Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 224


Anisa dan Sandi sudah bersiap karena mereka akan berangkat ke Bali untuk seminggu ke depan.


Zicko menghadiahkan tiket buat Honeymoon mereka berdua dan semua sudah Zicko siapkan selama mereka berada di sana.


Sandi dan Anisa hanya perlu membawa dirinya mereka saja.


Zicko dan Lona tidak bisa mengantar mereka ke Bandara karena kondisi perut Lona yang sudah besar dan membuat Lona sering merasa lelah juga nyeri, sedangkan Reno dan Meylan pun mereka tidak bisa mengantar karena mereka sibuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Pengantin baru memang selalu saja terlihat romantis dan tidak mau berjauhan,,


Sama seperti Sandi dan Anisa yang selalu bergandengan tangan bahkan saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat pun tangan mereka terus saling menggenggam.


Sandi menatap Anisa yang terlihat sedikit panik, Baru kali pertama bagi Anisa naik pesawat.


Rasanya campur aduk, antara takut juga bahagia.


Tangannya pun terasa dingin, Sandi bisa merasakannya.


" Sayang,, tangan kamu sangat dingin apa kamu sakit " Ucap Sandi demam


Anisa tidak menjawab dia hanya menggeleng..


" Sayang hei,, kamu kenapa "


" Aku takut Mas,, "


" Takut,, Takut kenapa "


" Ini pertama kalinya aku baik pesawat dan aku takut "


Sandi tersenyum, dia mengira jika Istrinya sakit dan rencana bulan madu mereka akan gagal namun nyatanya Anisa hanya takut.


" Sini Sayang,, gak usah takut oke semua baik baik saja.. "


Anisa semakin takut saat dia mendengar suara mesin pesawat yang sangat nyaring di telingannya.


" Pejamkan mata kamu dan jangan pikirkan macam macam Oke "


Sandi menarik kepala Anisa untuk bersender pada bahunya.


Anisa merasakan getaran yang cukup lama suara mesin yang sangat nyaring namun lama lama semua itu hilang dan Anisa membuka matanya.


" Sekarang kita sudah terbang " Ucap Sandi tersenyum


" Maaf ya Mas, Aku baru pertama naik pesawat dan aku takut ketinggian "


" Iya Sayang,, sekarang udah gak takut lagi kan"


Anisa menggeleng,, dia pun kembali menyenderkan kepalanya pada bahu Sandi dan semakin erat menggenggam tangannya.


-


Selama Sandi cuti, Zicko lah yang mengurus semuanya namun dia hanya akan sebentar di Hotel atau Cafe.


Dia tidak tega meninggalkan Lona sendiri di rumah dengan kondisi perutnya yang sudah besar bahkan Zicko hanya meminta Andi ataupun yang lain untuk mengirim semua laporan ke emailnya dan dia akan Melihat nya di rumah.


Seperti saat ini,,


Zicko berada diruang tengah dengan laptop di hadapannya, dia melihat semua laporan dari cabang cabang bisnisnya.


Lona berjalan menghampiri dengan membawa jus di tangannya, dia pun duduk di samping Zicko yang masih menatap layar ponselnya.


" Minum dulu jus nya Kak " Ucap Lona memberikan segelas jus jeruk


" Makasih sayang,, Susu nya kamu sudah minum "


" Udah Kak "


Zicko mengangguk dan meneguk jusnya,,


Lona menatap layar Laptopnya, dia melihat perkembangan usaha suaminya yang sangat maju bahkan Brians Hotel dan Brians Cafe pun sudah memiliki cabang di beberapa daerah.


" Kak Sandi dan Anisa berangkat hari ini Kak "


" Tadi pagi Sandi telpon, pesawat mereka take off jam 11 siang ini "


Lona menatap jam yang sudah menunjukan pukul 12 siang dan berarti mereka sudah jalan.


" Sebentar ya, Aku selesaikan semua dulu "


" Hu" um Kak "


Zicko mengacak rambut Lona dan kembali menatap laptopnya, jarinya pun mulai menari di atas keyboard.


Lona menatap bangga dengan suaminya, bukan hanya masih sangat muda dan tampan namun Zicko sukses dengan kedua bisnisnya dan yang pasti dia sangat mencintai dan menyayanginya juga anak yang ada di dalam perutnya saat ini.