Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 246


Pernikahan Reno dan Meylan tinggal sebulan lagi dan semua persiapan sudah selesai bahkan mereka pun sudah mencoba gaun yang akan mereka pakai nantinya.


Mereka berdua terus sibuk dengan persiapan semua itu bahkan mereka tidak memikirkan keadaan tubuh mereka sendiri.


Aktifitas seharian mereka Meylan yang masih kuliah sedangkan Reno yang sudah sibuk di Perusahaan Membuat mereka sedikit terganggu bahkan Meylan sendiri sampai jatuh sakit karena kelelahan.


Pagi ini, Meylan merasakan tubuhnya yang menggigil dia terus berada di balik selimutnya yang tebal tanpa ingin beranjak padahal pagi ini ada kuliah pagi.


Orang tua Meylan sudah berada di meja makan dan mereka menunggu putrinya namun tak kunjung datang.


" Ma,, Meylan kemana belum bangun "


" Sepertinya Pa,, Mama coba lihat dulu "


Orang tua Meylan membuka pintu kamarnya dan melihat Meylan yang masih berada di balik selimutnya.


" Astaga ternyata masih tidur nih anak "


" Meylan,, Sayang,, Sudah siang Nak kamu ada kuliah pagi kan "


" Mey,, hei,, Astaga Sayang badan kamu panas banget Nak,, Kamu demam "


" Ma,, kepala aku pusing "


" Sebentar Sayang, Mama panggil Papa kita ke Rumah sakit ya "


meylan langsung di bawa ke Rumah Sakit oleh orang tuanya karena mereka sangat khawatir dengan tubuh Meylanyang demam tinggi.


-


Sesampainya di Rumah Sakit, mereka menunggu Meylan yang masih di periksa dokter.


" Pa,, Meylan Pa "


" Mama tenang ya, Meylan pasti tidak kenapa kenapa "


Dokter keluar dan kedua orang tua Meylan langsung menghampirinya..


" Dokter, Bagaimana keadaan putri saya "


" Putri anda hanya kelelahan dan untuk beberapa hari harus di rawat di Rumah Sakit "


" Baik Dokter "


" Kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya "


" Silahkan Dokter "


Mereka langsung masuk dan melihat Meylan yang terbaring dengan infus ditangannya.


" Mey,, Sayang "


" Ma,, Aku kenapa aku mau pulang aja Ma "


" Sayang jangan ya,, Kamu kecapekan Nak, Kamu harus di rawat beberapa hari Sayang "


" Tapi Pa, Ma,, aku -"


" Kamu pasti kelelahan karena mengurus pernikahan kamu Nak, sekarang kamu istirahat ya.


Meylan menghela napasnya namun akhirnya dia mengangguk karena memang tubuhnya sangat lemas dan kepalanya pun sangat pusing.


-


Sementara Reno segera menuju Rumah Sakit saat mendapatkan kabar jika Meylan di rawat karena sakit.


Sekitar 30menit Reno sampai di Rumah Sakit dan langsung mencari kamar tempat Meylan di rawat.


Reno membuka pintu dan langsung berjalan masuk saat melihat wanitanya terbaring lemas di sana.


" Om,, Tante,, " Sapa Reno mencium kedua tangan calon mertuanya


" Sayang,, " Lanjut nya dengan mengusap rambut Meylan


" Kakak gak kerja "


" Mana bisa Yang aku tenang kerja kalau kamu sendiri seperti ini "


"Aku gak Papa Kak ini hanya kelelahan "


" Kamu pasti lelah mempersiapkan pernikahan kita kan,, "


Meylan tersenyum, dia merasa bahagia karena bisa menyiapkan semuanya sendiri.


*******


Sementara Sandi sudah sampai di Apotik, dia pun langsung masuk,,


" Silahkan,, Ada yang bisa di bantu Mas " Ucap Salah satu penjaga


" Iya Mba, Saya cari Tespek "


" Baik silahkan ditunggu "


Sandi mengangguk dan dia menunggunya,,


" Silahkan Mas "


" Terima kasih, Kembaliannya ambil saja " Ucap Sandi langsung kembali keluar.


Sandi kembali melajukan mobilnya, dia terus kepikiran dengan Anisa dan tidak tega untuk meninggalkan nya lama.


-


Anisa masih terus berharap jika semua yang akan terjadi nanti akan membuatnya bahagia namun rasanya tidak yakin karena kembali teringat dengan sikap kenyataan yang dulu pernah dia lakukan.


" Ya Tuhan,, Entah lah aku harus bagaimana sekarang.. Mudah mudahan semua akan mendapatkan kabar yang baik dan tidak mengecewakan baginya ataupun Sandi suaminya "


Sandi langsung berjalan masuk dengan membawa kantong plastik di tangannya..


" Sayang,, Ini tespeknya "


Bu Widia dan Sandi membatu Anisa bangun,,


" Aku temani ya " Ucap Sandi namun Anisa menghela


" Gak Usah Mas, Aku sendiri aja "


Anisa masuk ke dalam kamar mandi namun tidak dia kunci pintu kamarnya.


Bu Widia dan Sandi menunggunya di balik Pintu.


Anisa mencobanya dan hatinya terus berdoa agar menemukan hal yang sangat baik..


Cukup lama Anisa berdiri di sana,, nenunngu benda kecil yang di tangannya.


Rasanya sangat takut untuk menatap hasilnya,,


" Apa pun hasilnya aku harus bisa menerimanya karena memang semua sudah diatur sama uang diatas "


Anisa menghela napasnya dan mencoba melihat benda kecil yang sudah dari tadi dipegangnya..


Jantungnya berdetak kencang dan napasnya sangat tidak beraturan hingga saat melihat hasil nya,,