
Seharian Zicko dan Lona hanya berada di dalam kamarnya tanpa keluar dan mereka masih berada di Hotel.
" Kak " Ucap Lona menatap Zicko yang sedang bermain ponselnya
" Kenapa Sayang " Ucap Zicko meletakan ponselnya dan menatap istrinya
" Em,, kita akan tinggal di mana nanti "
Zicko tersenyum dan mengacak rambut Lona,,
" Kamu pengin nya dimana "
Lona menggeleng, dia pun bingung harus tinggal dimana sedangkan Mama Biyanka pun sendiri di rumah begitu juga dengan Mama Mia.
" Sayang,, Kalau kamu mau tetap tinggal di rumah Papa Tian gak papa, aku akan nurutin dimana kamu pengin tinggal "
" Terus gimana sama Mama Mia "
Zicko mengusap wajah Lona lembut,,
Sebenarnya dia pun tidak tega meninggalkan Mama mia sendiri di rumah tapi dia pun tidak mau membuat istrinya sedih,
" Gimana kalau kita tinggal berdua aja "
" Hah,, Di Apartemen "
" Kalau kamu mau kita bisa tinggal di rumah kita Yang "
" Maksud kamu, rumah Mama Mia "
Zicko menggeleng dan tersenyum,,
" Nanti kamu bakal tau, kita jalan keluar yuk "
" Boleh,, kemana "
" Kemana aja, tapi kamu udah gak sakit kan"
" Sedikit Kak, cuma gak papa kok "
" Serius,, berarti nanti malem bisa dong"
" Kak Zicko " Ucap Lona memukul lengan suaminya dan Zicko hanya terkekeh karena dia berhasil menggoda istrinya..
******
Lio dan Sasya sudah sampai di Bandung, Lio mengantar Sasya pulang ke rumahnya..
" Makasih ya Udah anterin " Ucap Sasya
" Sama sama "
" Oya,, Tante Biyanka juga Om Tian baik banget ya, Gue gak nyangka "
Lio tersenyum,,
Kedua orang tuanya memang selalu baik juga ramah kepada semua orang apalagi dengan orang yang sudah kenal..
" Begitulah mereka selalu baik dengan semua orang "
" Loe beruntung memiliki orang tua yang sangat harmonis "
Sasya menundukan kepalanya, dia teringat dengan ayahnya yang malah akan menjualnya karena hutang hutangnya..
" Hei,, are you oke "
Sasya tersenyum dan mengangguk..
" Yes,, I'm Okey "
" Ya Sudah gue masuk ya,, " Ucap Sasya dengan membuka pintu mobilnya namun Lio langsung menahannya.
" Kenapa "
Lio tidak menjawab dia malah langsung memeluk tubuh gadis yang ada di depannya,,
Lio tau jika Sasya merasa sedih dengan sikap ayahnya,,
" Jangan sedih,, Suatu saat Ayah kamu pasti akan sadar " Ucap Lio mengusap rambut Sasya
" Ya, aku masuk dulu ya " Ucap Sasya dan Loo mengangguk
Lio terus memandang Sasya hingga masuk ke dalam rumahnya,,
Dia pun kembali melajukan mobilnya, selama dalam perjalanan dia terus memikirkan Sasya yang terlihat jelas akan kesedihannya..
******
Lona tidak menginginkan untuk pergi dan akhirnya dia hanya menemani suaminya untuk mencari buku,,
Besok mereka sudah akan kembali kuliah karena Zicko sendiri akan ada ujian.
Zicko menggenggam tangan istrinya tanpe melepaskan nya, berjalan melewati lorong untuk mencari buku yang di butuhkannya..
" Engga Kak, lagian besok Kakak Ujian kan dari malam ini harus belajar "
Zicko menatap Lona dan tersenyum,
Istrinya memang sangat perhatian dengannya.
" Akhirnya ketemu juga " Ucap Zicko saat menemukan buku yang dia cari
" Sayang,, sebentar ya " Lanjutnya dan Lona mengangguk
Lona menatap sekeliling, terlihat ramai di sana banyak para remaja juga anak anak yang juga mencari buku,,
Sedangkan Zicko, terlihat membuka bukunya..
Lona tersenyum, menatap suaminya tampannya.,
Dia masih belum percaya jika di usia muda mereka sudah menikah namun malah membuatnya bahagia.
Lona kembali cemberut saat melihat beberapa wanita yang mencuri pandang ke arah Zicko yang masih menatap buku ditangannya, bahkan beberapa dari mereka terlihat berbisik bisik.
" Apa sih mereka lihat lihat" gerutu Lona
Zicko yang mendengar nya pun menoleh, dia bingung kenapa wajah istrinya berubah menjadi kesal.
" Sayang, kenapa hem "
" Mereka tuh lihat kamu terus " Ucap Lona menunjuk beberapa wanita yang masih saja menatap Zicko
Zicko tersenyum dan memegang wajah istrinya,,
" Cuma istri aku yang selalu ada di hati aku dan gak ada yang lain " Ucap Zicko menyakinkan Lona
Bahkan tanpa Zicko bilang pun Lona sudah tau jika Zicko akan selalu mencintai dan menyayangi nya sekarang dan selamanya.
" Ya Udah,, kita bayar dulu terus pulang " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Zicko menggandeng tangan Lona menuju kasir, memang beberapa wanita yang berada di sana mencuri pandang untuk menatap Zicko dan semakin membuat Lona kesal saat Kasir di sana pun juga menatap Zicko tanpa berkedip,,
" Mba,, " Ucap Zicko
" Ah ya Maaf, Cuma ini saja Mas " Ucap penjaga Kasir dengan senyumannya dan Zicko hanya mengangguk
" Ini Ade nya ya Mas " Lanjutnya yang membuat Lona semakin kesal
" Ini istri saya " Ucap Zicko dengan mengambil buku yang sudah dibungkus dan langsung berjalan keluar.
Lona masih terlihat kesal, wajahnya terus cemberut dan sama sekali tidak berbicara sampai mereka sudah berada di dalam mobilnya.
Zicko menoleh dan mengeryitkan keningnya,,
" Hei,, kenapa cemberut sayang "
" Aku tuh kesel Kak, semua wanita di sana terus menatap kamu bahkan tadi kamu denger aku di bilang adik kamu "
Zicko tersenyum dan mendekat, menatap wajah cantik istrinya yang masih cemberut,,
" Kamu cemburu " goda Zicko
Lona menatap Zicko dengan semakin kesal, suaminya malah ikut menggodanya..
" Kamu suami aku, masa aku gak cemburu liat kamu dilihat wanita lain "
Zicko langsung mengecup singkat bibir Lona,,
" Kak " Ucap Lona kesal bisa bisanya suaminya ini menciumnya di saat dirinya sedang kesal
" Aku milik kamu dan kamu milik aku sayang, gak akan ada yang bisa gantiin kamu di hati aku untuk saat ini dan selamanya "
Lona menatap wajah suaminya,,
" Kamu percaya sama aku kan " Lanjutnya dan Lona hanya mengangguk
" Jangan ngambek lagi ya,, nanti cantiknya ilang" Ucap Zicko menarik hidung Lona
Lona tersenyum,,
Zicko menarik sealbet dan memasangkannya..
" Kita pulang ya " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Zicko melajukan mobilnya,
Mereka akan pulang ke rumah Biyanka dan Tian.
Mereka akan menginap di sana malam ini.