
Pagi ini Aruni sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.Hari ini adalah hari terakhir Aruni bekerja sebagai seorang perawat.Karena minggu lalu dia telah mengajukan surat pengunduran diri.Jika bukan karena campur tangan suami nya,Aruni baru bisa mengundurkan diri satu bulan kemudian. Sesuai dengan SOP yang berlaku.
"Mas,aku berangkat ya.Kamu hati-hati ya pulang nya." ucap Aruni sambil megecup punggung tangan suami nya.
"Iya,kamu juga hati-hati kerja nya.Jangan lupa makan." jawab Reno sambil mengecup singkat b*b*r mungil istri nya.
"Siap mas ku,assalamualaikum." ucap Aruni sambil membuka pintu mobil.
"Waalaikumsalam." jawab Reno.
Aruni pun turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu karyawan rumah sakit.
Kemudian Reno langsung melajukan mobil nya keluar dari rumah sakit.
"Pagi,bu Aruni." ucap Ines yang sedang mengenakan lipstik nya.
"Ines,apaan sih?Lebay lu akh." jawab Aruni keki.
"Hahaha,kan lu emang nya ibu pejabat." ucap Ines menggoda sahabat nya itu.
"Tau ah."jawab Aruni kesal.
"Hehehe,jangan marah dong.Gue kan berbicara fakta sebenar nya Run."ucap Ines sambil nyengir.
"Iya tapi kan ga harus di omongin kenceng-kenceng kaya gini." jawab Aruni yang masih kesal.
"Iya..iya gue minta maaf ya.Jangan marah dong." ucap Ines memohon.
"Emm.." jawab Aruni singkat.
"Yaelah masih keki aja sih Run,kan cuma bercanda." ucap Ines sambil memegangi lengan baju Aruni.
"Iya Ines."Jawab Aruni sambil mencubil pipi chuby sahabat nya itu.
"Aww,sakit." pekik Ines.
"Hahhaa..maaf ya sayang." ucap Aruni sambil mengusap-usap pipi Ines.
"Ish lu mah,KDRT ni nama nya." ucap Ines sambil memegangi pipi nya. "Eh,ngomong-ngomong lu hari ini terakhir ya kerja nya?" tanya Ines dengan raut wajah sedih.
"Iya Nes,gue hari ini terakhir kerja.Sedih deh rasa nya ninggalin pekerjaan ini.Sebab jadi perawat kan cita-cita gue dari kecil."
"Bukan lu aja yang sedih,gue juga pasti nya sedih juga.Kita udah dari jaman sekola sama-sama,terus sekarang lu mau berhenti kerja.Terus nasib gue gimana?
"Gimana apa nya?"
"Kita kan hampir tiap hari bareng-bareng,klo lu ga ada gue kesepian."
"Ah sayang,jangan gitu dong ngomong nya.Nanti gue jadi galau."
"Maka nya jangan berhenti kerja ya?" ucap Ines memelas.
"Maaf ya sayang,gue harus mengabdi sama suami."
"Hemm,gitu ya.Iya deh,ga bisa bantah sultan gue."
"Hahahhaah apaan sih,dah ah yuk masuk."
" Iya."
Akhir nya dua sahanat karib itu pun memulai aktifitas bekerja nya.
Aruni yang kali ini membatu dokter anak dan Ines yang bertugas membantu dokter umum.
...
Sementara di tempat lain Ari yang belum sadarkan diri karena luka bakar yang ia derita. Sementara Alan seorang tahanan yang kabur bersama Ari dan juga seseorang yang menyelamatkan Ari.Alan tengah berdiri disamping Ari,dia menatap Ari dengan perasaan iba.
"Bagai mana kondisi nya?" tanya Alan pada dokter yang merawat Ari.
"Untuk saat ini belum ada perkembangan yang berarti tuan.Kondisi nya belum stabil,karena luka nya cukup parah." jawab Sang dokter.
"Lakukan yang terbaik untuk nya."ucap Alan sambil berlalu meninggalkan ruangan Ari.
Alan berjalan menuruni Anak tangga,ia menuju ruangan kerja nya.
"Gue akan tunggu lu sadar Ri,baru setelah itu kita akan melakukan apa yang memang seharus nya kita lakukan." gumam Alan sambil duduk dikursi kebesaran nya.
...
Sementara ditempat lain Reno yang sedang memimpin meeting diperusahaan nya,terlihat begitu berwibawa.Reno terlihat sedang mempresentasikan materi meeting saat itu. Semua peserta meeting memperhatikan nya sengan seksama.
Salah satu peserta meeting saat itu adalah Katherine,seorang wanita cantik dan juga pengusaha sukses.
Bukan rahasia lagi kalau Katherine menyukai Reno sejak lama.Namun Reno selalu menolak nya. Akan tetapi Katherine tidak pernah sakit hati,karena penolakan Reno.
"Ren,selamat ya atas pernikahan kamu.Maaf aku ga bisa datang kemaren." ucap Katherin ketika meeting sudah selesai.
"Terimakasih ya.Ga masalah,saya tahu kok kamu perempuan yang sangat sibuk."jawab Reno ramah.
"Boleh kapan-kapan aku bertemu dengan istri mu?" tanya Katherine dengan ramah.
"Boleh,kapan kamu ada waktu?" Reno balik bertanya.
"Emm..bagai mana kalau akhir pekan ini?" ucap Katherine menyarankan.
"Oke,akan saya hubungi kamu lagi nanti." ucap Reno sambil tersenyum.
"Iya,terimakasih juga sudah bisa menyempatkan hadir dimeeting ini."
"Iya,aku pamit ya,bye." ucap Katherine sambil melangkah pergi.Dan Reno hanya menganggukan kepala.
...
Hari sudah semakin sore,Aruni yang sudah sampai diunit apartemen suami nya.Langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Selesai mandi Aruni menuju kamar nya,dia kemudian mengambil ponsel nya dari atas nakas. Dia kemudian membuka aplikasi berita online.Dan betapa terkejutnya ia mendapati berita bahwa kantor polisi tempat Ari ditahan terbakar.
"Astagfirllah aladzim,mas Reno udah tau belum ya berita ini?" gumam Aruni sambil terus membaca berita nya.
Selesai membaca berita itu,Aruni kemudian meletakan kembali ponsel nya dinakas.Dia kemudaian menuju dapur berniat masak makan malam untuk dirinya dan suami nya.
Aruni masih memikirkan tentang kebakaran kantor polisi itu.Dia berniat untuk menanyakan hal itu pada suami nya nanti.
Tak lama kemudian Reno pun telah sampai di unit apartemen nya.Dia membuka pintu dan mendapati aroma yang begitu menggugah selera dari arah dapur.
Reno pun melangkahkan kaki nya kearah dapur. Dan dia mendapati istri tercinta nya sedang fokus memasak didapur.
Reno pun sengaja melangkahkan kaki nya pelan-pelan tanpa suara.Dia berniat untuk menggoda istri nya itu.Reno kemudian memeluk istrinya dari belakang.Sontak membuat Aruni kaget.
"Astagfirllah aladzimmm,." terik Aruni sambil membalikan badan nya,dan membuat b*b*r nya bertemu dengan b*b*r suami nya selama beberapa detik.
"Ish,mas Reno...!" Pekik Aruni sambil berusaha melepaskan pelukan suami nya.
"Iyaaaa." ucap Reno sambil ikut berteriak
"Ih,apaan sih.Lepasin ga nanti masakan nya gosong." ucap Aruni sambil membalikan lagi tubuh nya.
"Ga mau,kamu masak aja.Saya ga akan ganggu kok." ucap Reno pelan sambil menyandarkan kepala nya di leher istri nya.
"Ya ga bisa lah mas.Yang ada nanti ga jadi masak! Udah sana kamu mandi dulu,bau tau." ucap Aruni sambil menutup hidung nya dengan telapak tangan.
"Iya,saya mandi dulu." ucap Reno lemas sambil berjalan menjauhi istri nya.
Aruni hanya menggelengkan kepala nya saat melihat tingkah laku suami nya.Dia pun melanjutkan kembali kegiatan masak.
Malam itu setelah melakukan shalat maghrib berjamaah,Aruni dan Reno kemudian makan malam bersama.
"Nasi nya cukup segini mas?" tanya Aruni sambil mengambil nasi untuk suami nya.
"Iya cukup." jawab Reno sambil tersenyum.
Pengantin baru itu pun makan malam dengan tenang.Selesai makan Reno membantu Aruni membereskan piring kotor sisa makan mereka.
Selesai dengan kegiatan makan malam mereka. Aruni dan Reno kemudian bersantai di ruang tv. Reno menyalakan tv dia menonton pertandingan moto GP.Sementara Aruni tengah sibuk dengan ponsel nya.
"Mas kamu udah liat berita ini?" tanya Aruni yang saat itu tengah bersandar di dada suami,sambil menengadah kan kepala nya.
Namun tiba-tiba "CUP",Reno mengecup b*b*r tipis istrinya.
"Ish mas Reno!" seru Aruni.
"Hehehe,iya maaf.Ada apa tadi,hem?" tanya Reno sambil cengengesan. "Tadi tanya apa?" tanya Reno lagi pada istri nya yang kini sudah dalam mode kesal. "Ih,jangan manyun gitu,nanti saya bisa khilaf." ucap Reno sambil mencubit pelan pipi istri nya.
"Tau ah,kamu nyebelin banget si mas." ucap Aruni sambil terus manyun.
"Iya maaf.Saya janji ga akan gitu lagi ya.Udah jangan marah ya." ucap Reno sambil terus membujuk istri nya.
"Awas aja kalau kamu nyebelin lagi.Mas kamu udah tau kalau kantor polisi tempat Ari ditahan kebakaran?"
"Iya tau."
"Kok kamu ga bilang sama aku?"
"Iya,saya niat nya mau bilang sama kamu setelah kita pulang bulan madu,supaya kamu ga kepikiran akan hal itu.Tapi ternyata kamu udah tau duluan.Ya mau gimana lagi."
"Kamu mah gitu mas,kebiasaan kalau ada apa-apa ga pernah langsung cerita sama aku.Dimata kamu aku ini apa sih mas?"
"Lah kok jadi gitu ngomong nya.Ya dimata saya kamu itu istri saya,ibu dari calon anak-anak saya tentu nya"
"Abis nya kamu selalu main rahasa-rahasian sama aku.Aku ga suka mas!"
"Iya maaf,saya cuma ga mau buat kamu jadi kepikiran."
"Ya tapi nya kan nama nya bangkai mas,ditutupin tetep aja kan kecium bau nya."
p"Iya,saya minta maaf ya.Udah ah,jangan ngambek lagi."
"Iya,awas kalau kaya gini lagi."
"Engga janji deh." ucap Reno sambil mengacungkan dua jari nya. "Oh iya,kamu udah packing belum?"
"Masyaallah,belum mas.Gimana dong?"
"Ya udah,packing sekarang aja yu."
"Iya mas." ucap Aruni sambil beranjak dari sofa dan disusul oleh suami nya.
Reno dan Aruni pun masuk kekamar mereka. Disana mereka mulai melakukan packing barang -barang yang akan mereka bawa untuk berbulan madu selama 14 hari di Paris dan dubai.
Next bab yaš