Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
INTEROGASI


Aruni sudah sampai di pelataran parkir khusus karyawan rumah sakit tempat dia bekerja. Aruni memarkirkan motor nya dan segera melepas helm nya.Tak lupa dia mengunci stang motor nya agar aman.


Aruni yang sedang berjalan dilorong rumah sakit menuju loker pun tiba-tiba kaget,karena ada yang menarik tangan nya.


"Astagfirllah alladzim!" seru Aruni yang kaget.


"Ish,biasa aja dong kaget nya.Kaya abis liat setan aja."ucap Ines yang ternyata menarik tangan Aruni.


"Lagian kamu ngagetin aja." ucap Aruni pelan.


Ines tak menjawab ucapan Aruni lagi.Dia hanya menyebikkan bibir nya.


Mereka berdua berjalan bersamaan menuju loker karyawan.


Sesampai nya mereka di loker,Aruni dan Ines langsung bersiap-siap mengenakan atribut mereka seperti name tag,membawa pulpen,memakai kerudung sesuai SOP dan lain sebagai nya.


"Run,temenin ke toilet dulu yu." ajak Ines setelah selesai bersiap-siap.


"Ayuk." jawab Aruni.


Kedua perawat itu pun lantas keluar dari ruangan loker untuk menuju toilet.Mereka berjalan beriringan menuju toilet.Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan pintu toilet.Dan mereka segera masuk kedalam toilet.


"Runi,gue mau cerita sama lu.Tadi gue liat temen gue lagi makan sama cowok ganteng banget di Ichiban.Padahal gue lewat depan nya dia ga liat gue.Parah banget ga sih!" ucap Ines yang ternyata sedang menyindir Aruni.


"Ne..Nes..gue bisa jelasin ko." ucap Aruni terbata yang ternyata ketahuan oleh Ines.


"Jelasin apa?" ucap Ines pelan,sambil membenarkan posisi name tag nya.


"Ines,maaf ya bukan nya ga mau negor lu tadi. Niat nya gue mau diem-diem aja,sampai nanti waktu nya tepat gue baru cerita sama lu. Eh, ternyata lu udah liat gue tadi." ucap Aruni menjelaskan.


"Terus siapa cowok tadi?"tanya Ines penasaran.


"Dia..dia.."ucap Aruni terbata.


"Dia siapa?!" seru Ines penasaran.


"Dia..nama nya Reno,calon suami gue." ucap Aruni pelan.


"WHAT..!!" teriak Ines dan membuat semua orang yang ada di toilet menoleh pada mereka berdua.


"Ish,lu berisik banget sih." ucap Aruni sambil membekap mulut Ines.


"Iya,maaf..maaf." ucap Ines setelah Aruni melepaskan dekapan nya. "Lu jangan bercanda deh,Run. Masa cowok super ganteng gitu calon suami lu.Main dimana lu,sampe bisa nemu yang model begitu?" tanya Ines tak percaya.


"Gue dijodohin." ucap Aruni sambil memperlihatkan cicin yang dia kenakan.


"Apa maksud nya lu pamer cincin sama gue,biar gue percaya gitu?" tanya Ines.


"Iya,biar lu percaya kalau gue dijodohin.Dan ini bukti kalo gue udah tunangan minggu lalu."ucap Aruni menjelaskan. "Kalo lu masih ga percaya,nanti jam istirahat gue kasih tau bukti lain.Sekarang kita masuk yu.Udah jam delapan ni."ucap Aruni. Dan langsung di setujui oleh Ines.


...


Sementara di tempat lain,Reno yang pulang keapartemen nya kini sedang menyandarkan tubuh nya di sebuah sofa diapartemen nya.


Reno merasa sangat lapar,karena pada saat tadi di cafe Reno tidak makan hanya minum saja.


Reno mencoba memesan makan secara Online.


Tingtung..suara bel apartemen Reno yang berbunyi.


'Siapa sih,ganggu aja!' Seru Reno dalam hati.


Reno melangkahkan kaki nya kearah pintu,untuk membuka nya.


"Kakak pertama!"Seru Dhika sambi menyembul masuk ketika pintu di buka oleh Reno.


"Sorry Ren,gue sama Dhika kesini ga ngomong dulu." ucap Seno ketika Dhika sudah kedalam.


Ya,saat itu yang bertamu adalah Seno dan Dhika.


"Udah biasa." jawab Reno datar.


"Lagi ngapain lu." tanya Seno yang sudah duduk di sofa.


"Ga ngapa-ngapainl,agi bengong aja.Eh,kalian datang buyar deh." ucap Reno sambil memberikan dua kaleng minuman pada dua sahabat nya.


"Tadi sore gue liat lu ke Ichiban resto.Tumben,mau ngapain?" tanya Seno


"Ah..ooh..itu gue mau ketemu klien." jawab Reno asal.


"Klien lu perawat rumah sakit?"tanya Seno lagi.


"Ah..lu tau dari mana?" ucap Reno penasaran.


"Ya,gue liat lu tadi,makanya gue tau." jawab Seno.


Reno mengusap wajah nya kasar.Dia bingung harus menjawab apa.Karena dia belum siap menceritakan yang sebenar nya pada sahabat-sahabat nya.Dia merasa perjodohan itu adalah aib nya.Jadi dia mencari waktu yang tepat untuk memceritakan nya.


"Hey..kakak pertama,siapose tuh perawat yang ngombrol sama you." kali ini Dhika yang bertanya.


"Huuuft."Reno membuang kasar nafas nya. "Sumpah gue bingung mau mulai dari mana cerita nya." ucap Reno sambil duduk dimini bar nya.


"Ya,ceritain dari awal aja." ucap Dhika.


"Jadi gini,perawat itu mana nya Aruni.Dia anak dari sahabat nya orang tua gue." ucap Reno menjelaskan.


"Tunggu!Aruni..Aruni,kaya pernah denger nama nya tapi dimana ya?!" ucap Dhika mencoba mengingat.


"Ish..kakak kedua,gue kan bilang nya pernah denger.Bukan nya kenal!" seru Dhika kesal.


"Kenapa jadi debat sih?mau gue terusian ga ni cerita nya.?" tanya Reno.


"Terus?lu ketemuan ama dia tadi?" tanya Seni yang penasaran.


"Gue udah sering ketemu dia." jawab Reno ragu-ragu.


"Hahahahah,ada kemajuan ni si beringin tua." ucap Seno sambil tertawa.


"Kakak pertama serius,sering ketemuan sama dia.?" tanya Dhika tidak percaya.Dan Reno hanya menjawab nya dengan anggukan.


"Terus?" ucap Seno menunggu cerita lagi dari Reno.


"Ya..sebener nya dia calon istri gue." ucap Reno merasa malu.


"Apaa..?!" seru Seno dan Dhika secara bersamaan.


"Woy..biasa aja dong!ga usah ngegas gitu." Ucap Reno berteriak.


"Sorry..sorry..kita kan kaget bambang." ucap Seno


"Kaget sih kaget,tapi jangan teriak-teriak juga malih." jawab seno keki.


"Terus-terus..kapan kalian akan menikah?"tanya Seno antusias.


"Oooh..iya gue baru inget." ucap Dhika mengagetkan kedua sahabat nya.


"Eh,bencong lu kalo ngomong jangan ngagetin dong.Untung gue ga jantungan." ucap Seno kesal.


"Ya..maaf,gue kan cuma inget sesuatu."ucap Dhika pelan.


"Lu inget apa emang nya?" tanya Seno.


"Gue inget,kapan gue pernah denger dimana tuh nama Aruni." jawab Dhika semangat.


"Dimana emang nya?" tanya Seno datar.


"Di parkiran lapangan futsal." Jawab Dhika.


"Emang ada Aruni disitu?" tanya Seno pada Reno.


Dan Reno hanya menggelengkan kepala.Dia tidak ingat ada Aruni dilapangan futsal.


"Bukan ada Aruni.Jadi waktu gue sama kakak pertama mau masuk mobil pas dilapa....empsalkama.."ucap Dhika terputus karena Reno yang mengingat kejadian di lapangan futsal langsung membekap mulut Dhika.


"Eh,kenapa sih kalian?Wah pasti ada yang ditutup-tutupin ni.!"ucap Seno penasaran.


"Ish,kakak pertama sakit tau!"seru Dhika kesal.


"Dhika lanjutin cerita nya!Reno lu diem dulu ." perintah Seno pada kedua sahabat nya.


"Oke,gue lanjutin ya.Jadi pas kita mau masuk mobil tiba-tiba si Ari yang udah nyeleding kaki nya kaka pertama pas dilapangan.Dia datang nemuin kakak pertama lagi.Gue fikir dia mau minta maaf,eh ternyata ngajakin kakak pertama ribut,dia bilang kakak pertama harus jauhin yang mana nya Aruni,gitu kata nya."ucap Dhika menjelaskan.


"Bener Ren?" tanya Seno mencari kebenaran.


"Iya,bener." ucap Reno


"Kenapa emang nya?" tanya Seno penasaran.


"Dia mantan pacar nya Aruni." jawab Reno.


"Ooh..pantesan.Karena yang gue tau dia udah nikah minggu lalu." ucap Seno.


"Tuh,lekong udah nikah,terus kenapa masih terobsesi sama calon kakak ipar?" tanya Dhika bingung.


"Gue juga ga tau.Tapi gue udah tanya sama Aruni. Dan Aruni bilang kalau mantan nya itu udah nikah,dan dia ga mau lagi." ucap Dhika.


"Baguslah kalau begitu.Emang nya calon kakak ipar mau di bilang pelakor." ucap Dhika.


"Tapi kenapa si Ari masih ngejar-ngejar Aruni?" ucap Seno bingung.


"Ya ga tau." jawab Reno santai.


"Bro,coba nanti gue cari tau ya." ucap Seno. Dan Reno hanya menganggukan kepala. " Terus kapan kalian nikah?" tanya Seno.


"Tanggal dua bulan depan." jawab Reno.


"Berarti tinggal dua minggu lagi ni?terus lu ga akan bilang sama kita-kita kalau gue sama Dhika ga ngegapin lu tadi di restoran." ucap Seno.


"Ya..ga gitu.Gue cuma lagi nyari waktu yang pas aja buat ngomong kekalian." jawab Reno.


"Ya udah malam minggu besok kita ketemuan di Over night.Lu harus cerita sama kita semua.Dan lu harus bilang apa yang harus kita bantu.Dan sampai hari yang di tentukan gue sama Dhika ga akan ngomong ini ke yang lain." ucap Seno.


"Kalau sama lu gue percaya.Tapi sama si bencong ini,gue ragu." ucap Reno.


"Hei..kakak pertama kamu jangan ragukan dede ya.Dede janji akan jaga Rahasia." ucap Reno.


"Kalau lu bohong,gue tutup ya l**a*ng belakang lu pake semen.Biar ga bisa lu lewat belakang,Hahahahhaha." ucap Reno sambil tertawa.Seno yang mendengar pun ikut tertawa terbahak-bahak.


"Ihh..jangan dong ini aset negara tau.Gue janji deh,pokok nya lu tenang aja." jawab Dhika.


Malam pun semakin larut,makan yang dipesan Reno pun telah sampai mereka bertiga menghabiskan makanan itu.Dan kemudian pamit untuk pulang kerumah masing-masing.


next bab ya sahabat..