Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 151


Hari terus berganti dan kini tinggal dua hari dimana acara pernikahan Zicko dan Lona diadakan,


Dan sesuai keinginan Lona jika dia menginginkan resepsi di outdoor tepatnya di tepi pantai dan apa pun keinginan dari putri Kesayangan nya Tian dan Biyanka akan selalu menurutinya dan akan mengabulkannya.


Sesuai tradisi juga,


Baik Zicko dan Lona sudah tidak boleh bertemu mereka di pingit oleh masing masing orang tuanya hingga hari H nantinya dan pasti membuat keduanya merasa keberatan, mereka merasa akan sangat rindu namun mereka pun hanya pasrah karena memang semua itu sudah menjadi tradisi dan mau tidak mau mereka harus menuruti.


-


Rumah Wiharto sudah di penuhi oleh keluarga besar mereka, Oma Opa Lona sudah berada di sana sejak kemarin dan mereka sengaja tinggal di rumah Tian untuk meramaikan suasana di sana.


Sudah ada WO di Rumah, mereka merias rumah untuk Akad Nikah Lona.


" Oma,, " Ucap Lona yang baru saja turun dari kamarnya


" Loh,, calon pengantinnya kenapa turun " Ucap Rania


" Iya,, Ade harus istirahat Honey,, gak kecapekan " Ucap Dinda


" Tapi Ade bosan di kamar terus Oma,, oya dimana Opa "


" Opa Wiharto sama Opa Wijaya lagi sama Papa di depan Honey "


Lona mengangguk dan duduk di antara kedua oma nya, dia memang merasa bosan.


" Loh,, Honey kenapa turun " Ucap Biyanka yang baru saja menghampiri mereka


" Ade Bosan Mam,, "


" Ya Sudah,, tapi gak boleh keluar Oke "


Lagi lagi Lona hanya mengangguk, dia menatap sekeliling rumahnya yang sudah sebagian di hias dan semua terlihat banyak bunga sesuai keinginan nya,,


******


Tidak beda jauh dengan Lona,


Zicko pun sama, dia hanya berada di rumahnya tidak boleh keluar ataupun hanya sekedar ke Cafe atau Hotelnya.


Dia pun tidak boleh menelpon atau hanya sekedar mengirim pesan kepada Lona.


Dan untungnya Sandi terus menemaninya bahkan dia pun menginap di sana membantu semua keperluan pernikahan sahabatnya.


" San " Ucap Zicko


" Hem "


" Lona Chat Loe gak "


" Astaga Zicko,, Kalian lagi di pingin..


Ya Kali kalian masih ngobrol gak boleh "


" Maksud Gue,, dia Kabarin Loe apa gitu "


" Oh,, Engga sih Ko,, Dari kemarin Lona gak Chat gue, Kenapa "


" Gue kangen, Coba Loe Chat atau telpon di dong San "


" Engga Engga,, Yang Ada gue kena Marah lagi sama Tante Mia "


" Please.. Bentaran aja San "


Zicko menghela napasnya,,


Sandi memang benar, tapi baginya tidak bertemu dengan Lona sehari saja susah membuatnya gila apa lagi masih harus menunggu hingga Lusa sudah pasti bisa membuatnya mati.


" Gue keluar bentar ke Cafe, Loe mau nitip sesuatu gak " Ucap Sandi dan Zicko hanya menggeleng..


Zicko mengangguk dan menyambar jaketnya,


Sementara Zicko memang meminta Sandi mengurus Hotel juga Cafe.


Usaha Zicko memang sudah di beberapa kota dan untungnya di setiap kotanya dia memiliki orang yang sudah di percaya dan mereka selalu mengirim Laporan via email kepadanya.


Zicko melirik meja dan terlihat ponselnya di sana, ingin rasanya dia menghubungi Lona untuk mendengar suaranya mengobati rasa rindunya yang sangat berat.


Dia pun berjalan, mengambil ponselnya dan duduk di tepi ranjang.


" Mau ngapain Kamu " Ucap Mama Mia yang tiba tiba sudah berada di sana


" Mama ". Ucap Zicko kaget


" Kalian lagi di pingin,, Awas ya kalo kamu nelpon Lona "


" Iya Ma, Zicko tau "


Zicko kembali meletakan ponselnya, dan Mama Mia berjalan keluar.


" Sial,, gini ternyata rasanya menahan rindu..


Gini rasanya akan menikah harus menahan rindu, ada ada aja sih pakai acara pingin segala "


Zicko mengusap wajahnya kasar, dia pun berjalan keluar kamarnya untuk mengobati rasa bosannya.


Di rumahnya pun terlihat beberapa Art nya sedang menyiapkan segala sesuatu yang akan di bawanya ke Rumah Lona saat Lusa.


Zicko menuju dapur dan mengambil air minum,


" Kamu mau makan " Ucap Mama Mia


" Engga Ma, Zicko belum laper "


" Belum Laper apa gak nafsu makan karena gugup buat pernikahan besok " Goda Mama Mia


" Gini ya Mah rasanya mau nikah,, Nano Nano banget "


Mama Mia tersenyum, dia pun menghampiri putranya dan mengusap bahunya..


" Kenapa ada pingit pingitan sih Ma "


" Hus,, kamu tuh yaa..


Memang harus begitu Sayang, Kamu enak cuma dua hari.. Dulu Papa sama Mama malaj sebulan gak boleh ketemu "


" uhuk, uhuk,, Apa Ma sebulan "


" Iya,, Tapi sekarang kan beda Dengan dulu karena kita sudah modern tapi masih harus mengingat tradisi.


" Udah Mama, mau liat semua takut ada yang kelewat " Lanjut Mama Mia dan Zicko mengangguk.


Zicko duduk di kursi, dia hanya menatap orang orang yang sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu nya.