Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 127


Zicko langsung mengangkatnya, namun rahanganya mengeras, tangannya mengepal mendengar suara dari bali ponselnya, dia pun menatap tajam ke arah Galang yang sudah terkapar di lantai..


" Gue pergi dulu " Ucap Zicko langsung berjalan keluar


Sandi menatapnya bingung, namun dia segera mengikuti Zicko melihat Zicko yang sangat emosi membuatnya khawatir.


" Zicko tunggu " Teriak Sandi namun Zicko langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Sandi segera masuk ke dalam mobil dan melajukannya,,


-


Zicko terus memacu Mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat emosi setelah mendapat telpon dari seseorang, mereka bilang Jika Lona bersama mereka.


Tiba tiba ponselnya kembali berdering dan ternyata dari nomor yang sama.


" Halo "


" APA,, JANGAN MACAM MACAM KALIAN"


" Oke,, Saya ke Saya sekarang "


Zicko langsung menghubungi anak buahnya,,


" Halo,, Bawa Galang ke alamat Xx Saya tunggu, dan jangan bilang siapa pun. sekarang " Ucap Zicko dengan langsung menutup ponselnya.


"Sial,, ternyata mereka anak buah Galang, gue gak akan biarin mereka menyakiti Lona "


********


Sementara Sandi, dia terus mencari Zicko namun tidak di temukan,,


Sandi merogoh ponselnya yang berdering dan ternyata dari salah satu anak buahnya..


" Ya Halo"


" Apa, Terus kemana Zicko menunggu kalian"


" Oke,, Saya ke sana dan ingat jangan sampai ketahuan karena pasti akan membahayakan Lona atau Zicko "


" Ternyata benar dugaan gua, semua ini ulang dari cecung** itu, harusnya gue udah bunuh langsung aja dia "


Sandi mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang,,


" Halo Bang, Loe dimana " Ucap Sandi


Sandi menceritakan semua kepada Lio, karena tidak mungkin dia ke sana hanya bersama anak buahnya dan dengan bantuan Lio juga Tian maka akan membantunya.


Sandi kembali melajukan mobilnya, dia akan langsung menuju tempat dimana Zicko berada.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Kini,,


Zicko sudah bersama Galang, mereka sudah berada di depan sebuah gudang dekat dermaga dan terlihat sangat sepi dan penjagaan yang sangat ketat.


" Kenapa Loe takut " Ucap Galang menatap Zicko


" Gue gak pernah takut apa pun,," Ucap Zicko keluar mobilnya.


Zicko berjalan masuk dan dia terus mencari keberadaan Lona, namun sama sekali tidak dia lihat.


" Akhirnya datang juga " Ucap Salah seorang dari mereka.


Zicko menatapnya, dia mengeryitkan keningnya.. Baru pertama kali dia melihatnya seorang laki laki paruh baya dengan postur tubuh tinggi menatapnya.


" Pah " Ucap Galang


Zicko menoleh, dia baru tau jika ternyata laki laki itu merupakan Ayah dari Galang.


" Oh, jadi Anda ayah dari Galang " Ucap Zicko


" Hahahaha,, Galang memang anak saya, dan sekarang kamu lepaskan dia "


" Dimana Lona "


" Tenang saja, dia aman selama di sini"


Zicko langsung menatap Lona yang terlihat pucat juga menangis ketakutan,,


" Sayang " Ucap Zicko


" Kak Zicko, aku takut "


" Kamu tenang, Ada aku di sini "


Prok,, Prok,,


" Sebuah drama yang sangat indah "


" Lepaskan Lona dan saya akan lepaskan Galang "


" Oke, Lepaskan gadis itu "


Zicko melapskan Galang, begitu juga Lona yang langsung berlari memeluk Zicko..


" Aku takut Kak " Ucap Lona memeluk Zicko


" Tenang sayang, ada aku di sini, kita pulang sekarang "


Zicko menggenggam tangan Lona dan akan berjalan keluar, namun dia kembali mundur saat melihat beberapa orang yang berjalan mendekat.


" Kamu tenang ya "


Zicko melepas tangan Lona dan mereka langsung mengeroyok Zicko,,


Lona terus menatap Zicko, dia menangis dia takut Zicko kenapa kenapa.


Zicko terus menghajar mereka, dan tidak butuh waktu lama semua orang terkapar di lantai.


" Bodoh Kalian " Teriak Galang langsung menarik tangan Lona namun langsung berhasil Zicko cegah


Galang terus mencoba menghajar Zicko namun Zicko bisa mengalahkannya,,


" Berhenti Atau Gadis ini akan Mati " Ucap Ayah Galang


Zicko langsung menatap Lona yang sudah berada dalam sekapan, Lona terlihat sangat ketakutan, air matanya terus mengalir deras di wajah cantiknya, Zicko tidak tega melihatnya..


Galang yang melihat Zicko seperti itu langsung memukulnya..


Bug,, Bug,,


" Kak Zicko " Teriak Lona melihat Zicko yang terjatuh


Zicko menatap Galang, darah segar bercucuran di wajah tampannya..


Galang terus mendekati Zicko,,


" Kak Zicko " Ucap Lona menangis


" Hahahaha,, sekarang kamu tau siapa yang akan mendapatkan Lona " Ucap Galang


Zicko menatap Galang, Tanganya mengepal dan dia berusaha bangun,,


" Loe masih kuat, Bangun dan kita buktikan"


Zicko bangun dan mereka kembali bertarung, Zicko terus menghajar Galang namun Zicko kembali lengah saat melihat Lona yang berteriak kesakitan..


" Aw.. " Teriak Lona dengan luka sayat di lehernya


" Lona " Teriak Zicko


" Kalau kamu terus menghajar Galang, jangan salahkan Saya jika wanitamu juga akan mati "


Zicko menatap Lona, darah mengalir di lehernya dan membuatnya sangat sakit karena tidak bisa menjaganya, sementara Galang dia sudah terkapar lemas di lantai.


" Lepaskan dia, kalian bisa membalas semua ke saya dan bukan dia, dia tidak mengerti apa pun " Ucap Zicko


" Kamu benar benar laki laki, kamu akan menjaga wanitamu tapi semua itu hanya omong kosong "


Lona langsung menginjak kakinya dan dia langsung berlari menghampiri Zicko,,


" DASAR WANITA KURANG AJAR" Ucap Ayah Galang dengan mengeluarkan pistolnya


" Lona Awas " Ucap Zicko langsung memeluk tubuh Lona


Dor.. Dor..


" Uh,, " Zicko menahan sakit karena tertembak dan dia berhasil menyelamatkan Lona.


Zicko menatap Lona yang sudah berada dalam dekapannya, dia mengambil pistolnya dan menutup mata Lona.


" Sayang,, lupakan semua " Ucap Zicko


Dor,, Dor,, Dor..


Zicko terus menembak sementara Lona dia hanya bisa mendengar suara dan sama sekali melihat karena Zicko menutupi wajahnya.


Setelah beberapa menit, suata tembakan sudah hilang dan Lona merasa jika tubuh Zicko sudah mulai lemas..


" Kak Zicko,, Kak Zicko kenapa, Kak Zicko " Ucap Lona menangis


Zicko menatap Lona dan tersenyum,,


" I Love you " Ucap Zicko dan langsung pingsan dalam pangkuan Lona


" Kak Zicko bangun " Teriak Lona


Lona menangis histeris menatap Zicko yang berada dalam pangkuannya..


" Kak Zicko bangun " Teriak Lona dengan menggoyangkan tubuhnya namun sama sekali tidak ada jawaban dari tubuh Zicko.


" Astaga Ade " Teriak seseorang


Lio baru sampai di sana, dia langsung berlari menghampiri Lona.


" Astaga,, Zicko " Ucap Lio


" Bang, Kak Zicko " Ucap Lona


" Kamu tenang,, "


Zicko langsung di bawa masuk ke dalam mobil, sementara Lio membantu Lona namun tiba tiba,,


Bruk,,


Lona terjatuh dan untungnya Lio segera menahan tubuhnya.


" Ade.. Ade bangun " Ucap Lio dan langsung membopong tubuh Lona menuju mobil


Merek segera membawa Lona dan Zicko ke Rumah sakit.