yang ada.
Aruni mencoba nengusap air mata nya.Dia berusaha mengatur nafas nya agar bisa lebih tenang.Aruni berusaha agar berhenti menangis. Namun air mata nya selalu saja lolos dengan mudah nya.Hati nya terasa sakit,dihina dan dipermaluka seperti itu.Aruni tak bisa berbuat apa-apa,dia hanya bisa menangis.
'Memang benar kata mereka,aku ga pantes buat mas Reno.Level nya terlalu tinggi.' ucap Aruni dalam hati sambil tangan nya terus mengusap air mata yang mengalir.
Aruni mencoba mengatur nafas nya lagi.Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan-lahan.Itu membuat dirinya sedikit aga tenang.Aruni berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis lagi.Aruni terus saja menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.Agar dia merasa lebih tenang,dan dapat mengontrol diri nya.
Aruni yang sudah merasa lebih tenang kemudian keluar dari bilik toilet tersebut.Dia kemudian menuju wastafel didepan nya.Dia mencoba mencuci muka nya disana.Agar tidak terlalu terlihat sembab karena habis menangis.
Aruni melihat pantulan diri nya dicermin.Ketika dia merasa sudah lebih baik dia kemudian mengusap air diwajah nya dengan tissue yang disediakan disana. Aruni pun keluar dari toilet setelah dirasa semua sudah baik-baik saja.
Aruni berjalan menuju tempat nya tadi berada. Didalam hati nya dia masih sangat sedih atas apa yang sudah dilakukan orang-orang tadi terhadap diri nya.
...
Sementara ditempat lain Ali yang sudah mendapatkan informasi tentang wanita hamil tersebut kemudian memberikan informasi itu kepada Reno.
"Permisi tuan,ini data yang anda minta." ucap Ali sambil meletakan map coklat dimeja Reno.
"Hemm,cepat juga kamu dapat nya.Apa sangat mudah mendapatkan info tentang wanita itu?" tanya Reno kemudian.
"Iya tuan." jawab Ali pelan.
Reno kemudian membuka amplop coklat berisi informasi mengenai Natasya Afandie itu. Dia membaca lembaran kertas yang berisi data mengenai wanita hamil yang menemui nya tadi.
"Hemm..rupanya begitu.Dia putri tunggal tuan Hartawan." ucap Reno sambil menyunggingkan bibir nya.
"Iya tuan,dia juga merupakan istri dari Ari." ucap Ali menjelaskan.
"Oke,ikutin permainan mereka." ucap Reno dingin.
"Baik tuan." ucap Ali patuh. " Maaf tuan baru saja saya mendapat laporan dari rumah sakit.Bahwa nona Aruni tadi keluar dari ruanganan dirut dalam keadaan menangis."Ucap Ali darar.
"B****s**! cari tahu siapa yang membuat Aruni menangis!" ucap Reno geram.
"Baik tuan,saya minta waktu nya lima belas menit untuk menemukan siapa pelaku nya." ucap Ali.Dan Ali pun pamit untuk melaksanakan tugas nya. Dan Reno hanya menganggukan kepala.
Reno mencoba menghubungi ponsel Aruni,tetapi karena masih jam kerja.Ponsel Aruni masih belum aktif.Reno mencoba mengirim pesan pada Aruni, namun karena ponsel Aruni tidak aktif jadi pesan itu tidak langsung mendapat balasan dari Aruni.
Tak lama kemudian Ali datang dengan membawa informasi tentang kejadian yang mimpa Aruni. Ali juga menyertakan bukti rekaman cctv diruangan dirut rumah sakit.Kemudian Ali memberikan apa yang sudah dia dapatkan pada Reno.
Reno kemudian memutar rekaman cctv yang diberikan oleh Ali pada nya. Reno yang nendengar semua ucapan dari para dokter yang ada diruangan itu menjadi murka. Dia mengebrak meja kerja nya dengan kencang.
"Ali,reschedule meeting dengan Perusahaan Sinar Antara.Ikut saya kerumah sakit sekarang." ucap Reno pada Ali dan langsung berjalan keluar ruangan nya.
" Baik tuan." ucap Ali sambil mengikuti Reno dari belakang.
Ali kemudian berhenti di depan meja sekretaris Reno,dia minta di reschedule meeting dengan perusahaan Sinar Antara
"Delay dua jam ya."ucap Ali pada sang sekretaris.
"Baik pak." jawab sang sekreataris patuh.
Ali pun kemudian pergi meninggalkan sang sekretaris untuk pergi menyusul Reno.
"Ali,pastikan semua orang-orang yang tadi berada dalam ruangan itu semua sudah berkumpul lagi disana." ucap Reno dingin.
"Baik tuan,semua perintah sudah dilaksanankan dengan baik tuan." ucap Ali.
"Hemm..bagus." ucap Reno datar.
Tiga puluh menit kemudian mobil yang membawa Reno dan Ali pun telah memasuki area rumah sakit. Reno dan Ali turun di depan lobby utama.
Mereka sudah disambut oleh beberapa orang pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Aruni selama dirumah sakit.
Dan ada juga beberapa security yang memang sudah mengenal Reno.Mereka turut menyambut Reno dan juga Ali dilobby utama rumah sakit. Reno dan Ali dua pria tampan itu pun menjadi pusat perhatian orang-orang dirumah sakit.
Reno dan Ali memasuki ruangan dirut rumah sakit, disana sudah terdapat orang-orang yang tadi ada di rekaman cctv yang Reno tonton.
"Selamat datang tuan." ucap Sang dirut rumah sakit.
Reno menatap tajam sang dirut tanpa berkata apa-apa.Seolah tatapan nya seperti pisau yang akan merobek lawan nya.Reno kemudian berjalan pada sebuah sofa besar yang ada disana. Sementara orang-orang yang lebih dulu ada disana malah berdiri sambil tertunduk.Seolah tahu mereka akan mendapat masalah.
"Langsung saja ke intinya.Ali beri tahu mereka semua apa yang saya lihat diruangan ini tadi." ucap Reno.
Kemudian Ali pun langsung memutar rekaman cctv pada laptopnya dan menyalakan proyektor yang ada disana.Dan seketika terpampang jelas apa rekaman cctv yang menayangkan kejadian apa yang meraka lakukan tadi.
Reno yang geram melihat orang-orang yang sudah membuat Aruni menangis tadi.
"Ali cukup!" seru Reno. "Sudah lihat,sudah tahu juga apa kesalahan kalian." ucap Reno setengah berteriak.
Semua orang disana tidak ada yang bersuara. Mereka semua tertunduk ketakutan.
"Maaf tuan itu semua hanya gurauan kami saja. Hanya lelucon."ucap sang dirut rumah sakit mencoba membela diri.
BRAAAK..Reno menggebrak meja dengan keras. Hingga membuat semua benda yang ada dimeja tersebut berserakan.Dan membuat semua orang yang ada disana kaget.
"Lelucon anda bilang.Anda tahu siapa perawat yang baru saja kalian jadikan bahan lelucon.Dia adalah calon istri saya.Calon pemilik rumah sakit ini." ucap Reno memberi tahu.Dan memang baru beberapa bulan ini rumah sakit tempat Aruni bekerja telah dibeli oleh keluarga Herlambang. "Dokter Steven.Sudah berapa lama anda menjabat dirut disini?!" tanya Reno geram.
"Maaf tuan,saya sudah hampir lima tahun menjabat dirut dirumah sakit ini." jawab sang dirut dengan bangga.
"Mulai hari ini anda saya pecat.Begitu pula dengan anda dokter Siska.Kalian berdua sudah mengolok-olok calon istri saya." ucao Reno dingin.
"Tuan saya mohon ampuni saya.Saya tidak sengaja melakukan nya.Ini semua reflek saja." ucap sang dirut.Sementara dokter Siska hanya dapat menangis.
" Saya tidak peduli.Kenapa anda tidak berpikir dulu sebelum bertindak." ucap Reno sambil berdiri hendak keluar ruangan.
"Tuan saya mohon beri saya kesempatan." ucap sang dirut sambil berlutut dikaki Reno.
"Saya tidak peduli.Ali bereskan mereka semua. Saya tidak ingin melihat mereka berkeliaran lagi di rumah sakit bahkan dikota ini.Kalau perlu usir mereka dari negara ini." ucap Reno sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
"Tuan Ali,kami minta maaf.Kami berjanji tidak akan melakukan nya lagi." ucap dirut rumah sakit.
"Sudah terlambat.Kalian semua sudah menyinggung tuan Reno." ucap Ali dingin.
Para dokter itu hanya dapat pasrah dan menangis.Mereka bingung harus melakukan apa. Pasal nya untuk mencari pekerjaan dirumah sakit lain itu mustahil.Karena Reno punya pengaruh besar dikota itu.
Reno berusaha mencari keberadaan Aruni dirumah sakit.
next bab ya kesayangan...š