
Ketiga gadis cantik itu berada di kantin, mereka memesan makanan dan minuman.
Meylan masih dengan wajah cemberutnya dan dia hanya memainkan makanannya padahal biasanya dia lah yang paling semangat jika akan ke kantin.
" Makan jangan buat mainan gitu Mey"
" Gak nafsu makan gue "
" Masih mikirin Lamaran "
" Gue tuh sebel sama Kak Reno, cuma ngelamar doang apa susahnya coba "
" Ya Kali cuma Mey,, semua juga butuh pemikiran Mey juga persiapan gak kaya mie instan langsung masak terus makan "
" tapi gue cuma mau dia ngelamar gue bukan nikahin gue "
" Sama aja Bambang " Ucap Lona
" Jika kalian sudah tunangan paling engga Kak Reno akan mikir buat nikahan kalian dan Loe tau bentar lagi mereka akan Ujian belum lagi Kak Reno masih belum kerja Mey mau makan apa kalian nanti "
" Kan ada Keluarga gue juga keluarga dia "
" Ya Kali Loe masih mau minat sama orang tua Loe, gue yakin Kak Reno bakal sangat malu karena dianggap gak kasih nafkah ke istri "
" Yang Lona bilang bener Mey,
Setelah kita menikah semua tanggung jawab kita pindah ke suami kita dan semua kebutuhan bukan lagi menjadi tanggung jawa orang tua kita tapi berganti ke suami kita, ,
Dan mungkin ini salah satu alasan kenapa Mas Reno masih belum siap ngelamar Loe"
" Mey,, Loe jangan turus desak Kak Reno juga kasihan dia Mey,, gue tau Kak Reno sangat sayang juga Cinta sama Loe kok dan jika dia siap dia pasti akan ngenalin Loe ke keluarganya dan bakal ngelamar Loe "
Meylan hanya terdiam mendengar kedua sahabatnya yang terus menasehatinya dan semua yang mereka bilang benar, tunangan dan menikah bukan hanya karena cinta namun juga butuh persiapan dan dengan pemikiran yang matang.
" Udah makan gak usah Loe pikirin " Ucap Lona
-
Reno masih terus diam, dia hanya terus memutar bollpennya.
" Ke Kantin yuk,, paling Lona, Nisa juga Meymey udah nunggu kita di sana "
" Kalian duluan deh,, gue masih mau disini"
" Udah Yuk ikut,, " Ucap Zicko dan Reno pun hanya pasrah dan mengikuti mereka
Ketiga Cowok tampan berjalan dan mereka melewati beberapa mahasiswi yang terlihat berbisik menatap mereka lebih tepatnya menatap Zicko dan mereka membicarakan jika hati mereka hancur dengan kabar menikahnya Idola kampus mereka.
" Gue juga gak doyan makan dan terus mengurung diri gue di kamar saat tau pernikahan mereka "
" Sudah gak ada lagi harapan gue "
Itulah beberapa obrolan yang terdengar, mereka membicarakan pernikahan Zicko dan Lona.
Zicko sendiri hanya bersikap cuek, dia memang tidak mau pusing dengan masalah yang tidak jelas baginya.
Mereka sampai di kantin dan langsung menghampiri meja dimana ketiga wanitanya berada.
" Hai Kak " Ucap Lona dan Zicko mengusap kepala Istrinya dan tersenyum
Zicko duduk di samping Lona, Sandi dekat Anisa dan Reno di samping Meylan.
Reno dan Meylan terlihat saling diam bahkan mereka sama sekali tidak bertegur sapa.
" Udah Yang makannya " Ucap Zicko
" Hem,, Udah Kak "
" Kamu udah gak ada kelas kan, kita ke Cafe yuk aku belum ke sana beberapa hari "
" Oke yuk, "
" Guys, kita duluan ya "
" Oke hati hati"
Zicko dan Lona meninggalkan kantin,, dan kini giliran Sandi yang mengajak Anisa pergi
" Sayang, Kita jadi kan buat cari buku "
" Cari Buku, " Ucap Anisa bingung namun Sandi mengedipkan matanya dan untungnya Anisa paham
" Oya Aku Lupa Mas,, Ya udah yuk..
Mey, Mas kita duluan ya "
" Kok gue ditinggalin sih,, gue ikut deh " Ucap Meylan
" Ogah,, gue mau Pacaran " Ucap Sandi dan Anisa langsung menyiku perut Sandi
" Aw,, sayang sakit " Ucap Sandi dan Anisa tersenyum
Anisa langsung menarik tangan Sandi dan mereka berjalan meninggalkan Reno dan Meylan yang masih saling diam di sana.