
Hari berganti hari,Aruni kini semakin terlihat segar.Walau pun tiap hari nya ia masih mengalami morning sickness.Namun Aruni sudah mulai bisa mengatasi nya.
Hari ini adalah akhir pekan,Aruni dan Reno baru saja menyelesaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
"Mas,kemarin mama telepon.Mama bilang kapan kita main kesana." ucap Aruni sambil menatap suami nya.
"Kamu mau nya kapan kita kesana nya?" tanya Reno sambil membelai lembut pipi istri nya.
"Bagai mana kalau hari ini aja mas?Kamu ga sibuk kan hari ini?"
"Oke,nanti siang kita kerumah mama ya.Kebetulan hari ini saya ga ada kerjaan juga."
"Ya harus dong,ini kan hari minggu.Masa setiap hari kamu ada kerjaan."
"Iya sayang." ucap Reno sambil mengecup gemas pipi istri nya.
"Ya udah ah,aku mau masak dulu buat sarapan ya."
"Iya,saya di ruang olahraga ya."
"Iya mas." ucap Aruni sambil melangkah meninggalkan suami nya.
Reno pun keluar dari kamar nya setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian olah raga.
Reno segera menuju ruang olahraga di rumah nya.
Reno memang memiliki fasilitas fitnes dirumah nya,semua alat-alat fitnes ada dirumah nya.
Reno mulai melakukan kegiatan olahraga nya dengan sangat baik.
Sementara itu Aruni sedang membuat sarapan pagi didapur bersama bu Sri.Aruni tampak sangat menikmati peran nya sebagai seorang istri dari Reno Putra Herlambang.
Setiap aktivitas yang ia lakukan tampak sangat menyenangkan bagi nya.
"Pagiiiiiii....kakak ipar..!" seru seseorang dari arah pintu utama yang suara nya sudah sangat dikenal oleh Aruni.
"Pagi Dhika." ucap Aruni tanpa menoleh karena kedua tangan nya sedang sibuk membuat nasi goreng.
"Kakak ipar lagi buat apa?sumpah wangi banget." ucap Dhika sambil duduk di kursi makan.
"Sarapan spesial buat suami ku dong." jawab Aruni sambil terus mengaduk makanan nya.
"Ikut sarapan ya,laper banget ni dari semalam belum makan."
"Iya,kok tumben pagi-pagi udah sampe sini,Dhik?"
"Baru pulang syuting ni,kebetulan lewat sini.Yaudah mampir aja."
"Ooh.Kamu mau ikut sarapan kan?" ucap Aruni sambil menaruh satu-persatu masakan yang ia masak keatas meja makan.
"Iya dong kakak ipar,cacing di perut eyke udah pada demo ni." jawab Dhika sambil mengusap-usap perut nya.
"Ya udah sekarang panggil mas Reno dulu gih,dia ada di ruang fitnes ya." ucap Aruni sambil terus sibuk menata makanan nya.
"Siap bos." jawab Dhika sambil berlalu menuju ruang fitnes.
Dhika menaiki lift yang ada dirumah Reno.Dia menuju ruang fitnes yang terletak di lantai tiga rumah Reno.Dhika memang sudah terbiasa dirumah itu,maka dari itu dia tidak kesulitan menemukan ruangan fitnes tempat Reno berolah raga.
Kreek...Dhika membuka pintu ruangan tempat Reno sedang berolah raga.Terlihat disana Reno sedang berlari - lari diatas tradmill.
"Hei..kakak pertama." panggil Dhika saat sudah dihadapan Reno.
"Ngapai lu kesini?" tanya Reno ketus tanpa menoleh sambil terus berlari diatas treadmill nya.
"Ish,kasar banget sih nanya nya." ucap Dhika sambil menyebikkan b*bir nya.
"Lagian lu pagi-pagi udah bertamu kerumah orang.Ga ada kerjaan apa lu?!"
"Yaelah gitu banget sih omongan nya.Gue kesini kan mampir sekalian lewat."
"Kebiasaan!"
Reno diam tak menanggapi ucapan Dhika.
"Eh,kakak pertama gue kesini disuruh kakak ipar,kata nya sarapan udah siap." ucap Dhika lagi,dan lagi-lagi Reno tak menjawab ucapan Dhika.
Reno langsung turun dari treadmill nya dan berjalan keluar ruang olah raga nya meninggalkan Dhika begitu saja.
"Ish,heran deh ni orang.Dingin banget kaya kutub utara." umpat Dhika kesal sambil berjalan dibelakang Reno.
Akhir nya Reno,Aruni dan Dhika sudah ada di meja makan.Mereka menikmati sarapan bersama,suasana di meja makan terasa dingin. Karena Reno banyak diam,Reno merasa kesal karena Dhika yang pagi-pagi sudah ada dirumah nya.Aruni yang menyadari suami sedang dalam mode marah berusaha untuk menenangkan nya. Dia menggenggam tangan suami nya sambil sarapan.
Reno kemudian menyudahi sarapan nya dan kembali kekamar nya dan diikuti oleh Aruni.
Reno berjalan berjalab terburu-buru menuju lift rumah nya.Dia langsung kelantai tiga menuju kamar nya.
Sesampai nya didalam kamar Reno langsung menghempaskan tubuh nya diatas sofa besar dikamar nya.Aruni yang melihat suami nya itu langsung mendekatinya.
"Mas." ucap Aruni pelan sambil menggenggam tangan suami nya itu.
Dan Reno hanya menoleh tanpa bersuara.
"Kamu marah sama Dhika?"
"Saya ga marah sama dia,saya cuma mau dia mikir.Kalau bertamu kerumah orang ingat waktu!"ucap Reno dengan nada kesal.
"Mas,kamu tahu ga kenapa Dhika kaya gitu?"
tanya Aruni lembut sambil mengusap-ucap punggung tangan suami nya,dan Reno hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Karena Dhika menganggap kamu tuh sudah seperti kakak kandung dia sendiri.Dhika tuh nyaman mas sama kamu.Dia menganggap kita tuh keluarga nya dia.Itu sebab nya dia berlaku seperti ini."
"Ya tapi kan dia ga harus datang pagi-pagi atau pernah juga tengah malam sayang."
"Iya mas,aku bukan nya membela Dhika ya mas.Hanya saja aku liat Dhika tuh udah ngangep kamu seperti kakak nya sendiri."
Reno diam tak menanggapi ucapan Aruni.Dia membuang pandangan nya kesudut lain.
"Mas,sudah ya jangan marah lagi.Aku ga mau kamu sama sahabat-sahabat kamu bertengkar,aku mau kamu jadi orang yang lebih bijak lagi ya.Biar aja si Dhika itu sering kesini,kan kamu juga yang bilang kalau dia tuh kurang perhatian dari keluarga nya.Mungkin aja dia disini merasa diperhatiin sama kamu,itu sebab nya dia betah disini." ucap Aruni panjang lebar.
Reno yang mendengar ucapan istrinya itu langsung memeluk istrinya dengan erat.
"Sayang,terimakasih ya.Kamu luar biasa."ucap Reno sambil memeluk istri nya dan kemudian mengecup pucuk kepala istri nya.Dan Aruni hanya menganggukan kepala nya.
"Saya bangga punya kamu,saya merasa sangat beruntung karena saya punya kamu." Ucap Reno lagi sambil terus memeluk istrinya.Aruni tak menjawab dia hanyut dalam pelukan suami nya.
Cukup lama mereka berdua berpelukan,sampai akhirnya Reno melepaskan pelukan nya dan kemudian meraih dagu mungil istri nya.Reno kemudian mendaratkan kecupan lembut di b*bir istrinya.Reno mulai me*u*at b*bir istrinya dengan lembut.Aruni yang sudah terbiasa dengan itu pun mulai bisa mengimbangin permainan suami nya.
Cukup lama mereka saling berc*uman.Sampai akhir nya Aruni melepaskan l*m*tan suami nya.
"Mas,udah ah.Nanti kamu minta lebih." ucap Aruni sambil mendorong dada suami nya pelan.
"Ya ga apa-apa dong,kan minta nya sama kamu sayang." ucap Reno sambil meraih pinggang istri nya.
"Ish apaan sih,kan semalam sudah.Lagi pula kan kita mau kerumah mama."
"Sayang,tapi udah ada yang mulai bangun dari bobo nya ni." ucap Reno sambil menunjuk kearah kepemilikan nya.
"Ya udah suruh dia bobo lagi aja." jawab Aruni sambil tersenyum.
"Ga bisa sayang,dia kalau sudah bangun harus masuk sarang dulu baru bisa bobo nyenyak lagi." jawab Reno sambil meraih lagi dagu istri nya.
Reno mulai me*u*at b*bir mungil istrinya,perlahan tapi pasti Reno melancarkan aksi nya.Dia mulai melucuti semua pakaian istrinya.Dan satu persatu pakaian istrinya itu mulai tanggal dari tubuh sang istri.
Reno yang sudah diselimuti hawa nafsu mulai menjelajah di seluruh tubuh istri nya.
Reno kemudian menggendong istrinya ketempat tidur.Reno mulai menanggalkan juga pakaian nya,dia mulai melancarkan aksi nya.Dia mulai mengabsen tiap inci tubuh istrinya.Dan pagi itu menjadi pagi yang panjang dan indah karena penyatuan anatara Reno dan Aruni yang berlangsung hampir tiga jam lama nya.
Sampai akhir nya kedua insan itu terkapar tak berdaya diatas tempat tidur.
next bab ya..