Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 19


Lio sampai di kampusnya,,


Dia terus mengedarkan pandangannya mencari Sasya namun dia sama sekali tidak melihatnya bahkan sedari pagi..


" Loe kenapa,, gue liat dari pagi gak semangat Men,, Ucap Rendi


" Oh gue ingat pasti Loe mikirin cewek galak itu ya..


" Sembarang,, Mana mungkin..


Gue,, gue cuma kangen sama Nyokap gue..


" Oh kangen Nyokap,, gue kira kangen Cewek galak..


Rendi dan Dion terkekeh,, namun Lio masih sama dia hanya terdiam dan pikirannya terus memikirkan Sasya..


" Kenapa seharian gue gak liat dia ya,, apa dia gak kuliah.. Atau jangan jangan "


Lio langsung beranjak dan meninggalkan kedua temannya yang masih berada di kantin..


" Lio,, Loe mau kemana Ucap Dion


" Balik,, teriak Lio sambil terus berjalan


Sesampainya di parkiran, Lio segera melajukan mobilnya keluar kampus..


Dia melajukan dengan kecepatan tinggi menuju rumah Sasya..


Lio khawatir jika orang orang semalam menemukannya dan membawanya..


" Sial,, jangan jangan mereka menemukan dan membawa Sasya.. "


Lio semakin cepat ingin sampai di rumah Sasya,,


Dia segera berhenti tepat di depan gerbang rumah Sasya, namun Lio malah terdiam dan hanya memandangnya..


" Shit,, kenapa gue ke rumah tuh cewek galak.. Lagian bukan urusan gue juga, mau dia di bawa mereka juga bukan urusan gue..


Astaga,, gue kenapa si.. ". umpat Lio sambil memukul stir mobilnya..


Cukup lama Lio berada di sana tanpa turun dari mobil, dia hanya menatapnya dan terlihat sepi dengan gerbang yang menjulang tinggi..


Lio menghela napasnya,,


Dia segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sasya..


Sasya yang baru saja sampai di depan rumahnya segera turun dari taxi dan terlihat membantu seorang wanita paruh baya..


Mereka langsung masuk ke dalam rumahnya..


*****


Lio sama sekali tidak pergi kemana pun, dia hanya berada di Apartemennya, Dion juga Reno terus menelponnya dan mengirimkan pesan untuk mengajaknya kumpul namun Lio tidak menggubrisnya..


Lio terus berbaring di ranjangnya sambil memikirkan Sasya,,


" Sebenarnya Loe kemana si,, apa Loe baik baik saja, bener bener cewek yang selalu ngrepotin, bukan hanya tiap ketemu Loe gue pasti sial tapi Loe juga bikin gue khawatir sama Loe Sya,, " batin Lio


Lio tidak bisa membohongi dirinya, dia memang sangat khawatir dengan keadaan Sasya.. Apalagi Lio tau masalah Sasya dan sudah dua kali dia melihat Sasya dikejar oleh beberapa orang..


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Sementara di Jakarta,,


Lona baru saja selesai kelasnya,, hari ini dia cuma ada kelas siang dan hanya berlangsung selama dua jam,,


" Mey,, gue ke toilet bentar ya.. Loe duluan deh ke kantin nanti gue nyusul.. Ucap Lona


" Oke,, Loe pesen biasa kan biar sekalian gue pesenin


" Oke,,


Lona berjalan menuju toilet, sedangkan Meylan menuju kantin..


Saat Lona akan masuk ke dalam toilet tiba tiba dia berpapasan dengan Dena juga Mona yang baru saja keluar dari Toilet..


Lona tersenyum saat berpapasan dengan mereka, namun jangan tanya bagaimana Dena, dia menatap Sinis Lona..


" Eh,, tunggu.. Gue mau bicara sama Loe Ucap Dena saat melihat Lona keluar dari toilet..


Dena sengaja menunggu Lona di depan toilet..


" Gue,, Ucap Lona sambil menunjuk dirinya..


Lona berjalan mendekat,,


" Kenapa ya Kak,,


" Ada hubungan apa Loe sama Zicko,,


Lona mengernyitkan keningnya,, dia bingung kenapa mereka menanyakan itu dan setau Lona Dena dekat dengan Zicko..


" Maksud Kak Dena..


" Alah gak usah pura pura deh Loe,, ucap Mona


" Gue gak ada hubungan apa pun sama Kak Zicko,,


" Gak usah bohong deh Loe,, gue tau kalian deket.. Dan gue minta Loe jauhin Zicko


" Sorry Kak,, setau gue kalian gak ada hubungan dan kenapa gue harus jauhin Kak Zicko.. Ucap Lona berjalan meninggalkan mereka


" ih,, bener bener ya tuh cewek mau berurusan sama gue.. Ucap Dena kesal


" Song*** banget tuh cewek..


" Loe liat aja Lon,, gue gak akan biarin kalian dekat,, gue bakal buat perhitungan sama Loe..


Dena pun berjalan dan Mona mengikutinya..


-


Lona langsung duduk di samping Meylan yang tengah menikmati jusnya..


" Lama banget Loe ke toilet,, antri..


" Nggak,, gue tadi ketemu sama Kak Dena..


" Uhuk,, Uhuk,, terus..


" Dia nyuruh gue jauhi Kak Zicko..


" Gak punya kaca apa tuh Cewek,, Orang Kak Zicko sukanya sama Loe..


" Mey Mey,, Loe gak usah bikin gosib ya..


" Hehehehe,, iya Sorry..


Terus tadi Loe jawab apa..


" Gue bilang aja kalo mereka gak ada hubungan kenapa gue harus jauhi Kak Zicko..


" Bagus,, Lagian siapa dia ngelarang ngelarang Loe,, Udah gak usah pikirin Lon,, kan yang disukai Kak Zicko Loe buka Dia..


" Mey Mey,, Ucap Lona kesal


Meylan hanya terkekeh, dia selalu saja senang menggoda Lona..


" Eh,, tuh pangeran Loe dateng Ucap Meylan menunjuk tiga laki laki tampan yang baru saja masuk ke dalam kantin


" Apa an si Loe,,


" Eh,, tapi Kak Zicko liatin Loe terus Lon..


Lona menoleh dan benar saja jika Zicko tengah menatapnya,, Lona kembali menunduk dan menikmati jusnya..


Tidak lama terlihat Dena dan Mona berjalan,, mereka langsung menuju kursi dimana Zicko, Sandi juga Reno..


Dena langsung duduk di samping Zicko, namun Zicko bersikap biasa dan selalu cuek..


" Bener bener tuh cewek gatel banget ya,, Ucap Meylan


" Gak punya harga diri banget jadi cewek lanjutnya..


Lona hanya menggeleng,, mendengar Meylan yang terus berbicara tentang Dena..


" Mey,, Pulang yuk. Ucap Lona


" Bentar bentar,, Ucap Meylan sambil mengambil tasnya


Lona dan Meylan berjalan melewati mereka, namun dengan sengaja Mona menggeser kakinya dan


Bruk.. !!!!