Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MARAH


Reno dan Aruni meninggalkan taman,akan tetapi mereka tidak menuju ruang keluarga lagi. Reno membawa Aruni kedalam kamar nya.


"Mas,kok kita kemar?" ucap Aruni ketika sampai didalam kamar mewah milik Reno.


"Ga apa-apa,kamu pasti capek kan?Istirahat aja dulu disini ya." ucap Reno sambil menuntun Aruni keatas sofa besar dikamar nya.


"Tapi kan ga enak mas,yang lain bagai mana?" tanya Aruni sambil menatap suami nya.


"Ga apa-apa nanti biar saya yang ngomong sama mereka.Kamu disini aja istirahat ya?"


"Iya mas."


Reno kemudian menghubungi bagian dapur lewat sambungan interkom dirumah nya.Dia memsan camilan dan juga minuman untuk diri nya dan juga Aruni.


"Udah santai aja,disini kan kamar kamu juga."


"Iya mas.Mas Reno ga apa-apa ninggalin temen-temen mas Reno?"


"Ga apa-apa,mereka mah udah biasa kesini."


"Tapi mereka kan tamu mas?"


"Biaerin aja."


Tok...tok..tok..tiba-tiba terdengar suara pintu. Reno kemudian melangkahkan kaki nya menuju pintu.


"Permisi tuan,ini camilan nya." ucap Pak Leman.


"Iya pak,taro aja disitu." ucap Reno.


Pak Leman pun masuk kedalam kamar Reno dan kemudian meltakan nampan yang ia bawa disebuah nakas.


"Ada lagi tuan."


"Engga pak,terimakasih ya."


"Baik tuan."


Kemudian pak Leman pun pergi meninggalkan kamar Reno.


"Run,ni ada cheese cake,enak deh." ucap Reno sambil menyodorkan sendok berisi cheese cake pada Aruni.


Aruni pun membuka mulut nya.Dan Reno pun menyiapi potongan cheese cake tersebut kepada Aruni.


"Emm..enak banget mas." ucap Aruni sambil mengunyah makanan nya.


"Enak,yaudah ni habisin ya." ucap Reno sambil terus menyuapi Aruni dengan lembut.


Mereka berdua menghabiskan camilan nya sambil mengobrol banyak hal.Sampai akhir nya Reno menyuruh Aruni untuk istrirahat dikamar nya.Dan Reno keluar dari kamar nya.


Reno keluar dari kamar dan menuju ke ruang keluarga.Sesampai nya dia disana dia sudah tidak menemukan Vero disana.Hanya ada mama,nenek dan tante nya.


"Ren,apa Aruni sama kamu?" tanya mama


"Iya ma,Aruni ada dikamar,dia ga enak badan kata nya.Jadi aku minta dia istirahat dikamar." ucap Reno.


"Kurang enak badan?kamu coba minta Vero untuk memeriksa Aruni gih,Ren.Biar dikasih obat." ucap mama khawatir.


"Iya ma." jawab Reno sambil melangkah pergi.


Reno kemudian mencari Vero di ruang tamu. Namun Reno tak menemukan keempat sahabat nya disana.


"Pak,liat temen-temen saya?" tanya Reno pada pak Leman yang kebetulan lewat.


"Maaf tuan,mereka ada di ruang bilyard." ucap pak Leman.


Reno langsung membalikkan badan nya menuju ruang bilyard tanpa menjawab ucapan pak Lenan.


Reno berjalan menuju lift dirumah nya.Di menaiki lift untuk sampai di lantai tiga rumah nya. Sesampainya di lantai tiga Reno langsung menuju ruang bilyard.Disana sudah ada keempat sahabat nya.


"Wis,mas bro.Maaf ya kita ga bilang-bilang kalau kita disini." ucap Seno.


"Vero,gue mau ngomong sebentar sama lu." ucap Reno dingin.


"Ngomong apa?Ngomong aja." ucap Vero sambil tersenyum.


"Jangan disini,ikut gue!" ucap Reno tegas sambil melangkah meninggalkan teman-teman nya.


"Ada apa sih?" tanya Vero pada ketiga sahabat nya yang lain.


"Entah." jawab Dhika sambil mengangkat bahu.


Vero pun kemudian berjalan menyusul Reno.


Reno dan Vero kini berada dibalkon lantai tiga.


"Lu sengajakan tadi ngajak ngobrol mama sama hal-abeoji gue pake bahasa korea?lu tau kan Aruni ga ngerti bahasa korea.Makanya lu sengaja ngobrol pake bahasa korea sama mereka." ucao Reno dingin.


"Maksud lu apa sih nuduh gue kaya gitu?!" tanya Vero kesal.


"Gue ga nuduh,itu kenyataan!Lu tau Aruni ga bisa bahasa korea maka nya lu sengaja ngobrol pake basaha korea,ya kan?!"


"Kalau iya kenapa?! Istri lu ngadu?dia nangis bilang dicuekin,ga ada yang ngajak dia ngobrol?Iya begitu?"ucap Vero sambil berteriak. "Cengeng banget sih istri lu.Kan lu yang bilang kalau mau jadi istri lu harus punya mental baja. Berarti dia ga pantes buat lu!!"


"Vero gue ga nyangka lu akan bersikap seperti ini. Lu cemburu kan?!Asal lu tau,apapun yang Aruni perbuat gue akan menerima nya.Karena gue cinta sama dia.Dan buat lu,lu munafik!" ucap Reno sambil melangkahkan kaki nya.


"Reno,tunggu.Maksud lu apa bilang gue munafik?!" teriak Vero sambil menarik lengan baju Reno.


"Iya,lu munafik.Lu bilang kalau lu akan menerima pernikahan gue.Lu bilang lu akan anggap istri gue sahabat lu juga.Tapi nyata nya apa?Lu bohong!" ucap Reno tegas.


Vero hanya bisa terdiam.Dia sadar bawa perbuatan nya salah.Itu dia lakukan karena dia cemburu.Jujur didalam hati Vero masih mencintai Reno.Namun takdir berkata lain.Mereka tidak akan pernah bisa bersama.


"Oke,gue minta maaf.Gue tau gue salah,gue janji gue ga akan ngulangin nya lagi." ucap Vero sambil meneteskan air mata nya.


"Minta maaf sama Aruni,bukan sama gue." ucap Reno sambil melangkah pergi.


Vero yang ditinggalkan Reno begitu saja. Langsung terduduk lemas dilantai.Dia menangis sejadi-jadi nya.


"Ada apa Ren?" tanya Alvin yang melihat Reno dengan wajah kesal nya.


Reno hanya diam sambil mendaratkan bokong nya di sebuah sofa.


Alvin mencari jawaban pada temen-teman nya yang lain.Namun teman-teman nya yang lain hanya dapat menggelengkan kepala.


Kemudian Vero masuk kedalam ruangan bilyard dengan mata yang masih sembab.


"Gue,cabut duluan ya." ucap Vero sambil mengambil tas nya diatas meja.


"Lu mau kemana Ver,kita kan kesini nya bareng-bareng.Jadi pulang nya juga harus bareng-bareng dong." ucap Alvin mencoba mencegah Vero.


Vero hanya menggelengkan kepala nya sambil menunduk.


"Udahlah lu semua pulang aja sana.Gue lagi males buat kumpul-kumpul." ucap Reno sambil melangkah meninggalkan ruang bilyard.


"Ada apa sih?Lu berantem sama Reno?" tanya Dhika pada Vero.


"Gue cabut duluan ya?" ucap Vero melangkah pergi.Dan disusul oleh ketiga sahabat nya yang lain.


Reno yang sedang kesal tidak mempedulidan sahabat-sahabat nya itu lagi.Dia melangkahkan kaki nya kedalam kamar nya.


Didalam kamar nya Reno mendapati Aruni tengah tertidur di atas sofa.


Dia mencoba untuk membangunkan Aruni dengan membelai pipi mulus Aruni.Namun Aruni begitu lelap dalam tidur nya.Sehingga Reno memutuskan untuk mengangkat tubuh Aruni keatas Ranjang nya.


...


Sementara ditempat lain Alvin,Seno dan Dhika mencoba mengejar taxi yang di tumpangi oleh Vero.


"Si Vero sama Reno kenapa sih?Mereka berantem ya?"tanya Dhika sambil memainkan ponsel nya.


"Keliatan nya sih,gitu.Soal nya ga mungkin Reno ngusir kita kalau ga ada apa-apa." jawab Seno.


"Iya, tapi masalah nya apaan?" kali ini Alvin yang bersuara.


"Ga tau gue,yang pasti fatal kaya nya.Soal nya ga mungkin Reno semarah itu,kalau ga fatal-fatal banget." ucap Seno.


Mereka bertiga sampai didepan Rumah Vero. Ketiga sahabat itu lantas segera turun dari mobil milik Alvin.Mereka memasuki rumah Vero dan mencari keberadaan sipemilik rumah.


"Ver..vero.." panggil Alvin ketika sampai didepan pintu kamar Vero.


Tak ada jawaban dari dalam kamar.Alvin mencoba memanggil Vero kembali.Namun hasil nya sama


Tok...tok..tok.. "Veronica,are you okay?" kali ini Dhika yang mencoba mengetuk pintu kamar Vero.


Tiba-tiba pintu kamar Vero terbuka.Dan Vero keluar dari dalam kamar nya.


"Ver,are you okay?" tanya Dhika lagi.


"Yes,I'm okay.Kalian pulang gih,gue mau istrirahat." ucap Vero sambil menutup pintu kamar nya kembali.


"Ya udah,kasih dia waktu sendiri dulu.Kita pulang yu." ucap Seno.


Dan akhir nya ketiga sahabat itu pun pergi meninggalkan Runah Vero.


next bab ya...


Terimakasih buat kalian yang udh dukung author sampai dengan hari ini..author akan terus berusaha untuk memberikan karya terbaik author..sekali lagi terimakasih untuk kalian semua...šŸ˜„šŸ˜„