
Pernikahan Sandi dan Anisa sudah hampir sempurna bahkan mereka pun sudah fitting baju pengantin yang akan mereka gunakan di pesta pernikahannya.
Anisa meminta pernikahan mereka yang tidak terlalu mewah, Anisa hanya ingin pernikahan yang sederhana karena baginya pesta mewah tidak terlalu penting dan yang terpenting karena saling mencintai saat ini hingga seterusnya dan Sandi menyetujuinya walaupun keluarganya menginginkan sebuah pesta yang meriah.
Pernikahan mereka akan di gelar sekita dua minggu lagi, dan mereka masih terlihat kuliah dan masih bertemu bahkan Anisa sendiri masih bekerja di Cafe.
Sandi sudah melarang nya bahkan Zicko sudah memberikan ijin agar Anisa beristirahat dan menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahannya namun Anisa masih saja bersih keras untuk berangkat
-
Hari ini Zicko berada di Cafe, dia. Memeriksa semua laporan yang memang sudah Andi dan Anisa siapkan semuanya.
Zicko sudah mengangkat Anisa menjadi asisten Andi yang membantunya dalam setiap laporan juga semua stok barang di dapur.
Sandi yang baru saja datang langsung masuk ke dalam ruangan dan duduk di depan Zicko yang sedang menatap Laptopnya.
" Kenapa Loe ke Cafe San " Ucap Zicko tanpa menatap Sandi
" Lah kenapa,, "
Zicko menatap Sandi yang sedang membuka buku di hadapannya.
" Gue bingung dengan Loe juga Nisa deh, kalian mau menikah tapi masih aja ngurusin kerjaan "
" Masih dua minggu lagi Ko, lagian gue juga bingung mau ngapain "
" Luluran "
" Ya Kali gue luluran,, Oya gimana perkembangan Hotel di Yogya dan udah lama kita gak ke sana "
" semua laporan udah gue cek,, Loe mending fokus dengan pernikahan Loe San "
" Tenang aja Ko, semua persiapan udah beres tinggal nunggu acaranya "
Zicko mengangguk dan kembali bermain dengan laptopnya,
Sandi pun mengambil tablet dan memeriksa Brians Hotel semua laporan memang secara terperinci di email kepadanya juga Zicko.
Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka,,
" Permisi Mas, ini minuman buat kalian "
" Thanks Nis " Ucap Zicko
" Makasih sayang, semangat kerjanya " Ucap Sandi tersenyum
" Iya Mas,, Aku keluar dulu ya "
Sandi mengangguk dan kembali menatap tabletnya.
-
Sementara di dapur Anisa langsung kembali dengan pekerjaan nya, dia bertanggung jawab dengan semua pekerjaan nya dan dia tidak mengandalkan karena mengenal dekat Zicko dan Sandi.
Semua karyawan di sana pun sangat suka dengan kinerja Anisa yang rajin bahkan sikap sopan dan ramah Anisa membuat semua salut dengannya.
" Mba Nisa, kok belum cuti sih.. Bukannya Mas Zicko udah kasih cuti ya " Ucap Andi
" Iya Sih Mas, cuma kan pernikahan aku masih lama terus aku juga bingung mau ngapain "
" Astaga Mba Nisa,, kan pengantin harus banyak istirahat atau nyalon "
" Buat apa Mas Andi,, Lagian aku juga kurang suka ke salon "
" Tapi aku salut dengan Mba Nisa, Mba Nisa rajin dan teliti bahkan Mba Anisa tidak mengandalkan karena Mba kenal dengan pemilik Cafe, Mba gak bertindak seenaknya"
" Engga lah,, Mas Zicko udah baik sama aki Mas apa lagi Lona dia juga sangat baik "
" Mereka memang pasangan yang sangat serasi ya mba, Tampan dan cantik pasti anak mereka juga akan cantik atau tampan "
Anisa tersenyum dan mengangguk,
Mereka kembali dengan semua pekerjaan nya.
Hari ini pengunjung Cafe ramai, Anisa dan Andi pun sampai turun tangan menangani pengunjung.
Memang Brians Cafe selalu ramai bukan karena tempat yang strategis, enak untuk nongkrong, makanan yang enak, harga yang standar bahkan di sana sering mengadakan promo promo yang membuat semua sering datang berkunjung.